Journey Life,Athira

Journey Life,Athira
Episode 2


__ADS_3

Kini Athira Sedang berkutat dengan tugas IPS yang di berikan oleh pak guru, tak peduli apa kata orang, Athira hanya akan fokus pada dirinya.


"Woy *******!" teriak salah satu murid bernama Samuel Marquez kepada Athira. Kini kelas sedang tidak ada guru maka dari itu ia tidak segan-segan untuk mengumpat. Athira sama sekali tidak menoleh karna dirinya lahir dengan nama Athira Shilanva bukan *******.


"Conge ya lo?!" umpat salah satu teman Samuel, bernama Abel Giovany Avian. Lalu, dengan Geram nya Ia menggebrak Meja Athira. Athira terpelonjak kaget,lalu mendongak ke Abel dengan muka yang masih terkejut


"Dasar Kuping ***!! Dari tadi lo denger ga sih samuel manggil lo, *******!" umpat Abel meninggi kan suaranya.


"Nama gue Athira." jelas Athira datar,lalu ia beralih menatap kembali buku nya. Athira Bukan Nerd,yang akan tetap sopan kepada orang-orang yang telah mencaci makinya. Ia bisa saja melawan hanya saja ia tak ingin memper panjang masalah. Selama ini hanya cacian dan makian, Athira akan tetap bersabar. Tetapi, jika ke ahliannya di ganggu ia tak akan tinggal diam. Semacam Keahliannya Dengan semua pelajaran dan menjadi peringkat 5 besar.


"Dasar Lontee!!" geram Samuel kepada Athira lalu menjambak keras rambut hitam pekat milik Athira. Sang pemilik rambut tentu kesakitan,Athira memekik kesakitan agar Samuel berhenti menjambaknya.


Samuel melepas jambakan nya kepada Athira dengan membentak nya, tentu Athira terjatuh dan kepala nya terbentur Tembok.


"Nama lo itu jelek!, kata ******* itu lebih cocok buat manggil lo!?" Samuel tak berhenti mencaci maki Athira di tambah umpatan  nya yang pedas.


"Shh ... Awshh, aduhh ...." Athira meringis kesakitan sembari memegang kepala bagian belakangnya yang terasa sangat cenut-cenutan. Tak mau terlihat aneh ia pergi meninggalkan kelas dan pergi menuju toilet,sembari berjalan ia masih memegang kepala nya yang masih terasa sakit.


"Aduhh ... ishh Kenapa sakit banget sihh ah!" geram Athira monolog, Setelah melihat seorang lelaki keluar dari kelas, Athira merasa sangat tidak sanggup menahan Kepala nya yang terasa sakit banget dan Ia pun terjatuh pingsan.


 


 


Athira terbangun dari tidurnya yang cukup lama, ia masih merasakan sakit di kepala bagian belakang nya. ia memegang kepala belakang nya dengan pelan


"Awshh ...." lirih Athira saat ia tak sengaja menyentuh titik kesakitan nya, sepertinya kepala nya benjol.


"Eh? udah bangun??," tanya seseorang yang tiba-tiba datang dari balik pintu. Athira bahkan tidak sadar bahwa dirinya sedang di rumah sakit.


"Eh i-iya bu, thira kenapa di bawa ke rumah sakit??," tanya Athira berusaha untuk duduk, bu Riska berjalan mendekati Athira.


"Kamu pingsan pas di koridor, kepala mu juga benjol, kamu ke jedot apa? bisa sampai parah banget gitu." kata Bu Riska dengan muka yang khawatir


"Ahm ... hehe Thira lagi mainin kursi gitu terus tiba-tiba nge jungklang ke belakang gituu ya jadi benjol deh," kekeh Athira berbohong dengan muka yang sama sekali tak menampilkan wajah sedih melainkan dgn wajah yang bisa sangat di percaya.


"Yeuhh, udah di bilang juga kursi bukan buat di mainin nanti rusak emang kamu mau ganti??," imbuh Bu Riska.


"Hehe iya maafin Thira bu ... oh iya bu yang tau pertama Thira pingsan siapa??sampe Thira bisa di bawa ke sini?," tanya Thira masih kepo, dari dulu kalau ia di caci maki ia tak pernah sampai di bawa ke rumah sakit.

__ADS_1


"Aldeen yang tau pertama kali, kamu di gendong sama dia sampai taxi dateng terus dia balik ke kelas karena masih ada kelas." Jelas Bu Riska lalu ia duduk di kursi yang berada di samping ranjang.


"Oh iya, tadi ibu udah telpon orangtua kamu tapi katanya ga bisa dateng jemput kamu pulang. Katanya lagi keluar kota?" Ucap Bu Riska


"Hah?! ibu nelpon Orangtua saya??" Pekik Athira terkejut, Reaksinya sampai membuat Bu Riska sama dgn terkejut nya.


"Hey Heyy kamu kenapaa?? Iya ibu nelpon orangtua kamuu, emang nya kenapa sih sampai Bu Riska di buat terkejut sama kamu," tangkas Bu Riska ke bingungan karena Athira bisa sampai terkejut.


"Ya ... gapapa sih orangtua Thira kan lagi luar kota makanya Thira kaget," lagi-lagi Athira berbohong, sebenarnya ia tidak tahu sama sekali tentang orangtua nya yang sedang di luar kota. Athira musti pulang cepet karena kembar pasti di titipkan ke tetangga, ia sudah tahu betul kalau orangtua nya suka menitipkan Kembar ke tetangga.


"Kenapa kaget gitu, emangnya kamu ga tau??" tanya Bu Riska


"Tau tau Thira udah tau ko, oh iya bu ...  Athira ga suka bau rumah sakit. Athira mau pulang sekarang yaa??" tawar Athira memohon lalu mencoba untuk duduk tegak.


"Loh! ko sekarang sih bentar lagi ya tunggu kamu mendingan,emang nya di rumah ada siapa??" tanya Bu Riska


"Ada Bibi, tenang ... Athira bisa jaga diri ko bibi athira juga baik orang nya. Ya buu iya dong yaa hihi, kalau ga bisa anter  Thira pulang Athira bisa pakai angkot," jelas Athira kekeuh ingin pulang sekarang


"kamu teh kunaon sih iya dehh, ibu bilang dulu sama dokter ny nanti ibu yang anter pulang." tukas Bu Riska lalu bangkit dari duduk nya


"Ihh buu Thira bisa pulang sendiri pake angkott ko." sela Athira menolak di antar pulang Bu Riska.


"Ey? iya deh iya, hihih." balas Thira pasrah aja deh ...


Bu Riska mengangguk dan tersenyum lalu pergi meninggalkan Thira, Kini Athira sedang berusaha untuk bangkit dari ranjang untuk mengambil tas nya yang bergeletak di bawah lantai. Setelah mendapatkan nya ia mengeluarkann sebuah hoodie dari dalam tas nya lalu mengenakannya.


 


 


*Rumah


kini Athira sudah di antar pulang dengan Mobil bu Riska dengan selamat.


"Terimakasih Bu, maaf thira ngerepotin ...." keluh Athira Tersenyum hangat pad Bu Riska


"Engga neng Gaada yang ngerepotin, Yaudah kamu istirahat jangan banyak aktivitas dulu. di minum juga obatnya, besok kamu izin aja nanti ibu yang ngabsenin." kata Bu Riska sangat peduli kepada murid nya.


Seandainya Athira bisa mendengarkan kata-kata itu dari mulut orangtua nya, ia akan senang bahagia bukan main lagi.

__ADS_1


"Hehehe iya bu Ntar Thira minum obat nya teratur," ucap Athira masih dengan Senyum manis nya


"Iyaudah, Ibu pulang dulu. Assalamualaikum." pamit Bu Riska


"iya bu Waalaikumussalam." jawab Athira seraya melambaikan Tangan nya.


Setelah  buntut mobil bu riska tak terlihat, Athira menaruh tas sekolahnya asal di teras rumah lalu, ia Berjalan menuju Rumah tetangga dimana kembar suka di titipkan.


Athira Mengetuk-ngetuk Pintu gerbang tetangga nya itu dan sesekali mengucap kan salam. Sampai pada akhirnya pintu utama tetangga itu terbuka dan menampilkan perempuan yang lebih tua dari dirinya.


"Eh?? Thira kok udah pulang??." tanya perempuan paruh baya itu sembari membuka pintu gerbang nya.


"Hari ini lagi pulang cepet bu hihi, oh ya kembar ada disini??" tanya Athira ramah


"Kembar pergi ikut orangtua kamu, tadi ibu liat orangtua kamu pergi jam 9 an," jelas bu vina


"Ouhh iyakah?? okedeh hihi maaf ganggu bu vina ...." ucap Athira lalu pamit dan kembali kerumah. Ia memasuki Rumah nya dengan rasa bingung,senang,dan masih pusing tentunya:v


"anjayy Kembar di ajak, mantap deh anak kecil itu butuh perhatian orangtua yang lebih besar." ucap athira senang dan terharu lalu ia pun memulai rutinitas pulang sekolah nya dan akan kembali beristirahat karena kondisi nya.


(20.00)


Kini athira sedang berkutat dengan laptop hitamnya sesekali mengetikan kata demi kata di laptop nya. Ia Terlalu asik sampai tidak tahu bahwa ada orang yang memasuki rumah tanpa mengetuk atau mengucapkan salam, sampai akhirnya ia sadar saat mendengar suara gemercik air dari arah dapur ia pun bangkit dari kasur nya lalu mendekati asal suara itu.


Dan ternyata orang itu adalah kaka nya sendiri,karena sudah mengetahui siapa yang masuk ke rumah malam malam gini, athira pun kembali ke kamar nya dan melanjutkan ativitas yang tadi terjeda. Baru saja ia mengetikan 5 kata, tiba-tiba kaka nya datang ke kamarnya tanpa mengetuk dan ia berucap, "Temen-temen gue mau nginep disini, lo gausah keluar. kalau mau ada yang di ambil cepetan di ambil sekarang." jelas Rizky tegas


Athira pun mengerti, karena kaka nya ini ga suka di bantah, Athira langsung saja berjalan ke arah dapur dan mengambil cemilan-cemilannya lalu ia mengambil botol minum dan mengisi nya dengan air putih lalu kembali ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Ia sudah terbiasa dengan semuanya, dari kelakuan orangtua nya dan kaka nya dan kebiasaan orangtua dan kaka nya. Ia sudah mengkhatam semuanya, dan sekarang ada perubahan yaitu 'Kembar di ajak pergi dengan mama dan ayah.'


sebuah kabar yang baik,karena Athira gamau jika 2 adik kembar nya jauh dari perhatian dan kasih sayang orangtua, bahkan Athira selalu memikirkan 2 adik nya itu saat sampai di sekolah. Bagaiman ke dua adik nya di perlakukan?? Tapi ia percaya Orangtua nya tidak akan membuat yang senonoh. Karena kebutuhan Ke 2 adiknya ini selalu terpenuhi.


TBC.


(:Terimakasih yang sudah membaca:)


-Nadiaalyazh


 


 

__ADS_1


__ADS_2