Kaisar hantu : mengejar istri

Kaisar hantu : mengejar istri
Kedai Teh Moon Like


__ADS_3

Shu Chan :


Para warga sangat ramai di jalan jalan berlalu lalang, suara suara orang pun bergema di seluruh jalanan.


Seorang pemuda berumur sekitar 18 tahunan berdiri di depan sebuah penginapan, pakaian pemuda itu berwarna putih berborderkan hitam di setiap sudut pakaian nya.


Wajah nya lumayan tampan meski pun terlihat pucat, di belakang nya berdiri tiga orang pelayan laki laki yang terlihat cemas.


"Tuan, anda harus segera kembali, jika tuan klan tahu anda disini, beliau pasti akan marah lagi"


"Benar tuan muda, kondisi tubuh anda tak mengizinkan anda terkena angin terlalu lama, tuan klan pasti akan sangat khawatir".


"Tuan muda, tolong"


"Diamlah, kalian sangat berisik!" seru nya dingin.


Dia berdiri di depan sebuah penginapan yang sedang terkena sinar matahari siang namun semangat nya tak berkurang meski pun kondisi tubuh nya sangat mengkhawatirkan.


"Chan er"


Shu Chan memutar tubuh nya melihat searah sumber suara yang tak asing di dengar nya.


" Brother Xue, anda akhir nya datang " senyum nya bahagia.


Seakan senyum Shu chan menular kepada pemuda yang sangat cantik itu yang duduk di sebuah kursi roda, tak ada keluhan sedikit pun.


Juga tak ada keterasingan, seakan mereka memang bersaudara yang berhubungan darah, meski pun pada kenyataan nya hanya saudara angkat.


"Saudara ayo ke kedai teh, di sebelah sana"


"Baik lah".


***


Yan Xie :


Di kedai teh moon like.


(Di seluruh wilayah benua sun batas tengah memiliki cabang kedai teh ini, banyak pemuda pemudi maupun orangtua yang menjadi penggemar nya karena rasa teh nya memiliki berbagai rasa yang dapat memanjakan lidah, tempat kedai teh nya juga di pilih di tempat yang strategis)


Disebuah kamar pribadi didalam kedai teh Yan Xie sedang menikmati teh nya sambil melihat keluar, bunga bunga berjejeran dihalaman, angin terhembus mengelus kulit nya.


Sangat nyaman, membuat Yan Xie merasa sangat malas.


"Nona, kita harus pindah dari kediaman itu, orang-orang disana tidak ada bagus nya sama sekali, nona demi kenyamanan anda, kami bisa melenyapkan keluarga perdana menteri itu dalam semalam, kenapa kita harus repot-repot meladeni mereka secara langsung"


Ceramah Yan an semangat. Namun Yan Xie malah menutup mata nya ketika mendengar suara Yan an yang dia rasa berisik.


Ketika Yan an ingin melanjutkan protes nya, tiba tiba pelayan kedai teh diluar datang menyapa.


"Nona"


"Masuk lah" kata Yan Xie tanpa melihat ekspresi Yan an yang sedang marah.

__ADS_1


"Ini ada beberapa cemilan untuk nona" senyum pengurus kedai teh setelah memberi hormat ketika dia mengikuti dari belakang pelayan yang menghidangkan cemilan tersebut.


Pengurus kedai teh di tempat ini bermarga wue, seorang kultivator yang berada tingkat langit tingkat 3, pengurus itu menyuruh pelayan tersebut pergi setelah menghidangkan cemilan.


Namun pengurus kedai teh itu masih berdiri disamping Yan an.


"Nona lama tak bertemu." kata nya.


"Hhmm".


"Apakah anda datang kemari ingin melihat akun kas kedai teh ini?, saya akan mengambilkan nya segera" tanya pengurus itu.


"Tidak perlu" jawab nya singkat


"Aahh begitu" kemudian pengurus wu diam. namun sinar mata nya menunjukkan penghormatan dan pemujaan.


Siapa yang akan mengira wanita muda yang ada di depan nya ini, menguasai hampir seluruh perekonomian rakyat di benua shengxue ini, baik dalam hal obat obatan, pakaian, perhiasan untuk wanita, restoran, penginapan, bahkan kedai teh.


Namun yang sangat dia sayangkan tidak ada yang mengenal wajah asli nona nya ini karena banyak nya penyamaran wajah yang dilakukan nona nya itu.


Juga tak semua orang pun yang menjalankan bisnis untuk nona nya adalah orang biasa. mereka semua adalah kumpulan kultivator di bawah asuhan Yan Xie, nona nya.


Biasa nya orang-orang sangat ingin tenar, terkenal dan di puja namun bagaimana bisa hanya nona nya saja yang sangat suka bersembunyi? menutup diri?.


Itulah yang dipikir kan orang orang yang menjadi bawahan nona nya meski pun begitu mereka tetap mendukung tuan nya.


***


Ruangan di tingkat tiga kedai teh moon like.


"Keadaan mu tidak baik" kata Bai xue.


"Sama" balas Shu Chan


"Kembali lah ke sekte segera" sambil menuangkan secangkir teh untuk Shu Chan.


"Brother Xue jahat" Shu Chan mengerucutkan mulut nya.


"Demi kebaikan mu" lirik Bai Xue.


"Tidak, aku merindukan mu"


"Sudah lama tak bertemu dengan brother Xue, bukankah anda seharus nya merindukan ku? heem!" menunjukkan wajah nya yang paling manis.


"Ogah" jijik Bai Xue.


"Hahahaha, Hukk hukk" tawa Shu Chan yang tiba-tiba terbatuk.


"karena aku tak pernah melihat brother Xue tertarik pada seorang gadis, aku kira brother xue akan suka dengan laki-laki, kerna itu bukan kah aku sudah cukup baik?" canda Shu Chan.


"...." diabaikan.


"Bagaimana rasa nya menjadi seorang pangeran sekarang?" tanya Shu Chan.

__ADS_1


"Tidak buruk".


"Cckk, kapan brother akan kembali ke klan?".


"seperti nya tak akan mudah" jawab Bai xue serius


"Tidak, brother masih punya harapan selama anda bisa mengundang Xi Yan Gongzi itu" jawab Shu Chan serius.


"Ahhh kau pikirkan kesehatan mu sendiri, lihat lah betapa kurus nya tubuh mu sekarang yang sebentar lagi akan tinggal tulang saja" sindir Bai Xue.


"Lumayan" abai Bai Xue yang sambil menghirup dalam aroma teh yang ada di tangan nya. enak.


"Kau..."


Tiba tiba sekelompok bayangan hitam turun dari atap genteng menuju jendela, sebagian mereka membawa pedang, sebagian lagi membawa pisau.


Mereka menyerang kearah kedua pemuda yang sedang duduk bercengkrama tersebut. Bai Xue meskipun sudah cacat pada kedua kaki nya selama 4 tahun terakhir ini, namun dia masih bisa bertarung.


Satu-satu penyerang mati seketika, tinggal beberapa orang lagi, namun Bai Xue tergores pedang di bahu sebelah kanan nya untuk melindungi Shu Chan.


Pelayan Shu Chan baru menyadari keributan di dalam ruangan pun kemudian masuk dan melihat.


Ketika mereka melihat pembunuh menyerang tuan mereka, mereka pun berlari ke arah pembunuh yang berpakaian hitam tersebut.


Karena pembunuh itu tinggal beberapa orang lagi, mereka mulai kabur dari jendela mereka masuk tadi, namun pelayan itu ikut mengejar.


Karena genteng yang di pijak seorang pembunuh licin, dia jatuh kelantai pertama.


Ketika dia melihat seorang pelayan dengan cepat menyusul nya, pembunuh itu pun memasuki ruangan yang ada di depan nya mencari sandera.


Dapat, dia menaruh pedang panjang nya yang tajam ke arah leher putih, mulus seorang wanita cantik bergaun merah hati, terlihat polos. namun menawan.


"Jangan bergerak, atau wanita ini mati" seru si pembunuh itu.


Karena suara keras yang jatuh dari atas genteng ke lantai bawah serta terdengar suara teriakan keras orang itu, banyak orang-orang yang mulai berkumpul untuk melihat apa yang sebenar nya terjadi.


Ketika orang-orang melihat seorang laki-laki berpakaian hitam dan bertutup kain hitam di wajah nya sambil memegang pedang di leher seorang wanita cantik, mereka merasa ngeri di leher nya sendiri.


Kejadian apa ini? pikir mereka, biasa nya kedai teh ini aman karena ketat nya penjagaan. tak ada yang berani membuat masalah disini.


Para penjaga berkumpul, tak ada seorang pun yang berani bergerak, pelayan Shu Chan yang mengejar pembunuh tersebut ingin bergerak, namun ditahan oleh para penjaga.


Bagaimana mereka bisa membiar kan nona mereka terluka, walaupun mereka tahu nona mereka kuat. karena ingin melindungi nona nya, mereka sendiri kadang bahkan sering lupa bahwa nona mereka kuat.


Pembunuh itu pun merasa menang, melihat kecantikan di tangan nya, (pembunuh itu merasa sangat di sayang kan jika dia membunuh wanita itu. bagaimana jika bersenang-senang dulu baru membunuh nya) pikir pembunuh itu.


Namun si pembunuh tidak melihat cahaya sinis Di mata wanita itu, bagaimana bisa dia bisa di bunuh dengan begitu mudah nya. ya wanita itu adalah Yan Xie.


***


Terima kasih kepada para pembaca semua dan jangan lupa like serta komen di kolom komentar...!!!


@___@ senyum

__ADS_1


__ADS_2