
("Meski ketampanan selalu dapat menyesatkan, namun jika itu alasan untuk jatuh begitu saja pada yang nama nya cinta, bukan kah terlalu ironis?" menurut Nona muda Yan Xie)
("Ada hal yang telah lewat, tak perlu lagi di lewati kembali, bukan kerna kata menyerah atau mungkin penyesalan. namun sang waktu sudah tak lagi memungkinkan untuk kembali mengulang" kata Su Ho)
("Perasaan yang terlihat jelas kadang kala tak perlu lagi di jelaskan, bukan karena terlalu percaya diri. namun hanya dengan ketulusan, kamu dapat menemukan ketulusan lain nya, bukan?!" pendapat Ye Qi Yue)
Kediaman Han Ju
"Loli kecil, dimana kamu?" teriak seorang pemuda yang tengah berbaring di ranjang, wajah nya terlihat kesal sebab dari semalam ketika dia pingsan sampai sekarang (mengacu tengah hari) masih belum melihat batang hidung Yan Xie, jangankan batang hidung nya bahkan bayangan nya pun belum terlihat sedikit pun, membuat nya kesal setengah mati. tunggu dulu dia belum mau mati oke. (seperti nya pemuda itu memang sudah lupa bahwa semalam dia hampir saja kehilangan nyawa nya jika tidak di tolong dengan cepat oleh Yan Xie. dasar tak tahu terima kasih)
Seorang pelayan dengan takut bergegas menghampiri pemuda itu dengan menundukkan kepala nya tak berani melihat wajah kesal pemuda itu, takut dia yang kena batu nya (terkena sial) "Maaf tuan, nona muda tidak ada di kediaman nya, seperti nya nona muda sedang berada di kediaman tuan tua"
__ADS_1
"Kenapa dia pergi ke sana?? apakah gadis kecil itu melakukan kesalahan?? atau mereka yang mencari masalah??" pemuda itu mengajukan pertanyaan beruntun dengan serius hampir meluapkan semua emosi nya yang akan meledak kapan saja melupakan keadaan tubuh nya yang terlihat kurang baik.
(Dasar pemuda yang pemarah) pikir pelayan itu namun raut wajah nya sepenuh nya menunjukkan kebingungan, bingung harus menjawab apa "Ini tuan, pelayan rendahan ini, tak tahu, nona muda tak menjelaskan nya" pelayan itu mengubah wajah bingung nya menjadi malu. nona muda nya biasa nya paling dekat dengan gadis itu (Yan An). gadis itu yang mengurus semua hal hal yang penting yang berhubungan dengan nona muda nya di kediaman ini. dia hanya sebagai pelayan rendahan nona muda nya hanya dapat mengurus hal hal kecil saja. untung saja nona muda nya masih ingat memberi nya bonus di akhir bulan. itu sudah jauh cukup bagus dari pada bekerja di tempat lain.
"Pelayan tak berguna, tak bergunaaa, berhenti saja jadi pelayan untuk gadis kecil itu, kamu tak pantas" marah pemuda itu yang tiba tiba meringis karena tak sengaja menyentuh luka yang ada di tubuh dengan tangan nya sendiri. "iicchh".
(Author : kenapa kamu seperti ulat kepanasan ketika badan mu penuh luka?. lagi carik perhatian ya? dasar jomblo!)
(Pemuda itu : Thor, kamu yang jomblo! seluruh keluarga mu jomblo!)
(Pemuda itu : ammpuuunn ndoro putri, eh maksud nya Thor, saya masih ingin hidup, tolong kasihani lah saya Thor yang masih jomblo ini!!)
__ADS_1
(Author : Kan, baru ngaku Lo!!! rasain sono, Lo sih resek saat lagi lapar!!)
(Pemuda itu : ".......", begini lah nasib saya yang hanya sekedar karakter sampingan, bahkan identitas saya sendiri pun tidak di ungkapkan oleh si author berengsek itu sampai sekarang, mau nya apa coba?? (penuh keluhan)).
"Tuan anda tak apa-apa?" tanya pelayan itu cemas.
"Tak masalah, pergi lah sejauh mungkin, melihat wajah mu membuat ku muak!!" kata pemuda itu sinis, namun yang sebenar nya dia hanya tak ingin menunjukkan sisi terlemah nya saat ini, luka ini membunuh ku. sungguh.
"Loli kecil, cepatlah kembali, sebelum kakak mu yang tampan ini benar-benar mati karena kesakitan dan kebosanan" keluh nya dalam hati.
***
__ADS_1
@____@senyum,,, Terima kasih kepada semua para pembaca yang telah singgah ke warung kopi ehhh novel author ini, jangan lupa like dan tinggalkan jejak kehadiran kalian semua di kolom komentar,,, author ngk minta muluk muluk kok,,, cukup dengan komentar positif aja untuk memberikan author semangat membuat episode selanjut nya.... sekali lagi terima kasih semua nya...
love you..