
Mu Xian :
Istana Putra Mahkota, Jiang Xin.
"Minta lah kakak tertua bengong, 'Mu xie' datang menghadiri jamuan teh yang bengong ada kan, katakan bahwa bengong merindukan nya". memberikan sebuah surat kepada pelayan nya dan menyuruh nya segera pergi ke kediaman perdana menteri kiri.
Mu Xian berencana membuat masalah dengan nya, karena wanita itu telah kembali, tak peduli apa, sejak awal posisi putri mahkota adalah milik nya, berani nya sampah itu menginginkan tempat nya, mu Xian akan membuat wanita itu memahami dimana tempat nya yang sebenar nya.
Mu Xian akan menunjukkan kepada wanita itu bahwa sampai kapan pun status putri mahkota nya (calon permaisuri masa depan) tetap tak tergoyahkan, meski pun wanita itu telah kembali. akan mu Xian pastikan itu.
"Xian er apa yang anda pikirkan?", tiba-tiba Jiang Xin memeluk nya dari belakang dan mengelus kulit pipi nya yang lembut. hingga muncul semburat merah.
"Xian er hanya mengkhawatirkan anda yang mulia, baru-baru ini bukan kah tubuh agung anda kurang baik" jawab nya perhatian
"Xian er sangat perhatian" kata Jiang Xin memuji.
"Yang mulia membuat Xian er malu".
"Yang mulia apakah anda punya waktu sore ini?. Xian er membuat jamuan minum teh sore ini untuk anda!" balas nya.
"Beberapa hari kedepan benwang akan pergi melakukan ekspedisi rahasia ke beberapa desa kecil, jadi benwang tak punya waktu sore ini, sayang sekali peri kecil ku" melihat kecantikan didepan nya, Jiang Xin menjadi lebih lembut. tak ada yang bisa menandingi kecantikan xianer nya di kerajaan ini. siapa yang tidak akan bangga?.
"Kalau begitu, xian er barharap yang mulia berhati-hati di luar sana, xian er tidak ingin sesuatu terjadi pada yang mulia, xian er akan merindukan mu". senyum manis mu Xian sambil menundukkan kepala. dia harus berhati-hati mengungkapkan diri, agar cinta untuk nya bertahan lama, setiap laki-laki akan mudah luluh jika melihat kecantikan di depan nya lembut, patuh, bukan?. jadi mu Xian tak akan kalah dengan wanita - wanita lain nya, tentu saja dia harus berusaha keras. karena putra mahkota hanya bisa menjadi milik nya.
"Baik lah, benwang pergi." sambil mencium kening mu Xian dan berjalan pergi.
mu Xian melihat kepergian putra mahkota hingga tak terlihat lagi, dia pun pergi untuk melihat putra nya, harapan masa depan nya.
***
Yan Xie :
__ADS_1
Di sebuah ruangan di kediaman Han ju, Yan Xie sedang meramu obat - obatan. setelah selesai Yan Xie pun bersandar di dinding batu sambil melihat hasil obat yang telah dia buat.
obat - obatan ini sangat laku di pasaran obat penyembuh luka, pembersih tulang, dll. adalah obat umum yang tak lagi langka, karena telah tersebar di mana-mana, berkat Yan Xie.
Bagaimana dia bisa mengetahui banyak hal??.
Yan Xie pun tak tahu, semua nya bermulai dari kelahiran nya kembali, semua hal pengetahuan yang ada di dunia ini sudah terekam jelas dalam ingatan nya, awal nya Yan Xie merasa sangat aneh. apakah dia pernah hidup sebelum dia menjadi Yan Xie?, mungkin kah ?. kenapa dia tak bisa mengingat nya?.
Yan Xie melihat cincin di jari manis nya, Yan Xie tak ingat dia pernah memiliki cincin ini. cincin itu polos, sederhana. namun Yan Xie merasa tak asing.
jika orang melihat atau menemukan nya tidak ada orang yang akan tertarik pada cincin itu, karena orang akan menganggap cincin itu tak ada harga nya sama sekali.
Yan Xie tak paham, tidak ada energi spritual sedikit pun di cincin itu, tapi aneh nya kenapa tak bisa dia lepas?. apakah cincin itu lebih kuat dari nya sehingga Yan xie tak bisa merasakan kekuatan nya?.
dan juga kenapa Yan Xie bisa mengeluarkan api phonix?. apa dia memiliki hewan kontrak burung phonix?, tapi dimana burung phonix itu ?. atau apakah dia adalah burung phonix itu sendiri?.
Yan Xie tak mengerti, kadang dia tak ingin peduli, tapi juga kadang dia merasa ada sesuatu yang penting yang tak di ingat nya. apakah dia akan menjadi gila?.
"Nona, ada undangan jamuan minum teh dari putri mahkota untuk anda di istana Putra mahkota". kata pelayan membubarkan lamunan Yan Xie,
" en, nona".
"bagaimana dengan rencana penyergapan putra mahkota?"
"para pembunuh itu sudah berada di desa juna, juga sudah mengambil alih",
"itu bagus, jika mereka gagal, hancurkan saja asosiasi black mereka, tak ada artinya jika mereka hanya bisa merugikan tempat ku" sambil meregangkan tubuh Yan Xie melanjutkan.
"tak perlu sampai mati, cukup merusak Meridian nya saja, jika putra mahkota mati, permainan ini tak akan seru lagi". bergegas pergi.
"en". sambil menundukkan kepala, dan pelayan itu pun segera menghilang.
__ADS_1
***
Sampai lah Yan Xie di halaman kediaman Han ju. awal nya halaman itu kurang menarik, tapi setelah di ubah sedikit oleh Yan Xie menjadi pekarangan bunga.
Melihat lihat bunga indah itu, Yan Xie senang. bunga-bunga itu baru ditanam beberapa hari yang lalu. ada sungai kecil di pesisir nya, Yan Xie menggunakan sedikit kekuatan nya untuk mengangkat sedikit air untuk menyiram bunga-bunga itu,
"Cepat lah tumbuh besar dan berbunga segera", kata Yan Xie tersenyum.
"Kakak tertua, apa yang anda lakukan di sini tersenyum sendirian?!" sinis mu Shin yang tak menyukai kakak tertua nya ini yang di kabarkan tak bisa berkultivasi ini, kenyataan nya meski pun mu Shin tahu kehebatan Yan Xie, dia akan tetap tak menyukai nya.
Selama kamu tak menyukai seseorang apa pun alasan nya akan tetap sama.
"Pemandangan nya disini sangat bagus, sangat di sayangkan jika di lewat kan begitu saja adik ke empat, ada apa kamu kemari??". senyum Yan Xie.
(dasar kampungan) ejek mu Shin dalam hati,
"Adik ke empat ingin mengajak kakak tertua pergi bersama ke istana Putra mahkota menghadiri jamuan teh, ayo kak" kata mu Shin lembut.
Tapi dalam hati nya sudah tak sabar ingin menghancurkan senyum yang menghiasi wajah gadis jalang ini. bagaimana bisa ada kecantikan seperti itu di depan nya, bahkan dia ikut terpesona, tak bisa dibiarkan, mu shin harus merusak nya. dia tak bisa membiarkan pusat perhatian yang semula menjadi milik nya akan dicuri wanita ini.
"Baiklah" senyum Yan Xie semakin dalam.
Wanita di depan nya ini seperti nya sudah tak sabar ingin merobek nya. aahh sangat lucu sekali.
Bagaimana mereka bisa tak sabar datang ke hadapan nya untuk di beri hadiah ?. untung nya Yan Xie sangat baik hati yang akan menuruti keinginan mereka. jadi tunggu lah dengan sabar, oke.
Hadiah di masa depan akan dia beri kan sedikit demi sedikit, hingga akan sangat indah, sampai tak terlupakan. kerna itu jangan menyesal.
senyum nya. Yan Xie.
***
__ADS_1
Terima kasih kepada para pembaca semua dan jangan lupa like serta komen di kolom komentar...!!!
@____@ senyum