Journey Life,Athira

Journey Life,Athira
Episode 17


__ADS_3

karena sedang ramai,setelah keluar dari mobil athira langsung berlari cepat meninggalkan pintu mobil terbuka begitupun meninggalkan sang suami nya.


Aldeen yang di tinggalkan athira begitu saja hanya pasrah dengan kelakuan athira yang tak berubah-ubah,aldeen pun menutup pintu penumpang yang terbuka lebar karena athira langsung meninggalkannya, dan aldeen pun mengunci mobil nya otomatis dari kunci mobil.


Journey life, Athira ~ Ep.16


"Rinaa!!" panggil raka kepada rina yang baru saja akan melangkah masuk kelasnya. Rina berbalik badan dan mencari darimana asal suara cowo tersebut.


"Disinii!" teriak Raka sambil mengangkat sebelah tangannya,berharap Rina dapat menemukannya.


Rina menatap kearah raka yang telah melambaikan tangannya, terlihat disana juga ada Aldi dan Joey. Rina pun berjalan menghampiri mereka bertiga dengan tas sekolah nya yang masih ia gendong di bahu kanannya.


tanpa disuruh Rina langsung duduk di tempat kosong, di samping joey. Rina menaruh tas sekolahnya di atas meja, sebelum mengeluarkan suara ia membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.


"Gaya lo sok iye *******!" umpat Raka menatap jijik ke arah Rina.


"Iri bilang bos!!" balas Rina tak acuh, lalu ia mengangkat sebelah alisnya mengisyaratkan ada apa.


"EH iya! lo tadi berangkat bareng siapa??" tanya aldi setelah menaruh handphone canggih nya.


"Nanya??" tanya Rina tak acuh, pasalnya rina berfikir 'bisa bisanya mereka nanya setelah semalem menolak untuk menjemput nya dengan kata-kata yang amat nyelekit.'


"Yaelahh,buat yang semalem maafin banget sumpah,tapi emang bener pagi ini kaga bisa jemput lo." jelas Aldi yang langsung di angguki Raka. Oh iya! mau kasih tau kalau Raka sama aldi itu saudaraan,bedaa orangtua, kaya sepupu gitu lah makanya mereka deket.


"Sama aldeen." jawab singkat Rina sambil mengeluarkan handphone nya dari saku rok nya.


Setelah menjawab tersebut,mereka masih saja meributkan tentang aldeen dan bla bla bacotan gajelas gitu lah. Lalu, tiba-tiba Rina angkat suara.


"Eh... itu murid baru yang kata lo semalem,kan??" tanya Rina sambil menatap gerak-gerik seseorang yang bernama Nathan tersebut. Raka,Aldi,Dan joey mengikuti arah tatapan Rina.


"Iyaa tuh!! ganteng banget *****." kata Raka heboh


"Bening *****" Aldi ikut memuji.


Rina yang mendengar pujian tentang lelaki seperti itu langsung merasa jijik,pasalnya yang menguji juga lelaki. Padahal menurut rina biasa saja,tapi di liat dari sisi lain juga memang benar faktanya jika Nathan benar-benar tampan.


Joey menatap kedua temannya dengan wajah lucu, mereka masih saja membicarakan murid baru tersebut, mulut teman nya itu memang benar-benar lincah jika sedang membicarakan orang lain.


"Gua ke kelas duluan." pamit Rina sambil mengambil tas sekolahnya lalu menyampirkan di bahu kananya dengan tangan kiri yang mengenggam handphone canggih nya. Sambil berjalan tatapan rina sibuk dengan handphone yang ia pegang di tangan kirinya,jari nya terus bergerak lincah di layar handphone nya.


saking fokus nya dengan handphone, tibs-tiba ada seseorang yang tak sengaja menyenggol lengan kiri nya sehingga handphone canggih nya jatuh ke bawah lantai dan menghasilkan suara 'Prakk.' Rina sampai tak menjamin jika handphone nya tidak meninggalkan jejak.


Rina meraih handphone nya lalu membersihkan layar handphone nya yang sedikit debu, seseorang yang telah menyenggol nya tanpa sengaja tersebut berbicara, "Aduh! kaa, m-maaf bangett kaa,maafin akuu ya kaa,maaff!!" orang tersebut sambil berjalan mundur perlahan meninggalkan Rina.


Rina menatap adik kelasnya jijik,jika tak niat meminta maaf mending tidak usah sekalian, benar-benar kegenitan sampai tak ada niat baik untuk nya. Yap! adik kelas tersebut sedang berlari kecil mendekati murid baru yang bernama Nathan itu.


"K-ka rina... itu... handphone nya k-kenapa??" suara athira terdengar peduli di telinga Rina.


Rina menoleh ke arah Athira dengan tangan kananya yang masih sibuk mengelap layar handphone nya, Rina tergugup.


"Eh? ngga sih ngga kenapa-kenapa," kata Rina tiba-tiba memelotot ke arah layar handphone yang ternyata pecah dengan goresan-goresan yang sangat tak ia percaya.


"Ga kenapa-kenapa, kok... kaya kaget gitu ya,ka??" kata athira sedikit pelan karena takut salah bicara.


"Ya gitu sihh,tadi jatuh karena ada yang nyenggol,"


"Terus orang nya kemana??" tanya Athira yang mencari-cari seseorang yang bisa ia anggap telah menyenggol kaka kelasnya.


"Itu... bukan,ka??" tunjuk athira kepada seorang wanita yang memang benarnya bahwa orang tersebut lah yang telah menyenggol Rina hanya karena berlari menghampiri murid baru kelas 11.


Rina mengangkat kedua bahunya tak acuh,ia masih saja menatap lirih kepada layar handphone nya.


"Eh?? itu nathan," ucap Athira.

__ADS_1


"Gue masuk dulu,ya." ucap Rina langsung pamit dan meninggalkan Athira begitu saja tanpa menunggu balasan dari Athira.


Karena ramai nya pagi ini, Athira pun langsung berbalik badan dan berlari kecil untuk menghindari nathan,karena bakal gawat banget kalau tiba-tiba nathan memanggil nya.


setelah mengendap-ngendap untuk menghindari athira,kini athira berada di kantin sekolah, ia menduduki kursi panjang yang tersedia di dalam kantin sekolah tersebut.


Athira tak tahu seberapa lama ia harus mendiam di kantin sekolah ini,pasalnya bell masuk juga akan berdering beberapa saat kemudian.


"Hayy...." sapa seseorang membuyarkan athira yang sedang melamun dengan kedua tangan yang memangku dagu nya. Athira menoleh ke arah suara dan menemukan kaka kelas nya.


"Eh? ka Ariell...." sapa balik Athira tersenyum,ia menaruh kedua tangan nya di atas pahanya agar bisa lebih sopan.


"Lagi ngapainn??" tanya Ariel sambil mengerutkan dahi dan mengangkat sebelah alis nya.


"Thira??, thira juga gatau." bohong Athira,padahal ia tahu betul tujuan nya ke kantin hanyalah untuk menghindari kerumunan pagi karena si TAMPAN Nathan.


Ariel terkekeh kecil. lalu, Ariel duduk di samping Athira sambil mengeluarkan handphone nya dari saku celananya, ia menggerakan jari lincah nya hingga menampilkan sebuah aplikasi canggih yang tak lain adalah sosial media.


Ariel sedikit menajauhkan handphone nya sehingga Athira bisa melihat apa yang Ariel sedang buka di handphone Ariel. Ariel membuka kamera yang tersedia di aplikasi instagram.


Sebuah efek menampilkan emot telinga kelinci yang panjang dan juga hidung kelinci, terlihat disana wajah Athira sedikit ceria setelah melihat dirinya sendiri.


Ariel mengangkat kedua alisnya dengan bibir yang melengkung di depan pantulan kamera handphone nya, Ariel menatap Athira gemas. Bukan karena efek,tapi nyatanya waajah Athira memang sangat menggemaskan.


"Mau foto?" tawar Ariel dengan senang hati.


"Bo-boleh??" tanya Athira gugup,se umur-umur nya ia belum pernah memotret dirinya sendiri,ia hanya pernah memotret orang lain.


"Ya boleh,dongg" Ariel terkekeh lalu mulai menampilkan pose dan bersiap untuk memotret dirinya dengan Athira.


"Siaapp yaa" Ariel memberikan aba-aba sebelum ia memencet tombol potret.


Ahtira dengan ceria menampilkan pose yang sangat menggemaskan, kali pertamanya!


'Ckrekk!!'


"Excited banget,kaya baru pertama kali ajaa...." kekeh Ariel menatap gerak-gerik Athira yang tampak nya begitu ceria setelah di potret.


"Ya! benar,ini memang pertama kali nya Thira foto." jawaban Athira membuat Ariel menatap Athira tak percaya, gadis manis seperti Athira sebelumnya belum pernah foto.


"Bercanda,yaa??" Ariel masih tak percaya sesekali ia terkekeh merasa Athira sedang melucu.


"Benar,kok!" kata Athira mengembalikan handphone Ariel lalu kembali berucap, "Ayo kak,lagii...." pinta Athira.


"Sekuyy lahh" Ariel memosisikan handphone nya di depan pertengahan antara dirinya dan Athira,agar mereka berdua bisa menatap pantulan wajah nya dari handphone.


Belum tombol potret di pencet, sudah di ambil alih dengan orang yang tak sopan.


Sontak Athira dan Ariel mendongak melihat siapa orang yang menganggu nya. Ariel menatap orang tersebut bingung sekaligus kesal karena dirinya telah di ganggu. Sedangkan, Athira ia menatap orang tak sopan tersebut terkejut.


Aldeen... yap! orang tersebut adalah teman sekelas Ariel sekaligus suami Athira. Aldeen menatap Ariel dengan tatapan dingin yang sangat tak bersahabat.


"Ngapain disini?" tanya Aldeen kepada Athira dengan nada yang begitu dinginnya.


"Ya lo liat aja sendiri gua sama Thira tadi ngapain,bodoh." bukan Athira yang menjawabnya melainkan Ariel yang masih sedikit kesal karena di ganggu.


"Gua ga nanya sama lo."


"yaa... em- Thira disini... k-karena bosen aja di k-kelas, sihh...." bohong Athira tersenyum canggung.


"Balik,mau bell." perintah Aldeen masih setia mengenggam handphone milik Ariel.


Athira gelagapan, ia menoleh ke arah pergelangan tangan kiri Ariel yang mana Ariel berada di kanannya, jadi sangat memudahkan nya untuk melihat jarum jam. Athira sedikit menarik pergelangan tangan dan menatap fokus ke arah jarum jam pendek yang kini telah menunjukkan pukul 6.45.

__ADS_1


Masih ada 15 menit lagi untuk bell masuk. Sebenarnya athira masih bisa sedikit berlama di sini,tapi karena tidak ingin membantah perintah aldeen yang selalu saja bernada seperti memaksa.


Tanpa sepengetahuan Athira, kini tatapan Aldeen seakan memanas dan mungkin akan terbakar beberapa saat lagi setelah melihat Athira dengan mudahnya menyentuh kulit Ariel,meski hanya sebatas kulit pergelangan tangan. Tetapi,hingga saat ini pun Athira tidak pernah menyentuh kulit Aldeen dengan sengaja.


Aldeen tahu betul apa yang akan dirasakan nya jika kulit athira bersentuhan dengan nya dengan sengaja,akan sangat berbeda dengan rasa jika menyentuh dengan tidak sengaja.


Tak butuh waktu lama,Aldeen langsung mengenggam telapak tangan Athira dan menyelesupkan kelima jarinya kedalam hempitan jari-jari Athira. Athira terkejut bukan main,pasalnya ini pertama kali nya Aldeen berbicara langsung di dalam wilayah sekolah.


biasanya juga tidak berbicara, karena kemauan Athira yang tak ingin memperbanyak gosip di sekolah. Kini, dengan kemauan Hati aldeen tersendiri dengan berani nya ia berbicara dengan Athira di wilayah sekolah, Bukan hanya bicara tapi juga dengan mengenggam tangan Athira di depan umum.


Tentu saja, kantin ini umum bukan hanya Ariel yang terekejut melihat itu, murid sekitar mereka juga menatap dengan terkejutnya, eh bukan-bukan lebih tepatnya geram karena Kelakuan Athira selalu saja memenuhi gosip sekolah.


Aldeen menarik Athira dengan paksa, beberapa kali Athira sudah mencoba untuk melepaskan genggaman tersebut. Tapi nihil,Aldeen lebih kuat daripada dirinya.


Hingga saat sedang berpapasan dengan trio pencari ulah di sekolah,Athira mendengar dengan saat jelas se jelasnya! Trio tersebut mengumpatkan nya dengan kata-kata yang amat kasar dan sangat tak berpendidikan. Setelah sedikit melamun kan umpatan trio kakel nya tersebut.


Athira tersadar, lalu ia menghentakkan tangan nya dengan sepenuh tenaganya, dan tak sia-sia. Genggamannya dengan Aldeen kini terlepas, dan aldeen menoleh ke arah Athira dengan tatapan yang masih sedikit kesal.


Tetapi, tatapan kesal tersebut seketika kalah dengan tatapan marah Athira.


"Biar apa si, hah?!" ucap Athira dengan nada marah di tambah tatapan marah nya, benar-benar serius hingga bisa membuat satu sekolah hening seketika,yang dari lantai 2 langsung berjejer menatap kejadian pagi yang amat serius ini.


Aldeen gelagap sekaligus bingung dengan sifat Athira yang seketika berubah menjadi garang:v


Tapi, yang namanya Aldeen ya tetap Aldeen, ia menatap dingin kearah Athira tanpa niat membalas ucapan Athira.


"Udah merasa paling cakep ya??!" ucap Athira dengan beraninya terhadap kaka kelas sekaligus SUAMINYA SENDIRI. Terdengar hentakan kaki yang sedang berlari menghampiri keduanya.


"Thiraaaa...." panggil orang tersebut. Athira yang di panggil sama sekali tak berniat untuk menoleh ataupun membalas panggilan dari orang tersebut.


"Udah-udah, yaa...." ucap Nathan sambil merangkul dan mengelus bahu Athira. Athira ya tetap Athira, jika sudah kesal apa pun yang menenangkannya tidak akan mempan sama sekali.


Athira menghentakkan bahunya sehingga tangan nathan terlepas begitu saja dari bahu nya. Lalu, dengan seketika Athira langsung tersadar dengan apa yang sudah ia lakukan, dengan hati dan pikiran yang masih berantakan Athira berlari pergi meninggalkan ramainya murid lain yang berkumpul.


Dan seketika juga Aldeen tersadar dengan perlakuan nya di pagi hari ini, dengan perasaan berkecamuk Aldeen juga pergi meninggalkan kumpulan Murid-murid lainnya.


Para murid yang berkumpul hanya untuk menyaksikan pergulatan pagi ini bersorak mengejek Athira, karena waktunya terbuang begitu saja. Sudah tau membuang waktu masih saja kepo.


Nathan yang ditinggal begitu saja oleh Athira, hendak menyusul Athira. Tetapi,ia urungkan niat tersebut karena bunyi bell masuk telah berkumandang, dan juga mungkin Athira sedang butuh waktu untuk dirinya sendiri.


ALDEEN POV


Setelah pergi meninggalkan kerumunan murid-murid, sekarang gua berada di belakang gedung sekolah,dan di tempat ini sering kali menjadi tempat tongkrongan murid-murid nakal untuk menghindari jam belajar. Tempat nya sedikit kotor dan banyak tempat persembunyian.


Disinilah gua,di atas anak tangga menuju gudang sekolah. Gua menutup muka gua dan sesekali meremas rambut gua kasar, mengingat kelakuan apa saja yang udah gua lakukan pagi ini, dan berfikir keras untuk meramal tentang apa yang akan terjadi setelah ini.


 


 


 


 


 


 


TBC.


(: Terimakasih yang sudah membaca :)


-Nadiaalyazh

__ADS_1


 


 


__ADS_2