Kalau Jodoh Pasti Dapet

Kalau Jodoh Pasti Dapet
“Menghilang”


__ADS_3

“Kenapa kamu menghilang tanpa kabar? Jika tau akan berakhir seperti ini, lebih baik kita tak bertemu dari awal” -Miken


...\~...


Sudah sebulan lebih chat dari Miken untuk Azzamta tak pernah dibalas, bahkan tak di baca. Di Wa, di SMS dan bahkan di telpon pun Handphone nya tidak aktif. Tak ada kabar apapun dari Azzamta untuk Miken, sekarang Miken terus murung tak ada yang bisa membangkitkan semangat Miken lagi. Teman-teman Miken sangat khawatir dengan keadaan Miken sekarang, mereka juga mencari informasi ke segala penjuru tetapi tetap tidak menemukan informasi tentang keberadaan Azzamta.


Kini Miken yang memang sifatnya tidak banyak bicara, makin tidak mau bicara. Bahkan ditanya sekali pun dia hanya menatap orang yang bertanya padanya, tatapan kosong terpancar kan dari matanya. Miken sudah diterima oleh Universitas Jaya Wijaya, Universitas terbaik di negara ini, sebelum ditinggalkan oleh Azzamta dia sudah mendaftarkan diri lewat guru BK nya, makanya walaupun sekarang dia galau tapi untungnya pendaftaran ke Universitas di lakukan oleh guru Bk nya. Sama seperti teman-temannya, akan tetapi mereka beda jurusan, Dendi masuk jurusan Teknik Mesin, Agung masuk jurusan Kedokteran, Cherry dan Sasa masuk jurusan yang sama yaitu jurusan Teknik Informatika, dan Miken masuk jurusan Hukum.


Yap, Miken sedikit kecewa kenapa dia dulu malah memilih Hukum, sekarang dia malas untuk belajar lagi. Dan pastinya seminggu lagi Masa Orientasi Siswa, dan Miken tidak mau mengikutinya. Cherry dan Sasa pun mendatangi rumah Miken, karena hanya itu satu-satunya untuk berkomunikasi dengan Miken sekarang.


Cherry : “Permisi..” tok tok tok mengetuk pintu rumah Miken


Bi Lastri membukakan pintunya.


Bi Lastri : “Non Cherry dan Non Sasa, udah lama ga kesini..”


Sasa : “Iya Bi, sibuk ngurusin data masuk Univ, kalau Miken diurusin siapa?”


Bi Lastri : “Guru BK nya, sampai datang kesini karena Non Miken gamau keluar rumah banget, Bibi juga khawatir, untung aja asisten Non Miken di Perusahaan mau bantu semua data yang kurang. Kalau ngga, Bibi gatau harus gimana..” ucap Bi Lastri sedih


Cherry : “Sabar Bi.. nanti semoga aja Miken berubah setelah kami kesini, Cherry mohon Bibi keluar dulu ya, takutnya ada peperangan di rumah..”


Sasa : “Hah aslian cher?”


Cherry hanya mengangguk ke Sasa.


Bi Lastri : “Demi kebaikan Non Miken juga, ya sudah.. bibi keluar rumah dulu ya, kebetulan mau beli bahan-bahan makanan..”


Cherry dan Sasa pun masuk ke rumah Miken, dan Bi Lastri meninggalkan mereka semua.


Cherry dan Sasa sekarang mengetuk kamar Miken yang tertutup namun tak terkunci, memudahkan mereka untuk langsung masuk ke kamarnya. Terlihat Miken sedang tertidur.


Sasa : “Mik.. Miken..” sambil membangunkan Miken


Miken pun membukakan kedua matanya.


Cherry : “Ayok bangun Mik, bentar lagi kuliah, kamu ga akan nyiapin apapun buat MOS?”

__ADS_1


Miken hanya diam tak ada jawaban.


Sasa : “Udah makan belum mik?”


Miken tetap terdiam.


Cherry : “Cepet ah jangan gitu mulu, udahan galau nya. Cepet bangkit Miken!”


Miken hanya menatap tajam Cherry.


Sasa yang khawatir mulai mengelus tangan Miken.


Sasa : “Mik, kali ini aja yuk.. kamu dengerin kita, kamu ga kasian ke diri kamu sendiri? Kalau kamu ga kasian ke diri kamu sendiri, kasian ke Bi Lastri.. Bibi khawatir dengan keadaan kamu yang diem terus sekarang, ditanya ga di jawab, berubah yuk..”


Miken terdiam dan berpikir dikepalanya.


Cherry : “Mik kamu gabisa gini terus, kamu malah nyakitin diri kamu sendiri. Udah lah Gausa mikirin lagi orang itu, dia udah ngecewain kamu, yang harus kamu pikirin sekarang gimana caranya ngebahagiain kamu sendiri, dan orang yang udah baik banget sama kamu..”


Miken : “Ma-maaf.. aku keterlaluan..” Miken pun menangis terisak.


Sasa dan Cherry memeluk Miken, dan ikut menangis.


Miken mengangguk dan mengucapkan terimakasih kepada Sasa dan Cherry.


Miken : “Makasih semua, udah nyadar in aku.. dan aku sekarang bakal kembali jadi Miken yang dulu..”


Cherry : “Kalau bisa agak riang dikit ya, Miken dulu juga pendiem cui..”


Miken, Sasa, Dan Cherry pun tertawa terbahak-bahak. Mereka menghabiskan waktu bersama sepanjang hari, dan setelahnya Sasa dan Cherry membantu Miken menyiapkan peralatan untuk MOS. Seminggu lagi MOS akan diadakan, dan semua harus sudah siap, tidak ada bedanya dengan MPLS saat SMA. Cuman agak keras dikit aja di MOS ini, dan mungkin akan keluar kata-kata kasar oleh Kating (Kaka tingkat) kepada MABA (Mahasiswa Baru), yang jelas sekarang MOS nya gabisa bareng-bareng karena beda jurusan. Sistem di Universitas ini emang gitu sih, MOS nya langsung ke jurusannya masing-masing.


Seminggu pun sudah berlalu, hari ini adalah hari MOS di Universitas Jaya Wijaya, semua datang pagi termasuk Miken. Kali ini Miken tidak menggunakan lagi motor, karena jarak dari rumah nya ke Universitas sangat jauh, tadi saja dia pergi jam 4 dan sampai Universitas jam 7 pagi. Kalau Cherry, Sasa, Dendi dan Agung sudah membeli Apartemen di daerah Universitasnya, kalau Miken karena Abis galau, gamau mikir dulu ribet. Paling hari ini pulang dari MOS, Miken pergi cari Apartemen baru.


Mobil yang Miken kendarai adalah mobil Mewah dikalangannya, kalau Azzamta waktu itu naik mobil Mercy, kalau Miken mobil BMW.



Begitulah penampakan mobil Sport milik Miken, dia tidak menggunakan mobil peninggalan ayahnya yang klasik, menurutnya takut, takut tiba-tiba mogok ahhahaha.

__ADS_1


Setelah di parkiran, Miken masuk ke salah gedung utama Universitasnya, dengan style yang sudah ditentukan oleh Kating, memakai topi dari bola plastik dan rambut di kucir dua.


Kating 1 : “Maba cepet baris!! Saya hitung sampai 3, kalau ga baris bending 10 kali. 1.. (Maba mulai berbaris dengan rapih) 2.. 3…, (masih ada yang baru datang dan baru baris). Okei.. masih ada yang belum baris, ambil posisi tangan dipinggang dari BAWAH!!! CEPAT!!! (Mereka pun langsung baris dengan rapih, dan mengambil posisi jongkok)”


Kating 2 : “Baris aja lama banget, ngerasa masih dimanjain di SMA nya ya!!” Julit kating perempuan


Kating 1 : “1…. (Mereka berdiri dan jongkok lagi) 2…. 3… 4… 5… 6… 7… 8…. 9… 10.. BERDIRI SEMUA YANG RAPIH!!!”


Semua pun langsung bergegas berdiri


Kating 3 : “Sekarang kita perkenalan diri terlebih dahulu, Perkenalan dimulai dari Tata tertib. Selama 1 minggu kalian akan menjalani MOS, dan ini Tata tertib yang harus dipatuhi.” (Sambil menyuruh kating yang lainnya membagikan kertas berisikan Tata tertib)


Kating 3 : “Setelah kalian membaca nya, sekarang kita perkenalan nama Kaka tingkat terpenting di Jurusan Hukum ini”


Kating 1 : “Perkenalkan nama saya Brayn, dari tingkat 3”


Kating 2 : “Nama saya Siska, dari tingkat 3 kalian jangan genit ke aku ya..” dengan nada centil


Kating 3 : “Nama saya Yosua, dari tingkat 2”


Kating 4 : “Nama saya Yuni, dari tingkat 2”


Kating 5 : “Nama saya Mita, dari tingkat 1”


Kating 6 : “Jino, tingkat 1” dengan nada dingin, tapi karena pesona nya yang menurut orang lain tampan jadi membuat mereka para wanita menjerit pelan ke dengan suara Jino.


Kating 3 : “Maksud dari tingkatan ini adalah, tingkatan yang menentukan keberadaan mereka sepenting apa. Ketua jurusan kami adalah Jino saat ini, maka dia berada di tingkat 1, tingkat paling rendah ada di tingkat 6, yaitu tingkat kalian yang baru masuk Jurusan ini.”


Miken menguap karena terlalu bisa mendengar penjelasan dari Kaka tingkat ini, rasanya Miken ingin keluar dari gedung dan makan ramen di kantin, kata Sasa ramen disini enak banget. Tanpa sadar dari arah lain, Jino memperhatikan gerak gering Miken.


Dalam pikiran Jino saat ini, “Miken.. akhirnya kita bertemu kembali..” sambil menyeringai kecil tanpa disadari oleh siapapun.


Miken tak peduli apapun, yang iya pedulikan.. DIA LAPAR BANGET PADAHAL MASIH PAGI!!!, kalau gitu Miken seharusnya beli sarapan dulu di Rest Area, sekarang kerasa laparnya haduh haduh mikennn…


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2