
Keesokan hari nya
Di sebuah restoran di ibu kota.
"Apakah kalian sudah membeli buku novel keluaran terbaru?" tanya seorang pemuda.
"Buku yang di terbit kan tadi pagi?"
"Aahh yang itu, di dalam nya ada gambar yang indah, terlihat sangat nyata" bisik pemuda yang lain.
"Gambar nya sangat mirip dengan putri perdana menteri kiri, mu Shin dengan seorang pemuda biasa saja yang tidak di kenal".
"Benar" pemuda lain yang sedang membuka buku novel yang baru saja di beli nya di kios buku. hanya dengan lima perak anda dapat buku yang bagus. sangat jarang ada buku cerita yang dilampirkan bergambar.
***
Di kamar tamu istana putra mahkota
"Nona, obat nya sudah di berikan". lapor Yan an, sambil menundukkan kepala nya.
Tadi malam untung saja nona nya langsung menghilang ketika pintu kamar itu di doprak paksa oleh para pelayan, jadi tak ada yang melihat bahwa nona nya ada disana menonton pertunjukan bagus tersebut.
"Jangan lupa memberi nya obat penyubur itu setiap hari, "
"en".
Yan Xie mengetuk jari nya di atas meja berulang kali.
"Salam nona mu xie, tuan putri mahkota ingin bertemu di kediaman nya". terdengar suara pelayan dari luar pintu.
"Baik". kata Yan Xie sambil berjalan keluar ruangan di ikuti pelayan nya.
__ADS_1
Pelayan putri mahkota itu menunduk kepala dan berjalan memandu ke kediaman putri mahkota.
"Halaman yang bagus" komentar Yan Xie. mata nya melihat ke arah halaman yang luas yang di hiasi tanaman dan bunga bunga.
meski pun Yan Xie sudah melihat nya se malam sore, namun tetap saja dia mengagumi nya. tentu saja, Yan Xie dari kecil sudah sangat menyukai bunga bunga. hal itu tak berubah, meski pun di tubuh yang berbeda.
"Ya". jawab pelayan menganggukkan kepala nya dengan bangga, tempat ini adalah tempat terbaik di seluruh istana, pikir si pelayan.
Sesampai nya di kediaman putri mahkota.
Mu Xian :
Mu Xian sudah menunggu kakak nya mu Xie tersebut. kebencian nya pada wanita itu tak bisa di padamkan seperti api yang menyala.
"Kakak duduk lah, cicipi juga teh dan makanan nya" senyum mu Xian.
"Baiklah yang mulia, seperti nya makanan ini sangat enak, saya tidak akan sungkan" balas nya kemudian duduk dan menikmati makanan dan teh tersebut seakan tidak ada orang lain yang perlu di perhatikan. seakan didunia ini hanya dia sendiri, yang lain numpang.
Namun kebencian nya bertambah parah, bagaimana bisa hanya melakukan gerakan apa pun sembarangan tanpa etiket masih terlihat baik dan indah, seperti anda sedang menari dan menarik perhatian penonton. dia, mu Xian tak bisa terima.
Bertahun-tahun dia belajar gerakan dan etiket untuk wanita bangsawan, untuk terlihat anggun dan menarik perhatian namun wanita di depan nya ini begitu mudah nya menjadi pusat perhatian. dia marah, hampir ingin muntah darah.
"Yang mulia, kakak anda ini, sudah terbiasa seperti ini anda harus maklum" senyum Yan xie. (wajah anda seperti jeruk purut juga bagus). bagaimana Yan Xie tak bisa melihat wajah yang di paksa kan tersenyum itu.
"Baiklah, habiskan semua nya" kata mu Xian yang tak selera lagi untuk makan. meletakkan sumpit nya dan hanya minum teh saja.
(Habis kan semua nya, dan kita lihat, apakah anda masih punya kecantikan lagi besok, kerna saya sudah memasukkan racun perusak kulit, kulit anda akan perlahan rusak sedikit demi sedikit). senyum mu Xian dalam hati.
Ketika makanan sudah di habiskan oleh mu Xie, dia pun tiba-tiba berkata :
"Ooh yang mulia, kakak anda ini hampir lupa", pura-pura sambil mengambil kotak kecil dari lengan baju nya, sebenar nya Yan Xie mengambil kotak kecil itu dari cincin ruang angkasa nya dan menyerahkan nya kepada mu Xian.
__ADS_1
"Ini, apa?".
"Buka lah, yang mulia akan tahu" jawab Yan Xie mesterius.
"Aahhh, ini adalah....."
"Sachet wangian". (pengharum untuk baju)
"Itu saya tahu" jawab mu Xian kesal.
"Karena yang mulia sudah tahu, sachet wangian itu sebenarnya untuk anda". jawab Yan Xie.
"Terima kasih kakak tertua" mu Xian senang menerima nya. karena itu adalah sesuatu yang di jual oleh papilium anggrek.
"Bagaimana cara kakak tertua membeli nya?" tanya mu Xian penasaran. soal nya semua yang di jual di papilium anggrek harga nya sangat mahal, dan ada yang tak dapat dibeli dengan uang.
Namun Yan Xie hanya tersenyum tak menjawab.
"yang mulia bagaimana keadaan adik ke empat?" tanya Yan Xie khawatir.
"Heehh, bengong harap adik ke empat akan baik-baik saja, untuk sementara dia akan tinggal di sini" jawab mu Xian dengan wajah sedih
"Baik lah kalau begitu, kakak perempuan ini akan kembali pulang yang mulia". jawab Yan Xie pamit undur diri.
"en, Hati hati di jalan kakak tertua" kata Mu Xian perhatian.
"Baik lah yang mulia". jawab Yan Xie singkat.
***
Terima kasih kepada para pembaca semua dan jangan lupa like serta komen di kolom komentar...!!!
__ADS_1
@______@ senyum