
"Wanita jangan bergerak, apa kamu sudah tak sayang lagi dengan kepala mu ha?"
Pedang yang ada di leher Yan Xie tak sengaja menyayat sedikit leher putih nya, hingga menyemburkan sedikit darah, jatuh membasahi kerah leher baju nya.
Bagaimana bisa hanya dengan senjata biasa dapat melukai tubuh nya?, Yan Xie hanya tak ingin menunjukkan kekuatan nya di depan orang-orang. itu saja
"Kamu bisa memotong kepala ku sekarang"
"Bagaimana mungkin, aku belum menikmati mu" sambil menelan air liur nya sendiri. kecantikan ini akan jadi milik nya. harus
"Kamu bisa, hanya jika kamu mampu" senyum Yan Xie semakin dalam menandakan bahwa dia tak sabar membunuh laki-laki berbaju hitam ini. yang seperti nya memang berasal dari organisasi pembunuh.
Berani nya mereka menginjakkan kaki nya di tempat ku ini, akan ku pasti kan mereka harus membayar nya. setimpal
Sebelum pembunuh itu membalas, seseorang memukul kepala bagian belakang nya sehingga pandangan si pembunuh itu mulai kabur, lalu jatuh ke lantai dalam keadaan tak sadar kan diri.
"Nona, anda baik-baik saja?" tanya Yan an khawatir setelah selesai memukul pria itu dengan tangan nya.
Berani nya pembunuh itu menyandara nona nya, akan dia pastikan pria itu lebih baik mati dari pada hidup.
"Lebih baik"
Melihat kehebohan ini. dia berbisik pada pengurus wu, "Selesaikan masalah ini dengan baik" sambil menatap Yan an. memberi kode
Melihat nona nya menatap ke arah nya, Yan an pun mengerti lalu menyeret si pembunuh itu untuk di bawa ke tempat ruangan lain.
Setelah mereka sampai ke pintu, se kelompok orang menghentikan nya.
"Nona berikan pembunuh itu kepada kami, orang ini mencoba membunuh tuan muda kami" kata pelayan Shu chan.
Yan Xie melihat sekelompok orang yang menghadang mereka satu persatu. tidak ada seorang pun yang di kenal nya.
" Di sebelah kiri anda bernama Bai Xue seorang pangeran dari kerajaan ini, laporan mengatakan bahwa dia anak haram kaisar, selain kaki nya cacat dia juga tak bisa berkultivasi, di sebelah kanan anda bernama Shu Chan putra kandung dari ketua klan Shu, Shu hui, yang sering sakit sakitan. mereka seperti nya sedang mencoba mencari cara untuk menemukan nona untuk pengobatan ".
Bisik Yan an panjang lebar. Yan Xie tersenyum
"Aahh rupa nya seperti itu namun karena kami yang menangkap pembunuh ini bukan kah anda akan memberikan kami kompensasi?"
"Apa yang anda inginkan nona?" tanya Bai Xue.
__ADS_1
Ketika dia melihat wanita ini, dia merasa wanita ini berbeda. untuk pertama kali nya dia bersemangat dan penasaran, senyum nya indah, namun yang lebih menarik adalah sinar cahaya di mata nya, mengaduk jiwa.
"Seribu keping emas" jawab Yan xie singkat.
Sebenarnya emas bukan lah apa-apa bagi Yan Xie, namun karena kebiasaan buruk nya yang tak mau di rugikan oleh siapa pun. bagaimana pun Yan Xie selalu menyukai uang.
"Itu, aku tak punya uang sebanyak itu bagaimana kalau aku membayar mu dengan tubuh ku?" jawab Bai xue tersenyum melihat serius ke arah Yan Xie.
"Hhukkk" Shu Chan tersedak, sejak kapan saudara nya ini suka menggoda seorang gadis?
Tapi bagus juga, jika dia bisa dapat kakak ipar. melihat gadis cantik di depan mata nya sendiri, sungguh kecantikan yang langka. pantas untuk saudara nya.
"Eehhmm, nona seperti nya ada luka di leher mu, jika tak segera di obati, anda mungkin akan kehilangan banyak darah" kata Shu Chan prihatin.
Tukkk, Bai Xue memukul bahu nya " chaner, saudara anda juga terluka kenapa anda tak mengingatkan ku juga?".
Yan Xie tengah melihat laki-laki di depan nya dengan baik-baik, bukan kerna tawaran Bai Xue yang menawarkan tubuh nya.
Tapi kerna tubuh pria itu, maksud ku konstitusi tubuh nya. seperti nya tubuh dewa perang. Yan Xie merenung.
"Nona, apakah aku sebegitu tampan nya sampai kamu begitu terpesona?" senyum Bai Xue dalam.
"......"
Yan Xie tersadar dari renungan nya setelah mendengar gombalan pemuda itu, lalu Yan Xie pergi tanpa merespon pemuda itu.
Kenapa dia harus repot-repot dengan urusan orang lain apa lagi seperti nya pemuda itu tidak sederhana.
Melihat gadis itu pergi begitu saja, Bai Xue merasa ada jejak kekecewaan di hati nya mungkin karena dia cacat tak ada yang ingin melihat nya.
Tak masalah jika semua orang tak mau menerima nya tapi bisakah gadis tadi menerima nya? pikir nya. ahh kenapa dia bisa memikirkan gadis itu.
Bai Xue :
Melihat pembunuh yang pingsan itu, mereka menyuruh para pelayan membawa nya bersama kembali ke istana pangeran Bai.
"Brother xue, pembunuh itu aku serahkan pada mu,"
"baik".
__ADS_1
ketika sampai di istana pangeran bai.
"Gadis tadi sangat cantik" Shu Chan berjalan ke sebuah kursi yang ada di ruang tamu dan menyuruh Bai Xue untuk duduk.
"En".
"Apakah brother suka?". melihat luka yang ada di bahu Bai Xue sambil membersihkan nya.
"En".
"Benarkah? tapi kenapa wajah mu kaku seperti itu?" tanya nya kesal tak sengaja menekan luka di bahu Bai Xue tersebut.
"Pelan-pelan, Orang cacat seperti kakak mu ini apa pantas mendapatkan gadis cantik seperti itu Hem?".
"Ketika anda sembuh, bukankah akan banyak gadis yang akan tergila gila kepada brother Xue". jawab nya tersenyum mengobati dan membalut luka di bahu Bai Xue.
"Yaach lupakan saja" jawab Bai Xue malas.
"Selesai".
"Lain kali brother harus menjaga tubuh mu dengan baik".
"ketika aku menemukan dokter saleh, Xi Yan gongzi itu, aku akan meminta tolong pada nya untuk menyembuhkan kaki mu, jadi jangan berkecil hati, selama berusaha, pasti akan ada jalan".
kata Shu Chan memberi semangat.
"pikirkan kesehatan mu sendiri" sindir Bai Xue
"aku berbeda dengan mu, dari kecil memang sakit-sakitan, sampai sekarang tak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ku ini, tapi brother xue berbeda.
Masih ada harapan selama kamu berusaha mencari di mana yang salah pada kaki mu itu pasti ada obat nya," jelas Shu Chan panjang lebar.
"bodoh". sambil memukul kepala Shu Chan.
"Yaaakk". dasar kakak durhaka. gerutu nya.
***
Terima kasih kepada para pembaca semua dan jangan lupa like serta komen di kolom komentar...!!!
__ADS_1
@__@ senyum