
Hari ini hanya ada Aldeen,Athira, dan para pekerja yang ada di rumah ini. yang lainnya sedang pergi, Alvin ia bekerja sebagai presdir di kantor A.F group, yang dimana Ayah Althan lah yang menjadi CEO di A.F group.
Baru saja Ep.19 yang ia tulis mau selesai, seorang lelaki dengan kaus hitam polosnya dan celana pendek selutut berwarna army datang dan duduk di kursi kosong sebelah Athira, membuat Athira yang sedang bersantai terkejut.
Journey Life, Athira ~ EP. 7
"Masuk." perintah Aldeen sedikit memaksa dengan tatapan datar.
"Eh? iy-iya kenapa??" tanya Athira bingung gelagapan.
Aldeen menaikan sebelah alis nya dengan tatapan dingin.
"Ka ... kenapa si, belajar ngomong jelas dong, biar orang lain ga salah sangka," tutur athira tersenyum lembut.
"Cepat Masuk!" ulang aldeen sedikit lebih tegas dari ucapan sebelumnya.
Athira menghela napas nya, lalu menurunkan kucing yang masih ada di pangkuannya dengan pelan, dan Athira pun masuk ke dalam rumah dengan membawa laptop nya..
ALDEEN POV
Hari ini orangtua gue pergi dan abang gue alvin sedang sibuk di kantor. Sisa gue dan Athira disini bersama para pekerja yang ada dirumah. Hari ini seperti biasanya gue bermain game online di komputer yang gue beli pake uang tabungan gue sendiri. Di kamar, gue sendirian Athira keluar entah kemana.
Sudah 3 jam lebih gue bermain menatap layar komputer, gue tahu ini berbahaya karena radiasi layar laptop, tapi gue selalu pakai kacamata anti radiasi setiap bermain game online. Mata gue mulai capek dan lelah, dan kini gue kepo dimana Athira dan sedang apa. Lalu, gue pun keluar dari kamar dan mencari keadaan Athira, belum dapat 3 menit gue udah nemuin Athira di balcom atas rumah. Disana gue lihat Athira yang sedang sibuk berkutat dengan laptop versi lama nya itu, matanya sangat teliti dengan apa yang di ketik nya, sangat jelas dari mimik wajah nya.
Gue sedikit terkejut dengan pakaian yang di kenakan athira saat ini, ia hanya memakai celana pendek se paha semacam hotpants tapi tidak ketat. lalu ia menggunakan kaus putih tipis oversize.
Balcon ini sangat terbuka dan luas, dari kejauhan pun Athira bisa terlihat dengan pakaian pendek nya. Gue pun langsung saja menyuruh nya Masuk
Saat dia masuk, kini gue duduk di kursi selonjoran yang tersedia di balcon, benar-benar capek bermain game online selama 3 jam.
^jam 11 siang^
kini gue lagi di kamar, sedangkan Athira sedang mandi di kamar mandi. Tiba-tiba sebuah notifikasi Telpon hp gue berbunyi, gue pun melihat siapa orang yang menelpon, Tante fika. Gue pun langsung menjawab telpon tante fika.
[ Rey ....] panggil Tante fika dari sebrang sana
"Ya," balas gue singkat
[ Tante mau nitip kembar semalem ini, besok siang tante bakal ambil kembar lagi. Tante juga udah izin ke ayah kamu, nanti kamu ke cafe ya.] jelas tante fika
"Oke." jawab gue mengerti.
[ Kalau udah mau dateng bilang sama tante dulu,]
"OTW." jawab gue singkat tapi jelas.
[ Asikk, okee tante tunggu.] putus tante fika mematikan telpon secara sepihak.
Dan pas banget, selesai gue telponan. Athira keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan Rambut kepala nya yang masih basah karena keramas.
"Ku tunggu di luar, sudah siap." ujar gue langsung pergi tanpa menunggu sahut athira
Kini gue sedang menunggu Athira di ruang tamu lantai dasar sambil memainkan kunci mobil, lalu yang gue tunggu pun datang, Athira mengenakan hoodie putih dan celana jeans yang sangat cocok di badan nya.
Tanpa basa-basi gue langsung berjalan menuju garasi dimana mobil dan motor singgah, lalu gue membuka pintu mobil pengemudi dan mulai menyalakkan mesin, Tanpa di suruh athira membuka pintu mobil penumpang di samping pengemudi dan duduk di kursi penumpang.
Gue pun menancap gas dan menjalankan mobil dengan kecepatan 80 km/h menuju Cafe Filland, cafe milik tante fika.
__ADS_1
Sesampai nya di Cafe Filland, gue langsung turun dari mobil di ikuti Athira dari belakang, gue gemas dengan kelakuan Athira walau gue suka karena dia nurut dan tidak membantah. Gue narik tangaan kanan nya yang kosong lalu menggandeng nya masuk ke cafe Filland.
gue memilih tempat duduk pojok karena langsung kena ac.
gue duduk di ikuti athira yang duduk di samping gue, ga perlu waktu lama Tante fika sudah menghampiri kita.
"Hayyy!!" sapa tante fika ke gue dan Athira
"Loh? tante fika??" tanya Athira kebingungan
"Iyaa ini tante fika, aldeen ngga ngasih tau emang nya kalau kita mau ketemu?" tanya tante fika ke athira, gue hanya diam menatap kedua perempuan berbeda umur itu.
Athira menggeleng kan kepala nya dan menoleh ke gua sedangkan gue hanya menatap nya datar seolah emang gaada masalah kalau ga gue kasih tau.
"Hahaa, yaudah gapapa, mau langsung balik atau apa??" tanya tante fika ke gua
Gue yang di tanya pun menjawab, "Pesen kaya biasa, 2." ucap gue tak ingin banyak bicara, langsung to the point aja.
Terlihat disitu tante fika membuang napas nya sedikit kesal, lalu ia tersenyum ke arah gua.
"Yaudah, tante ke ruangan dulu masih ada yang harus di kerjain. Biar pelayan aja yang nganter pesanan kamu," putus tante fika lalu bangkit dari duduk nya dan kembali berucap,
"Semoga Thira suka ya sama menu cafe tante." kata tante fika kepada Athira lalu dia tersenyum, dia pun pergi ke ruangan nya.
"Ka? ini cafe nya tante fika??" udah gua duga kalau Thira pasti menanyakan itu pada gue, lalu gue berdeham mengiyakan pertanyaan Athira.
"Wahh, tante fika keren banget. Thira jadi pengen buka cafe kaya tante fika ...." ucap nya sedikit merendah. Ga ngerti maksud nya, dan ga terlalu penting jadi gue diemin aja.
ga sampai 5 menit pesanan langganan gue pun dateng, dengan 2 porsi.
....
^jam 2 siang, Rumah^
Sekarang Adel dan Arya, 2 anak kembar berbeda jenis kelamin, anak kandung Tante fika yang ke 4 sedang tertidur pulas di kamar tamu khusus anak kecil. Di dampingi Athira yang juga tertidur di sofa yang tersedia di kamar tersebut. Sedangkan, Aldeen kini ia sibuk tertidur di kamar nya sendirian.
Waktu terus berjalan, dan sampai jam 4 sore pun mereka belum juga sadar dari alam mimpinya. Orangtua Aldeen, bunda mita dan ayah al sudah pulang sejak 3 sore tadi, tapi sampai sekarang pun Aldeen dan Athira tidak mengetahui nya. Sedangkan, adel dan arya mereka baru saja sadar dari alam mimpinya. Dan sedang di mandikan oleh bunda mita dan ayah al.
^16.58^
2 menit lagi akan menunjukan pukul jam 5 sore, dan kini aldeen baru saja bangun dari tidur lelap nya. ia mengerang karena merasa pusing di bagian kepalanya, ia berusaha menetral kan semuanya dan mencoba melawan rasa pusing nya. Kini ia menatap jam dinding yang ada di atas TV canggih nya. Lalu, dengan segera ia memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah nya, ia langsung keluar dari kamar dan berjalan menuju lantai bawah, dan benar saja apa yang di duga nya benar, bahwa orangtua nya sudah pulang.
Tetapi, sampai jam 6 sore menjelang senja Aldeen sama sekali belum melihat batang hidung Athira.
"Loh? Dimana Athira, Al?" tanya bunda mita yang kini sedang sibuk menyuapi sendok per sendok makan kepada Adel dan Arya.
Aldeen tak menjawab, ia menatap Adel dan arya.
"Kaka cantik itu masih tetidur di kamar, ka" jelas Adel mengetahui tatapan Aldeen.
"Oh, ya ampun kenapa Adel ga bilang sama bunda. Yaudah, kamu bangunin dulu sana," perintah bunda mita yang langsung di turuti oleh Aldeen.
Aldeen Berjalan menaiki anak tangga menuju kamar yang tadi di gunakan Adel dan Arya untuk beristirahat.
Aldeen membuka kenop pintu secara perlahan dan disitu lah Aldeen melihat Athira yang masih tertidur pulas di sofa, rambut nya tergurai begitu saja secara random.
karena gemas melihat Athira yang sedang terlelap ini, kini aldeen malah sibuk memainkan rambut athira dan sesekali menarik nya agar sang pemilik rambut tersebut terganggu dan bangun dari jalan alam mimpinya yang begitu panjang.
__ADS_1
Hingga akhirnya aldeen mendengar athira melenguh karena terganggu dengan apa yang di lakukannya. Tetapi, athira hanya melenguh tanpa membuka atau bangun dari tidurnya.
Kini tangan aldeen beralih menarik pipi lembut milik athira, karena gemas sesekali ia menoel- noel pipi Athira.
"Enghh ..." lenguh panjang Athira, terlihat disitu dahi athira berkerut tapi masih dengan mata yang terpejam.
tarikan terahir, Aldeen menarik nya dengan sangat kencang sampai sang pemilik pipi itu pun meringis kesakitan, dan mengerjap- ngerjap kan matanya.
Athira terbangun dari tidur nya, ia mencoba duduk dan menyesuaikan cahaya yang ada di dalam ruangan. Ia memegangi kepala nya yang sangat pusing dan terasa berat, di bandingkan pipi nya yang di tarik, kini ia lebih meringis kesakitan karena kepala nya yang pusing. Tak ada senderan kini ia menjatuhkan kepala nya di bahu seseorang yang sampai sekarang Athira belum sadari bahwa seseorang yang di depan nya adalah Aldeen Alfiandra.
Aldeen yang di jadikan senderan kepala Athira hanya diam tanpa memberontak, ia hanya memberikan waktu agar Athira 100% sadar dan pusing di kepala nya hilang.
1 menit berlalu, kini pusing Athira sudah memudar, lalu ia pun kembali menegak kan badan nya dan merapihkan rambut nya dan sesekali ia mengucek- ngucek matanya. Hingga akhirnya matanya bertemu dengan manik mata Aldeen, entah kenapa kini tatapan nya terkunci hanya untuk aldeen seorang.
Athira yang terkunci tatapan nya kepada Aldeen berbeda dengan tatapan Aldeen kepada Athira, kini Aldeen menatap Athira datar tanpa ada maksud apapun, dan Aldeen berucap,
"Mandi dan salat lah, sudah jam 6," nada ucapan aldeen kini terdengar tenang dan damai. Athira yang di ajak bicara itu tak mengubris ucapan aldeen dan tatapan nya masih terkunci hanya melihat aldeen seorang.
Aldeen memetikan ibu jari nya dan jari tengah nya secara bersamaan sehingga menghasilkan suara yang bisa membuat orang tersadar dari lamunan. Athira yang di kagetkan dengan petikkan jari itu pun mengerjap- ngerjap kan matanya, ia gelagapan lalu ia menuntun rambut nya yang sedikit menutup wajah nya kebelakang daun telinga nya.
"Iy- iya ka," balas Athira masih menunduk kepala nya tanpa menatap orang yang ia ajak bicara.
lalu, Aldeen berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Athira yang malu dengan apa yang ia lakukan barusan. Athira frustasi, bisa- bisa nya ia tertidur selama 4 jam di sofa kamar tamu. Athira teringat, ia tertidur disini karena ingin menjaga 2 adik kembar itu, tapi nyatanya 2 adik kembar itu sudah tak ada di ranjang tidurnya. Lalu, tak sengaja ia menatap jarum jam dari ekor matanya, dan ia kembali tersadar dan berjalan cepat keluar dari kamar dan menuruti perintah Aldeen sebelumnya.
*Meja makan
kini keluarga Alfiandra sedang makan malam bersama, di tambah 2 anak kecil kembar yang sangat memenuhi suasana canggung.
"Gimana keadaaan kantor, Vin?" tanya ayah al di sela memakan hidangan nya.
"Ya gitu, masalah sekretaris Alvin nyuri benda berharga dari gedung penelitian masih di permasalah kan," jawab alvin setelah meminum habis air yang ada di gelasnya
"Jadi gimana? sekretaris kamu mau di apakan??" tanya bunda mita kepada alvin
"Dia bilang dia cuman dituduh, dan di permainkan oleh seseorang, tapi masih kurang jelas. Jadi, masih di proses dan untuk sesaat sekretaris alvin di cuti in." jelas Alvin
Athira dan Aldeen hanya diam tanpa ikut campur dengan urusan mereka, mereka berdua hanya sibuk menyantap hidangan nya.
"Oh iya! kalian besok sekolah loh, jangan sampai ada yang lupa sama barang-barang yang di bawa," ucap bunda mita mengingatkan Aldeen dan Alvin
"Iya, bun." jawab Athira dan Aldeen secara bersamaan
TBC.
(: Terimakasih yang sudah membaca :)
-Nadiaalyazh
Maaf Nanad ga jadi bikin part khusus cast pemain Journey life, Athira. Tapi, Nanad tetep post Cast Athira dan Aldeen di bawah ini ya. Semoga bisa memenuhi ke kepoan kalian:v
Athira Shilanva, Lahir pada Bulan Maret tanggal 5. Mempunyai Sifat Ceria dan aktif, mempunyai pemikiran untuk bisa semuanya dan selalu ingin membahagiakan orang lain, ia juga selalu meimikirkan sebelum berbicara atau pun berkehendak. Mempunyai Sisi buruk selalu memendam semua keluh kesah nya sendirian tanpa ingin berbagi pada orang lain dan mempunyai fobia pada Gentur/ petir. Hobby menulis cerpen dan menyanyi.
__ADS_1
Aldeen Alfiandra, Lahir pada Bulan Februari tanggal 17. Anak bungsu dari bunda Chamita dan ayah Althan, mempunyai sifat cuek keturunan Althan, tapi dia punya sifat yang jarang di ketahui orang- orang.Aldeen mempunyai sifat diam-diam perhatian dan pengertian. Orang nya suka nganggetin, kek tiba-tiba jadi sayang gitu la UwU.
Punya hobby bermain game online dan bikin histeris kaum hawa. Sisi sifat buruq nya, ia belum pernah menyukai lawan jenis nya mungkin bisa di bilang bukan cowo normal dan juga ia tidak suka di bantah.