Kaisar hantu : mengejar istri

Kaisar hantu : mengejar istri
Mantan Putri Mahkota, Mu Xian


__ADS_3

"Ayah, tolong bantu saya menghadapi krisis ini!!" wajah Mu Xian cemas.


"Bagaimana bisa kita membiarkan pangeran lain yang menempati posisi putra mahkota, calon raja masa depan?!"


"Ayah, tolong pikirkan sesuatu, putri mu ini sudah tak dapat lagi berpikir rasional!!"


"Karena itu tolong lah berhenti mondar mandir kesana kemari" kata Mu Qie tak senang saat melihat Mu Xian seperti kesurupan.


"Kembali lah ke istana mu!! jika kamu terus di sini, kamu hanya akan menambah keruh nya permasalahan saat ini, meski pun posisi kalian berdua sudah jatuh, tapi masih ada pihak lain yang mengawasi untuk lebih menjatuhkan kalian ke tempat yang lebih rendah lagi atau mungkin akan kehilangan semua nya dan tak bisa diperbaiki lagi, pergilah!!!" seru Mu Qie setelah memberi nasehat.


"Tapi ayah, putri mu ini sudah tidak tenang dari beberapa hari ini, rasa nya seperti bahkan akan gila kapan saja, kerna itu ayah tolong jangan lupakan putri mu ini!!!" kata Mu Xian memohon.

__ADS_1


"Kembalilah, kamu masih punya seorang putra, masa depan putra mu mungkin lebih baik dari pangeran Jiang Xin, jadi bersabar lah".


"Ayah benar, saya pergi" Mu Xian pamit mengundurkan diri.


Mu Xian berjalan keluar dari ruang belajar perdana Menteri, beberapa menit akhir nya sampai di luar kediaman, namun tak sengaja berselisih dengan gadis yang paling tak ingin di temui nya, Mu Xie. Yang juga baru saja keluar dari kediaman kakek nya, Tuan Tua.


"Apakah anda baik baik saja waktu itu setelah kembali dari istana putra mahkota?" tanya Mu Xian sinis.


"Kakak perempuan tertua anda baik-baik saja, Apakah yang mulia mengkhawatirkan kakak perempuan anda ini yang mulia?" (apakah anda berharap saya terluka dengan racun kecil anda itu? maka bermimpi lah terus) Yan Xie tersenyum manis dengan wajah bingung seakan tak mengerti apa maksud Mu Xian sesungguh nya.


"Itu akan sangat memalukan untuk reputasi kedua belah pihak" sambung nya tersenyum malu. namun hati Mu Xian telah mendongkol (Jengkel) dari tadi, sebab melihat tidak ada masalah sama sekali dengan kulit Yan Xie. apakah racun itu sudah kadaluarsa sehingga tidak lagi memiliki efek. lain kali ketika dia membeli racun dia harus memastikan apakah racun itu masih berguna atau tidak sebelum digunakan, pikir Mu Xian yang meracau tidak jelas dengan kemarahan tingkat tinggi.

__ADS_1


"Yang mulia tak perlu khawatir, kakak perempuan ini tidak terlalu peduli dengan yang nama nya reputasi, hidup ini terlalu berharga untuk membuang waktu dengan orang lain yang tidak perlu" senyum Yan Xie dalam sambil menggoda Mu Xian.


Namun bukan nya tenang, Mu Xian merasakan hati nya lebih mendidih, Wanita ini dulu dan sekarang masih sama, sama sama tidak memperdulikan atau memperhatikan rumor tentang nya (Mu Xie) yang beredar di sekitar nya mau pun beredar dimana mana. bagaimana ada orang tak tahu malu seperti itu?.


"Kakak perempuan tertua, menurut anda seperti itu, namun bukan kah anda harus mendengarkan pendapat orang lain juga?," kata Mu Xian dengan menggertakkan gigi nya.


"Yang mulia, jika ada sibuk mendengar kan pendapat orang lain, jadi kapan pendapat anda akan di dengarkan?, hidup ini jika kita harus menyesuaikan nya dengan keinginan orang lain, bukan kah kita akan sangat menderita? bisa di bilang kita juga akan kehilangan jati diri kita sendiri, bukan begitu?" jawab Yan Xie meninggalkan jejak ejekan di mata nya.


***


Terima kasih kepada para pembaca semua dan jangan lupa like serta komen di kolom komentar...!!!

__ADS_1


Sampai bertemu di episode selanjut nya...


@____@ senyum


__ADS_2