Kaisar hantu : mengejar istri

Kaisar hantu : mengejar istri
Meridian Putra Mahkota Rusak


__ADS_3

("Hal yang paling berharga dalam kehidupan ini adalah ketika bersama mu walau pun hanya sebentar jauh lebih indah dari pada ribuan tahun umur ku yang panjang tanpa kehadiran mu" kata Su Ho)


***


Di dalam istana putra mahkota


Seorang tabib sedang mengobati luka luka yang ada pada tubuh Jiang Xin, kemudian membalut luka itu yang di ikuti oleh beberapa perawat "Tabib bagaimana keadaan yang mulia,?" tanya Mu Xian cemas.


Sang tabib menunjukkan wajah yang penuh dengan ketidak berdayaan "keadaan yang mulia, tubuh nya yang penuh luka luka ini dengan waktu dua Minggu kemungkinan akan membaik".


"Syukur lah kalau begitu tabib" wajah mu Xian membaik. "Luka luka itu hanya akan meninggalkan bekas luka, Tapi masalah nya meridian putra mahkota rusak parah, tak bisa di perbaiki, kerna itu di masa depan yang mulia tidak akan bisa berkultivasi lagi" kata tabib menjelaskan.


"Apaaaa?" Mu Xian terkejut. ini bagaimana bisa terjadi?, jika benar begitu bukan kah arti nya yang mulia akan menjadi sampah selama nya? jadi bagaimana dengan posisi nya sebagai putra mahkota? apakah itu akan segera hilang? ini dia harus mencari cara untuk mempertahankan posisi nya. "apakah tak ada obat atau ramuan penyembuh untuk itu tabib?" wajah nya berubah suram."berapa pun harga obat atau ramuan itu bengong sanggup membayar nya, tabib tolong?".


"Ini....." sang tabib menghela napas, "di luar sana mungkin akan ada obat untuk Meridian yang rusak, namun harga untuk mendapatkan obat seperti itu tak akan bisa di beli dengan uang saja" kata tabib dengan wajah yang tak meyakinkan. karena di luar sana banyak orang-orang yang lebih kaya dan kuat, kerajaan angin ini hanya lah bagian kecil dan lemah dari benua shengxue ini, tak akan menang jika bersaing, pikir sang tabib.


"Tapi.. Tapi..." Mu Xian semakin cemas. " yang mulia saya pamit undur diri" tabib menundukkan kepala nya ke arah mu Xian, kemudian ke arah putra mahkota yang terbaring di tempat tidur lalu beranjak pergi.


Ketika sampai di luar tabib itu menghela napas lagi "huuuhh". dan pergi.

__ADS_1


Melihat keadaan mengenaskan pria yang di kagumi nya ini, tidak ada aura keagungan di tubuh Jiang xin lagi hanya terlihat seperti manusia biasa yang lemah dan tak berdaya. Timbul rasa ketidakpuasan di hati nya.


bahkan ketika melihat wajah jiang Xin yang dulu paling di sukai nya pun kini telah hancur dia merasa jijik hingga ingin muntah, Tak ada rasa iba, yang ada kebencian meletup di hati nya semakin dalam, bagaimana bisa dunia sangat kejam pada nya? Mu Xian tak terima.


Kenapa semua usaha yang telah di lakukan nya selama bertahun-tahun berakhir seperti ini? tangan nya mengepal, hingga kuku jari nya mengoyak kulit tangan nya berdarah. namun rasa sakit itu tak dapat menghilangkan sedikit pun kebencian nya pada nasib, dia, Mu Xian akan merubah nasib nya sendiri.


"Xian er..., Xian er...., Xian er......" gumam Jiang Xin dalam ketidaksadaran nya. mengembalikan mu Xian kembali ke kenyataan. Melihat putra mahkota yang sedang menggumam kan nama nya, namun mu Xian tidak beranjak dari tempat awal dia berdiri. hanya menonton saja.


***


Di istana pangeran Bai.


"Tuan, seperti nya obat itu sudah tak berpengaruh pada anda lagi, saya takut efek obat nya akan lebih cepat merusak tubuh anda" cemas pengawal rahasia Bai Xue. rong rong pengawal sekaligus teman masa kecil nya.


"Tapi tuan...." menekan emosi nya. "Aku akan berusaha lebih keras lagi mencari dokter dewa yang di kabarkan itu, saat itu tiba anda harus tetap hidup tuan" kata nya sedih sambil memberikan obat itu dengan ragu.


"Bagaimana bisa anda meremehkan tuan anda sendiri, cikkk. apakah anda menyumpahi saya cepat mati". kata Bai Xue main main.


"Aku tak berani tuan". jawab nya lemah.

__ADS_1


"Karena itu jangan memasang wajah seperti itu, bisa membuat orang salah paham" kata Bai Xue santai.


"baik tuan".


"Wanita itu..." kata Bai Xue pelan.


"Yaaa....????"


"Kirimkan koin emas itu pada gadis bernama Mu Xie yang tinggal di kediaman perdana menteri kiri, Mu Qie"


"Kenapa????" tanya pengawal itu bingung.


"Tentu saja untuk melunasi hutang bodoh". jawab Bai Xue kesal.


"Pergi sana".


"baik tuan". menundukkan kepala nya sambil mengambil kotak hitam yang ada di meja kemudian menghilang dari pandangan Bai Xue.


***

__ADS_1


Terima kasih kepada para pembaca semua dan jangan lupa like serta komen di kolom komentar...!!!


@______@senyum


__ADS_2