
Di malam hari kediaman Han Ju
"Nona, yang mulia raja sudah mengeluarkan surat keputusan penurunan jabatan putra mahkota Jiang Xin menjadi pangeran biasa"
"Raja juga akan mengadakan perburuan Minggu depan untuk para pangeran, melihat siapa di antara mereka yang lebih kompeten untuk di jadikan putra mahkota, para putra putri bangsawan pun di undang untuk ikut serta" kata Yan An menambahkan.
"Dan juga beberapa tim penyelidik kita menghilang semalam ketika sedang melakukan misi, dan sekarang orang-orang kita sedang mencari tahu kemana mereka menghilang nya".
"Apakah ada lagi?". tanya Yan Xie "jika tak ada keluar lah" usir nya. seperti nya pembalasan dendam Yan Xie harus bergerak lebih cepat dari rencana nya. (siapa yang berani menyentuh anak-anak nya?. orang itu bosan hidup.)
Yan Xie melihat ke arah jendela yang masih terbuka meski sudah malam, angin berhembus masuk, sosok bayangan hitam tiba-tiba melesat berdiri di depan jendela. tercium samar bau darah.
"kakak apa yang terjadi pada mu?" melompat keluar menangkap tubuh pria itu dan membawa nya masuk ke dalam kediaman nya. "Bagaimana bisa anda terluka begitu parah?" sebelum bisa menjawab pria itu jatuh pingsan.
Yan Xie pun membaringkan nya ke tempat tidur kemudian memberi nya pil pemulihan luka sebelum memeriksa luka di tubuh nya.
Racun??. aku baru tahu pembuat racun juga bisa terkena racun. "Yan An ambilkan sebeskom air dingin dan sebeskom air hangat" melepas pakaian pria yang di panggil kakak oleh Yan Xie tersebut. terlihat bekas luka pedang yang berbagai ukuran. seperti nya pria itu di keroyok oleh beberapa orang.
"ini nona" membawa sebeskom air dingin dan pelayan lain membawa beskom air hangat.
Yan Xie mengambil beskom air dingin menaruh nya di bawah samping tempat tidur. lalu mengeluarkan jarum akupuntur menusukkan nya ke jari pemuda itu lalu memasukkan tangan nya ke beskom. darah hitam menetes keluar bercampur dengan air dingin tadi.
Yan Xie mengambil kain kecil mencelupkan nya ke beskom air hangat lalu membasuh kan nya keluka luka yang ada di tubuh pemuda itu hingga bersih kemudian mengoleskan obat.
Wajah awal pemuda yang sempat membiru tadi berubah perlahan menjadi putih pucat seperti kekurangan darah. tentu saja darah nya sudah terkuras banyak keluar dari tubuh nya.
Yan Xie berdiri melihat keadaan pemuda itu lama, menghela napas beberapa kali. bisakah dia mengatakan untung saja nyawa nya bisa diselamatkan dengan cepat?
"Kapan anda masuk?" tanya Yan Xie yang baru menyadari keberadaan pangawal Bai Xue yang ada disudut ruangan.
"Sejak nona Mu mulai mengobati pemuda itu".
"oohh".
"apakah pemuda itu kekasih anda?"
"maaf pertanyaan saya melenceng, semua bahan herbal yang anda butuhkan sudah kami dapat, kapan anda akan mulai pengobatan nya?"
"...."
"Nona?".
"Baiklah mari kita mulai".
"Yan An, tolong perhatikan keadaan nya, jika sesuatu yang buruk terjadi pada tuan muda, anda harus mengabarkan saya segera"
"juga jika dia sudah sadar, jangan beri dia pergi kemana pun" perintah Yan Xie.
***
__ADS_1
Angin berhembus menerbangkan setiap sudut ujung pakaian Yan Xie yang telah melesat di kegelapan malam tak jauh di belakang pengawal bayangan Bai Xue mengikuti menuju ke arah istana pangeran Bai.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di istana Pangeran Bai.
"Apa yang terjadi pada kalian?, apakah ada musuh yang menyerang?" tanya Bai xue sebab dia mencium bau amis darah.
"Tidak" jawab Yan Xie.
"Baguslah kok begitu"
"Mana bahan herbal nya?"
"Semua sudah tersedia di sini" seorang pelayan membawa keranjang itu ke atas meja.
"Sediakan bak mandi di isi air panas" kata Yan Xie.
"Baik" kata pelayan.
"Buka seluruh baju anda!" perintah Yan Xie.
"Baik lah" sambil membuka baju nya.
"Celana juga".
"Tapi"
"Tidak ada" membuka celana nya. wajah Bai Xue memerah. namun ketika dia melihat wajah Yan Xie tak ada perubahan yang berarti.
"Apakah anda tak tergoda dengan tubuh saya?" tanya Bai Xue.
"Tidak" sambil menggunakan jarum akupuntur ke arah setiap persendian tubuh Bai Xue dari ujung kaki ke atas tubuh.
"Badan saya tak bermasalah!" protes nya merasakan jarum juga di taruh di tubuh nya.
"Diamlah, jika anda ingin segera sembuh". memasukkan pil ke mulut Bai Xue.
Setelah itu Yan Xie mengedarkan aliran spritual melalui telapak tangan nya ke arah dada Bai Xue menyebar keseluruh tubuh nya.
jika mau jujur, itu lebih menyakitkan ketika Bai Xue meminum obat dari Yan Xie tempo hari. yang paling menyakitkan adalah kedua kaki nya seperti akan putus kapan saja.
Sejam kemudian segala macam kotoran keluar dari pori-pori Bai Xue. dia pun merasakan tubuh nya jauh lebih rileks. Yan Xie mencabut jarum jarum yang ada di tubuh nya.
"Apakah sudah selesai?" kata nya semangat. Bai Xue bisa merasakan aliran spiritual di tubuh nya mengalir, bukan kah itu artinya dia sudah bisa berkultivasi?. dia semangat.
"Yaakkkk jangan menggunakan aliran spiritual dulu, apakah anda ingin cacat selama nya?" kata Yan Xie kesal.
"oke, oke"
"Bilas tubuh anda dulu, setelah itu kita masuk ke pengobatan ke dua". kata Yan Xie mengusir sambil membersihkan kedua tangan nya dengan air yang ada di bak mandi. setelah itu memasukkan bahan bahan herbal ke dalam bak mandi.
__ADS_1
"Kenapa anda masih belum pergi?".
"Haruskah saya berjalan?"
"Bodoh, biasa nya anda merangkak?".
"Tidak".
"Kalau begitu cepat pergi, saya pusing mencium bau busuk anda"
"Cckk, sebagai seorang gadis, anda tidak ada anggun anggun nya sama sekali". kata Bai Xue mendorong kursi roda nya.
Yan Xie tak lagi melihat ke arah Bai Xue. dia memfokuskan aliran spiritual nya ke arah bak mandi itu. setelah selesai dia memasukkan ramuan obat ke dalam nya.
beberapa menit kemudian Bai Xue keluar hanya menggunakan handuk. "Masuklah ke dalam" kata Yan Xie. "Tapi aku belum bisa berjalan" kata Bai Xue.
"Sudah bisa, cobalah, namun hati hati".
"Baiklah" memasuki bak mandi itu perlahan.
"Ternyata aku bisa menggerakkan kaki ku"namun terasa sakit menginjakkan nya.
"Duduk bersila" Bai Xue pun duduk bersila.
"Seperti nya kultivasi anda berada ditingkat bumi tingkat akhir ya". kata Yan Xie.
"Anda tahu?"
"Tentu".
"Mari kita mulai" menjatuhkan api phonix ke bawah bak mandi.
"edarkan aliran spiritual anda dari tubuh ke arah ujung kaki dan ujung tangan, jangan berhenti" kata Yan Xie memberitahu sambil mengawasi keadaan Bai Xue.
Wajah Bai Xue berubah pucat, seluruh tubuh nya sakit, gigi nya terkatup rapat. namun dia bisa merasa setiap sendi Meridian nya meluas.
Bummm.. Bummm.. Bummm.. suara dentuman spritual di tubuh nya kemudian perlahan mereda. "Plokk.. plokk.. plokk.." suara tepuk tangan Yan Xie. "Pangeran anda sungguh hebat, bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan,"
"Ini berkat nona Mu, saya bisa sembuh bahkan naik tingkat ke tingkat Langit tingkat dua, sungguh berkah saya bertemu dengan anda".senyum Bai Xue memuji.
"Baiklah saya pergi" melesat ke arah jendela namun berhenti sebentar dan menoleh ke arah Bai Xue " Tubuh anda lumayan bagus" kata Yan Xie dan pergi menghilang di telan kegelapan malam yang makin pekat.
Wajah Bai Xue kembali memerah. bagaimana bisa wanita itu begitu tak tahu malu, pikir nya. namun Bai xue suka jika wanita itu yang mengatakan nya.
***
Terima kasih kepada semua para pembaca novel kaisar hantu : mengejar istri. jangan lupa like nya ya.....
@____@ senyum
__ADS_1