
Dukkk... dukkkk.. dukk... dukk... "eheekkk.. eehheeekk..." suara kuda kuda yang di hembuskan oleh angin malam keseluruh arah, di sepanjang jalan setapak yang sunyi. jalan jalan berbatu yang di sisi kiri dan kanan nya di tumbuhi pohon-pohon yang tinggi.
Gerobak gerobak yang mengangkut peti peti besar dan kecil berderit kesana kemari, berjejeran di keliling oleh sekelompok penjaga kerajaan yang berada di level kultivasi tingkat fana, tingkat enam maupun tujuh. hanya ada dua orang yang berada diawal tingkat bumi.
"Mari kita beristirahat di sini malam ini". kata seorang pemuda berpakaian bagus namun rompi nya di balut besi yang sangat tebal, yang kini pemuda itu berada di atas kuda yang gagah.
Karena gelap nya malam, menutupi ketampanan nya. namun dari suara nya, orang akan tahu bahwa pemuda itu masih muda, mungkin akan berumur sekitar dua puluh tahunan.
Para pengawal berkumpul untuk mendengarkan instruksi lebih lanjut dari Pangeran mereka.
"Kamu.. kamu...kamu dan kamu... pasang tenda peristirahatan.. selebih nya amankan peti peti itu..." suruh Jiang Xin tegas.
"Baik yang mulia" suara para pengawal serentak.
Beberapa jam kemudian.
Jiang Xin duduk di depan api unggun sedang menikmati anggur nya dalam kendi, sesekali memakan potongan daging yang baru saja di bakar oleh pelayan perempuan cantik yang di bawa oleh nya.
Meski pun gelap, namun langit di hiasi bintang bintang, membuat pemandangan di atas langit tetap indah. cuaca yang bagus. membuat suasana hati nya juga bagus.
Jiang Xin menikmati angin malam, sebenar nya dia jarang pergi keluar dari ibu kota, jika itu tidak penting. kali ini kerna sebuah desa mengalami bencana alam, Jiang Xin harus turun tangan membantu mengurangi beban rakyat, agar nama nya dapat di kenang, sebagai putra mahkota yang baik hati dan peduli pada rakyat nya.
"Hhuustt" beberapa pisau melayang di udara di arah kan kepada nya. salah satu nya menggores pipi Jiang xin panjang dan dalam, mengeluarkan darah yang banyak. beberapa lain nya hanya melewati nya dan Tertancap di pohon.
"Aaahhh" teriak nya kesakitan sambil memegang wajah nya.
"Penyusup... ada penyusup... tangkap segera.." teriak Jiang Xin marah.
"Hahaha, teriak lah sepuas nya, kerna tidak akan ada yang datang" kata salah satu pembunuh yang turun dari sebuah pohon. berjalan mendekati Jiang Xin. namun hanya melewati nya.
Si pembunuh mengambil arak yang ada di sekitar dan meminum nya. " rasa nya cukup bagus".
Beberapa pembunuh lain nya pun mengikuti.
"Kau.. kau.. apa yang kau inginkan..?"
Diam.
"Aku.. aku bisa memberi mu semua yang kau mau, harta.. wanita.. kekuasaan.. aku bisa memberikan nya, asal kan kau tak membunuh ku.." jawab nya gemetaran karena ketakutan.
__ADS_1
Hawa pembunuh yang kuat, karena sudah banyak membunuh orang sangat menakutkan saat di arah kan pada Jiang Xin, membuat nyali nya menciut.
Dia bagaimana pun harus hidup, agar bisa membalas mereka suatu hari nanti.
"Baik lah" kata salah satu pembunuh.
"Benarkah?" tanya Jiang Xin ragu. sejak kapan pembunuh jadi baik?. biasa nya mereka membunuh tanpa negosiasi. pikir nya .
Ketika kepala nya menoleh ke arah tenda yang di dirikan oleh para pengawal tadi, dia terkejut. melihat kepala kepala para pengawal nya bergelindingan di tanah, bukan hanya itu, bahkan tangan dan kaki juga berpisah dari tubuh para pengawal itu. bukan kah ada dua pengawal di tingkat awal bumi. mereka juga mati !. seberapa kuat para pembunuh ini?. ini bagaimana bisa terjadi, kenapa dia tak menyadari nya?.
Ini menakutkan. dia biasa nya yang kejam, melakukan hal yang sama pada orang lain, namun ketika di arahkan kepada nya. Jiang Xin sungguh tak sanggup. dia memuntahkan semua yang sudah dia makan.
"Sungguh jorok" kata seorang pembunuh.
"Biarkan dia bersenang senang dulu". kata yang lain.
"Benar, setelah itu kita akan mencambuk nya, dan memutuskan semua Meridian yang dia punya, agar dia menjadi sampah". sahut yang lain lagi.
"Benar, biarkan dia merasa bagaimana mati lebih baik dari pada hidup".
***
Jiang Xin :
Ctaaarrrrr... cctaaaarrr... "sakit....."
"Ahhhhh....." tangan nya mencengkram tali yang melilit tangan nya dengan kuat.
Tubuh nya dipenuhi bekas luka cambukan. Jiang Xin, merasa neraka sangat dekat dengan nya untuk pertama kalinya.
Kenapa semua ini bisa terjadi pada ku?...
Tolong.. siapa pun... tolong selamatkan saya...
Darah kering di seluruh tubuh nya belum hilang, sudah di gantikan oleh darah baru yang keluar dari tubuh nya.
"Ternyata tubuh mu kuat juga ya, masih mampu bertahan?." kata si pembunuh. yang kini mereka sedang berada di penjara bawah tanah milik organisasi pembunuh tersebut.
"Hhauss.. berikan saya minum..." pinta Jiang Xin pelan. leher nya kering, kerna dari awal sudah menjerit kesakitan.
__ADS_1
Dia harus menunggu bantuan. dia akan bertahan, ayahanda pasti bisa menyelamatkan nya.
"Haus ya?.."
"Bawa seember air yang ada dimeja tadi kemari". suruh nya pada pembunuh lain.
"Baik".
"Ini tuan," ember yang berisi air itu diserahkan.
"Minumlah yang banyak" kata si pembunuh sambil menuangkan air itu ke mulut Jiang Xin.
Tak semua air itu masuk ke mulut nya.
karena saat masuk sedikit Jiang Xin merasakan asin yang teramat sangat hingga tertumpah ketubuh nya. air yang mengenai tubuh nya, membuat Jiang Xin menggeliat kesakitan, perih, " aahhhhhhh". air itu tertumpah keseluruh tubuh nya.
Sakit. sakit sekali, lebih sakit dari ketika dia di cambuk... dia merasa tak kuat.. dia mengalami ini hanya dari beberapa jam yang lalu, jadi bagaimana jika dia mengalami nya berhari hari lagi. tidak, dia, jiang Xin lebih baik mati. mati,.
" Bunuh saya, tolong..." kata nya tanpa suara.
"Sungguh malang". iba pembunuh itu.
"Kamu melawan orang yang salah, jadi bagaimana jika kamu seorang putra mahkota?, kita lihat setelah anda menjadi sampah, apakah status putra mahkota anda masih bisa melindungi hidup anda!" ejek si pembunuh.
"Putuskan semua Meridian nya" perintah ketua pembunuh itu.
"Kemudian kirim kembali ke istana nya sendiri menggunakan kereta kuda itu, ahh tidak gunakan saja gerobak, biar rakyat yang mendukung nya melihat, rupa putra mahkota mereka", senyum si pembunuh dalam. yang kemudian bergegas pergi.
Ketika sampai ke ruang tamu tempat asosiasi black berada, di kursi utama duduk seorang gadis cantik berpakaian hitam yang sedang menyesap teh nya. " bagaimana?".
"Sudah beres tuan" kata si pembunuh melirik gadis itu. gadis yang cantik tapi sangat menakutkan.
ahhh lain kali dia harus berhati-hati ketika berurusan dengan orang lain, kalau tidak dia akan dengan mudah kehilangan organisasi yang sudah di dirikan nya berpuluh puluh tahun dengan keringat dan darah.
"Bagus", karena nona ku sangat baik dia memaafkan anda, namun anda harus ingat kesempatan hanya sekali ini saja, jika anda berani lagi mengacau di tempat tempat nona ku berada, anda harus siap kehilangan semua yang anda punya bahkan nyawa anda sendiri". peringatan nya sekali lagi.
Kemudian gadis berpakaian hitam itu bergegas pergi. dengan seyum di wajah nya.
***
__ADS_1
Terima kasih kepada para pembaca semua dan jangan lupa like serta komen di kolom komentar...!!!
@_____@ senyum