
“Jika memang Tuhan mengirimkanmu untukku, maka kamu lah jodohku. Dan yang ingin ku lakukan hanya terus bersamamu..” -Miken
...\~...
Tak terasa sudah hampir 2 tahun lebih Azzamta dan Miken menjalin hubungan pacaran, dan mereka kini sudah menginjak kelas 3 SMA dan sebentar lagi mereka lulus. Semua siswa-siswi yang lain sudah menyiapkan diri untuk memasuki jenjang Universitas, begitu pula dengan Miken. Tapi entah mengapa Azzamta tidak memberitahukan kemana ia akan melanjutkan jalan hidupnya, entah ia akan kuliah atau langsung bekerja. Karena kan Azzamta sudah memiliki perusahaan peninggalan orang tuanya, tapi perlu kalian ketahui, sampai detik ini pun Azzamta tidak memberitahu tentang perusahaannya miliknya sendiri kepada Miken. Kejadian pertama kali Azzamta dan Miken bertemu yang akhirnya Miken mengantarkan Azzamta ke perusahaan Balito saat itu, Azzamta bilang ia hanya mau bertemu dengan rekan bisnisnya, Miken sempat curiga tapi kecurigaannya disingkirkan karena Miken tidak ingin membuat Azzamta terusik teangan pertanyaannya yang terlalu pribadi. Dan satu lagi, Azzamta juga masih merahasiakan masalah dia sudah Sarjana di salah satu Universitas Norwegia. Tapi mengapa Azzamta masih menyembunyikannya??, semua rahasia tentang Miken pasti Azzamta sudah ketahui. Sedangkan Miken ternyata belum tahu tentang siapa Azzamta yang sesungguhnya.
-
Minggu ini adalah hari semua siswa-siswi kelas 12 ujian sekolah, dan semua berjalan sangat lancar.. mereka sudah diterima di universitas yang mereka inginkan semuanya, karena perlu kalian ketahui bahwa lulusan dari Sekolah kita tercinta ini, pasti masuk ke universitas yang siswa-siswinya inginkan.
Yahh maklum sekolah nomor 1 se-Negara ini..
Miken dengan teman-temannya menjalani ujian sekolah dengan santai, tapi ada yang aneh dengan gelagat Azzamta. Entah mengapa akhir-akhir inj Azzamta jadi sering melamun, dan menjadi sangat posesif kepada Miken seakan ia akan kehilangan Miken. Miken tidak berani bertanya kepada Azzamta, karena Miken merasa dia juga pernah ada diposisi Azzamta.
Setiap Miken berduaan dengan Azzamta, Miken hanya bilang “Kalau ada sesuatu cerita ya.. kamu kayak yang banyak pikiran.. tenang in dulu oke..”. Tapi pada akhirnya Azzamta hanya bisu tidak berbicara apapun lagi kepada Miken, dan malah mengalihkan topik tidak ingin menjawab pernyataan yang diungkapkan Miken.
Di dalam kelas
Dendi : “Woiii… nilai udah keluar nih!!!”
Cherry : “Mana manaaaa aku pengen liatttty”
Dendi : “Buka link nya aja Cherry yang pintarr..” dengan nada nyindir
Cherry : “Eh iya ya.. hehehe maap maapp”
Sasa : “Wah, Gung.. gasalah aku nyontek ke kamu hahahah, nilai ku aman..”
Dendi : “Hooh, emang Agung it's the best!!”
Agung hanya menganggung pelan
Cherry : “IHHH KALIAN NYONTEK?!! Kok ga bagi-bagi, Huaaaaa.. nilai aku jadi nya pas-passan KKM. Kalian jahat ga ngasih tau akuuu huuuuu”
Dendi : “Siapa suruh kaga nanya..”
Cherry : “Ya kalo kalian niat, kenapa ga kasih aja di grup coba?”
Dendi : “Kamu mau Miken marah? Dia kan gaboleh di ganggu dengan notif grup kita”
Cherry : “Mikenn.. kamu nilai nya bagus, kenapa ga ngasih tah aku??” Rengek cherry
Miken : “Kamu ga nanya”
Cherry : “Tapi kan..”
Dendi : “Udah ga ada tapi-tapi an, lain kali budayakan bertanya ya Cherry..”
Cherry hanya menatap sinis ke Dendi, dan langsung berlindung kepada Agung.
Dendi : “Yehhh, ni anak dikasih tau malah ga nerima.. Oh iya nilai Azzamta bagus juga nih, orang nya kemana?”
Miken : “Tadi bilangnya ke toilet, bentar lagi balik”
Dendi mengangguk tanda meng-oke kan.
Datang lah Azzamta yang langsung mengambil tas nya, dan dia hendak pergi lagi tanpa memberitahu apapun kepada Miken.
Miken yang melihat Azzamta seperti buru-buru mulai bertanya,
Miken : “Kamu mau kemana? Kok bawa tas?”
Azzamta hanya terdiam tak menjawab, dia fokus membereskan barang-barangnya.
__ADS_1
Miken : “Zam, aku nanya loh..”
Masih tidak ada jawaban, sampai Azzamta hendak meninggalkan kelas. Di tarik lah tangan Azzamta oleh Dendi.
Dendi : “Itu Miken nanya, kamu kan punya mulut. Jawab!” Dengan nada tegas.
Azzamta : “Bukan urusanmu!”
Dendi yang kesal ingin menonjok Azzamta, tapi dihadang oleh Miken.
Miken : “Kita bisa ngobrol dulu? Please..” menatap ke arah Azzamta.
Azzamta seperti tergerak hatinya, dan mengangguk an kepalanya, tanda setuju untuk mengobrol dengan Miken.
Kemudia Azzamta dan Miken pergi ke parkiran, biar Azzamta bisa langsung pergi setelah mengobrol dengan Miken.
Miken : “Kamu mau kemana? Kok buru-buru?”
Azzamta : “Aku ada urusan mendadak, dan harus cepet ngurusinnya..”
Miken : “Emang kenapa? Masalah perusahaan?”
Azzamta : “Iya, lagi ada krisis aja.. aku bakal pergi jauh..”
Miken yang mendengar itu kaget, ga biasanya Azzamta pergi jauh, kalaupun dia pergi ke luar negeri dia ga bilang itu jauh. Ada yang aneh dengan perkataan Azzamta, dan itu membuat Miken entah kenapa jadi sedikit takut.
Miken : “Maksudnya pergi jauh apa?”
Azzamta : “Iya aku bakal pergi jauh, untuk beberapa lama kita ga akan bisa ketemu..”
Miken : “Kok kamu gabilang dari awal sih? Kenapa ga cerita? Kamu tiba-tiba mau pergi gitu aja..”
Azzamta : “Perusahaanku krisis, ga ada waktu buat cerita..”
Azzamta : “Miken, dengerin aku.. ga semuanya bisa diceritain..”
Miken : “Kenapa? Semua cerita aku, aku kasih tau ke kamu.. tapi kamu ga pernah ngasih tau tentang diri kamu sendiri secara mendalam! Sampai detik ini juga, aku gatau kamu udah lulus SMA mau kuliah dimana? Atau mau ngelakuin apa? Aku gatau!! Kenapa coba kamu ga jujur!!!”
Azzamta yang mendengar keluhan dari Miken hanya terdiam.
Miken : “Tuh kan, lagi-lagi kamu diem terus.. ngomong bisa ga sih!!!!”
Azzamta : “Aku gatau harus ngomong apa lagi, yang aku bisa omongin.. aku sayang dan cinta sama kamu.. kalau kamu percaya itu, kamu gaperlu jawaban apapun lagi dan ga perlu tau apapun lagi..”
Miken : “Kamu egois!! Kamu ga ngertiin perasaan aku, emangnya yang harus tau itu tentang aku doang? Kamu ga perlu diketahui gitu? Aku pengen tau semua tentang kamu, apakah salah?”
Azzamta : “Enggak salah miken.. tapi belum waktu yang pas buat kamu tau segalanya tentang aku..”
Miken : “Terus kapan waktu yang pas AZZAMTA!”
Azzamta : “Suatu saat, aku ceritain semuanya ke kamu..”
Miken yang mendengar itu sudah merasa muak dengan jawaban Azzamta, Miken langsung pergi dari parkiran sekolah masuk kembali ke dalam sekolah. Di pikiran Miken hanya ada pertanyaan, kenapa Azzamta ga jujur ke Miken.
Azzamta yang melihat kepergian Miken, ingin sekali menahannya tapi dia lebih memilih langsung pergi naik mobil nya. Mungkin memang urusan Azzamta sangat penting, entah apa itu urusannya semua orang tak tau, kecuali Author ;).
Miken sudah kembali ke kelasnya, dan wajah sedih dan menahan kesal terpancar dari raut wajahnya. Sasa dan Cherry merasa ada yang aneh, dan langsung menghampiri Miken.
Sasa : “Kenapa Mik? Azzamta kemana?”
Miken hanya terdiam, dan matanya saat ini sedang menahan air mata untuk jatuh keluar.
Cherry : “Miken kamu kenapaa? Kok keliatan yang sedih, cerita yukk”
__ADS_1
Miken : “Azzamta..”
Sasa : “Kenapa sama Azzamta mik?”
Miken : “Aku tadi berantem sama Azzamta..”
Cherry : “Kok bisa??”
Miken : “Dia ga jujur tentang dirinya sendiri..” air mata pun tidak bisa tertahan lagi, dan keluar dari mata Miken.
Sasa : “Hah maksudnya gimana?”
Miken : “Dia ga cerita tentang masalah dia apa, tapi aku selalu cerita apapun ke dia”
Cherry : “Kamu tau ngga alasannya kenapa?”
Miken : “Dia bilang, belum waktunya aku tau..”
Cherry : “Lah kok gitu sihh!!”
Sasa : “Udah Miken, kamu Gausa sedih.. mungkin dia gamau kamu khawatir..”
Miken : “Malah kalau gini, aku jadi tambah khawatir..”
Sasa : “Inget Miken, kamu cukup percaya sama dia. Mungkin ada alasan yang kuat kenapa dia ga bisa cerita dulu sam kamu. Kamu mending sekarang jadi support system buat dia aja, walaupun dia belum bisa cerita, yang penting dia masih ada kamu buat jadi tenaga dia.”
Miken yang tersadarkan dengan omongan Sasa, mengangguk pelan..
Miken : “Aku harus minta maaf ke dia, tadi aku udah kasar banget ke dia..”
Sasa dan Cherry hanya mengangguk.
Miken : “Makasih ya kalian berdua udah ngasih pencerahan ke aku…” sambil tersenyum
Cherry : “Kita kan sahabat, selamanya!”
Dendi yang baru datang entah dari mana, langsung ikut gabung.
Dendi : “Weiss ada apa ini, rame bener keknya..”
Cherry : “Udah bubar bubar, ada Dendi.. huuuuu”
Dendi : “Plisss kok pada bubar sih, ga akan ngasih tau dulu aku gitu..”
Mereka semua mengabaikan Dendi dengan balik ke kursinya masing-masing, Miken langsung membuka Handphone nya dan langsung mengirim pesan kepada Azzamta.
^^^Miken Clarissa :^^^
^^^“Azzamm, maafin aku.. tadi aku kepancing emosi”^^^
^^^“ga ngerti ke adaan kamu gimana..”^^^
^^^“Maaf Azzamm…”^^^
Hanya ceklis 1 dari pesan tersebut, menandakan pesannya yang menandakan, pesannya tidak diterima oleh Azzamta. Entah di blok atau gimana, tapi tunggu balasan nanti.. mungkin Abis kuota ya kan?.. positif thinking dulu aja..
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1