Journey Life,Athira

Journey Life,Athira
Episode 3


__ADS_3

^Malam Sabtu^


Malam Ini Athira Terpaksa Untuk berdiam diri di kamar nya, Untung nya Kamar Athira berada di belakang, jadi ia tak usah khawatir untuk terus mengetik kata demi kata di laptop nya. Athira lupa menanyakan kepada rizky kemana kembar di bawa orang tua nya, apa malam ini mereka tidak pulang?.


Haah ...


Kini rasa bosan melanda diri Athira, ia mendengar suara ricuh di tambah tawa an di luar kamar nya, Ia jadi merasa iri kepada kaka nya yang mempunyai banyak teman. Athira sudah tidak pernah lagi membawa teman nya kerumah atau pun bermain ke rumah teman, sisca cervany sahabat kecil Athira kini sedang berada di surga nya Allah, ia meninggal dunia di umur 10 tahun karena depresi. Orangtua nya tidak pernah memberikan kasih sayang melainkan Sisca selalu di pukuli karena tidak becus membersihkan rumah, sisca diperlakukan seperti seorang pembantu. Athira sangat berduka karena telah kehilangan Sahabat kecil nya itu, Sisca selalu berbuat baik kepadanya, ia tak pernah menampilkan sisi sedih nya kepada Athira melainkan Sisca selalu menghiburnya di kala Athira sedih. Athira sangat kagum kepada Sisca, ia selalu terlihat tegar walau hati nya hancur.


"Thiraa jangan nangis lagi ya ... Ica selalu ada buat Thira ko. Kalau ada yang buat Thira sedih sini Ica pukuli orang nya, tapi kalau Ica lagi ga ada di sisi Thira, Thira harus tegar jangan nangis, jangan merendah. Thira berada di atas orang yang selalu merendahkan Thira. Ica tau Thira bukan anak yang suka merendah ko, hehehe Kita kan sahabat selamanya hihi." 


kata-kata nya itu selalu membuat Athira kembali mengingat masa lalu nya yang berwarna-warni karena ada nya Sisca, Thira selalu saja menangis saat mengingat-ingat masa lalu nya.


"Sisca ... andai kamu masih di sini, aku sangat membutuhkan mu, aku rindu senyum hangat mu, aku rindu saat kamu selalu memetikan bunga untuk ku," lirih Athira sambil meneteskan Air mata nya.


bisa kalian bayangin, orang yang selalu mendukung mu, yang selalu ada, yang tak akan pernah segan untuk melihat mu menangis di dekapannya kini pergi untuk selama-lama nya dan tak akan pernah kembali lagi. Kini, Athira memang harus menjadi diri yang mandiri dan tak pernah tergantung orang lain lagi. Demi sisca ia tak akan merendah dengan cacian dan makian orang-orang, ia harus tetap tegar dan tak akan mudah percaya pada kata-kata orang.


saat sedang mengenang sahabat kecil nya,tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar nya sangat keras sampai membuat Athira Terpelonjak Kaget. Athira dengan cepat mengusap pipi nya untuk menghilangkan jejak air matanya. Lalu, ia menunggu sesuatu ...


Ketukan kedua yang Athira tunggu kini berbunyi dgn lebih keras di banding ketukan pertama, Athira bingung harus apa, apa ia harus mebuka pintu kamar nya? atau hanya mendiami nya ... Athira sangat di landa bingung dan panik, Dan kini Ketukan ketiga berbunyi dengan lebih kasar, Pintu kamar Athira terasa akan roboh ...


Tanpa pikir panjang lagi Kini Athira berjalan dan membuka pintu kamar nya, dan ia melihat ibu nya yang sedang menggandeng sebelah tangan kembar dengan mimik wajah kesal.


"Abis ngapain kamu hah?!, Buka pintu aja lama bangett. Nih!, Kembar tidur bareng kamu aja disini," hardik mama nya Athira


"Ma-maaf ma, aku- " ucapan Athira terpotong oleh mama nya


"Berisik! udah nih, besok kamu jangan lupa beres-beres rumah sampai bersih, temen-temen rizky pada ngerokok disini, jadi besok ga boleh ada lagi bau rokok. Bangun pagi juga siapin sarapan yang banyak." tutur mama nya Athira dengan nada marah. lalu, pergi begitu saja tanpa memberitahu kenapa besok ia harus membuat sarapan yang banyak.


Athira menghembuskan Nafasnya, lalu membawa kedua adik nya masuk lalu menutup dan mengunci pintu kamar nya.


Karena Melihat Kedua adik nya yang tengah mengantuk berat, Athira pun peka dan segera menggendong kembar secara bergantian. Lalu, Athira mematikan lampu kamarnya dan menyalakan lamu tidurnya agar tidak terlalu gelap gulita. Athira pun ikut menyusul alam mimpi nya dengan menjadi tameng kembar agar tidak jatuh dari ranjang, kebetulan Ranjang tidur Athira di pojok jadi Athira hanya menjaga 1 sisi.


*Esok Pagi


Sesuai ucapan mama nya, kini Athira sedang beberes rumah dengan sangat giat dan teliti, ia tak ingin mama nya marah jika bau rokok masih tercium oleh hidung tajam nya. Sepenuh energi nya ia sumbangkan dengan ikhlas untuk membersihkan rumah dan memasak sarapan. Pikir Thira, mungkin hari ini akan kedatangan tamu spesial??

__ADS_1


Aroma Masakan mulai memenuhi seluruh ruangan, Athira sangat menyukai bagian masak-memasak, dengan senang hati pagi ini juga ia akan memberikan sarapan spesial penuh dengan cinta. Sambil bersenandung ia mulai memasak. Tiba-tiba sang mama menghampiri nya, dengan sopan Athira berhenti bersenandung dan menatap mama nya.


"Selesai beres-beres dan masak, cepat kamu mandi dan pakai baju yang mama taruh di atas meja belajar mu. Sampai tamu nya datang kamu harus setuju dengan semuanya gaada penolakan". jelas mama nya penuh dengan keseriusan,.


"Eh? ko gitu, emang nya tamu nya siapa??," tanya Athira sembari memotong-motong sosis


"Turutin aja kata Ayah dan tamu nya!" tegas mama nya lalu pergi


Karena tidak tau permasalahn nya, Athira pun tak acuh dan kembali fokus memasak sarapan. Setelah memasak dan beberes Athira pun mandi untuk membersihkan badan nya yang penuh dengan keringat di pagi ini. benar saja mama nya telah menyiapkan baju untuk dirinya. Yahh, lebih tepatnya gaun pesta?,Untuk apa gaun ini di berikan kepadanya?. Ini terlalu mengejutkan bagi Athira,


Kini Athira merasa akan ada firasat buruk ... Tapi dengan cepat ia hilangkan perasangka atau firasat buruk nya itu. Athira menggelengkan kepala nya lalu mulai memakai Gaun yang di berikan mama nya itu.


jarum jam sudah menunjukan jam 10 pagi menjelang siang, Kini Keluarga Hendrik sedang berkumpul di ruang makan bersama keluarga Alfiandra. Athira tidak mengenali satu pun dari keluarga Alfiandra, mereka bahkan bukan sepupu atau pun keponakan. Athira di buat makin bingung oleh keluarga nya dan keluarga Alfiandra. Hingga, tiba saat nya Ayah nya Athira berbicara.


"Jadi kapan kita akan menikahi anak kita?" tanya Ayah Athira kepada keluarga Alfiandra.


Nahh lohh, siapa yang mau nikah??, kian makin membingungkan. Tapi, Athira tetap tenang dan hanya menampilkan senyuman manis nya.


Sambil mendengarkan pembicaraan orangtua nya dengan orangtua Keluarga Alifiandra, Athira melirik ke arah lelaki muda yang Athira pikir masih di bangku SMA? dan aneh nya, lelaki itu sedari tadi menatap nya. Entah arti dari tatapnya itu, Athira hanya tersenyum untuk membalas tatapan aneh dari lelaki itu, Yaahh... walau raut muka nya datar tapi tetap ke ganggu kan jika di tatap terus.


Haa?? Athira cengo menatap Ayah nya Aldeen.


Tiba-tiba lengan nya di senggol pelan oleh mama nya yang duduk di sampingnya, Athira pun menoleh ke arah mama nya. Mama nya hanya memperlihatkan senyumannya.


"Ohh.. haha iya om, Thira mau dan siap," Jawab Thira masih tak percaya, dirinya akan menikah di umur 17 tahun dan ia akan menikah dengan lelaki yang ia tak kenal sama sekali.


"Nahh, Kalau nak Aldeen juga siap kan??" sekarang ayah nya lah yang menanyakan pertanyaan itu kepada Aldeen.


"Iya om, Saya siap." jawab Aldeen sambil melirik Athira sekilas.


Dan kini Athira baru meningat sesuatu, kalau tak salah sebelumnya ia pernah mendengar nama aldeen? tapi ia benar-benar lupa di mana dan kapan.


Setelah membicarakan kapan akan menikah dan persiapan pernikahan kini keluarga Alifiandra dengan Keluarga Hendrik sedang sarapan bersama, Athira senang banyak yang mengomentari bahwa masakan nya enak, tapi hilang begitu saja saat mama nya bilang bahwa masakan itu mama nya lah yang memasak. Padahal tentu dirinya, ia sudah susah payah memasak dan beberes.


(11.56)

__ADS_1


Entah apa yang akan di bicarakan,Orangtua Alifiandra membiarkan Kami waktu untuk berdua, kini Athira dan Aldeen berada taman belakang rumah Athira.


kan daripada diem aja, ga tahu apa apa. Athira pun membuka suara


"Aldeen ... kelas berapa?" cicit Athira tak tahu kenapa ia malu dan takut bicara pada Aldeen, baru pertama kali Athira yang membuka suara duluan ke cowo asing yang malah nantinya akan jadi suami nya sendiri.


"dua belas," balas nya singkat dan padat, ia menoleh kepada Athira dengan muka bingung


"ow-owhh, kalau Athira masih kelas 11. yahh ... bed-" ucapan Athira terpotong oleh Aldeen


"Gue dah tau," potong Aldeen kembali menatap ke arah depan dan tak melirik lagi ke arah Athira


"Kaka tau darimana?, eh ya tadi udah Thira kasih tau ya ehee," ucapaan Athira kini kian makin garing.


"Kita satu sekolah, dan ... apa lo ga pernah liat gue?," tanya Aldeen tanpa menoleh ke arah Athira, takut ia terkejut bahwa Athira lah yang waktu itu menabrak nya, dan dirinya lah yang menggendong Athira sampai taxi datang.


"Masa iya sih?, ak-aku ga pernah liat ka Aldeen maaf ...." kata Athira


"Oh. Aldeen, itu nama gue gausah panggil gue kaka." ucap nya lalu bangkit dari duduk nya dan pergi begitu saja


"Dih, ga jelas banget sih ah kezel. Oh ya apa jangan jangan Aldeen yang di maksud bu riska itu dia?? ih masa iya sih, gue ga pernah liat dia," kata Athira bermonolog, takut di marahi Athira pun ikut bangkit lalu menyusul Aldeen.


Setelah berpamitan, kini Athira termenung di kamar nya.


cihh masaaa iyaa gue nikah muda, kenapa sihh huaaa. Athira masih tak terima dengan apa yang akan terjadi nanti, orangtua ny memaksa. Gimana dengan Kembarr, Bayangkan aja deh iya bayangin aja dulu nih, seorang perempuan korban bullying di jodohin sama kakel nya sendiri yang cakep nya subhanallah masyaallah, dan tak pernah berpacaran kini malah akan nikah dengan cogan. Alhamdulillah ya Athira bersyukur, emang harus bersyukur biar berkah. Tapi gimana entar, dia udah terbiasa dengan kesendirian, apa entar Aldeen bakal marah-marah sama Athira? kan kalau masih kaya gini, Athira masih bisa diem di kamarnya. Lah entar dia kan bakal tinggal di rumah nya Keluarga Alifiandra, mau ngumpet dimana hiyy, mau nangis dimana.


TBC.


(: Terimakasih yang sudah membaca :)


-Nadiaalyazh


 


 

__ADS_1


__ADS_2