Kalau Jodoh Pasti Dapet

Kalau Jodoh Pasti Dapet
“Proses”


__ADS_3

“Sesuatu hal pasti memerlukan sebuah proses, termasuk dalam suatu hubungan.” –Author


...\~...


Pikiran Miken sekarang sangat kacau, ia tak tau harus kemana, akhirnya Miken memutuskan untuk pergi ke bioskop dan memesan seluruh tiket satu studio, agar tidak ada yang tau bahwa dia sedang menangis.


Setelahnya Miken makan di Sushi Tei dan sehabis itu, barulah ia pulang ke rumahnya. Rena yang sudah menelpon Miken berkali-kali, akhirnya merasa tenang, karena teleponnya akhirnya diangkat oleh Miken.


Rena : “Halo Mikenn??!! Kamu dimana?!!”


Miken : “Di rumah”


Rena : “Ohh syukurlah, aku takut kamu kenapa-kenapa, tadi kamu pergi bareng tuan Ballmer?”


Miken : “Ga”


Rena : “Oh oke, nanti jam 7 malam aku jemput kamu, untuk ke pesta Jino..”


Miken : “Oke”


Miken langsung menutup telponnya, Rena dari jauh keheranan, sepertinya Miken sedang marah menurut Rena.


Setelah mendengar hal tersebut, Miken memilih untuk tidur terlebih dahulu, karena kepalanya sangat pusing memikirkan semua kejadian yang ia alami.


Jam 7 malam Rena mendatangi rumah Miken dan menjemput Miken, dilihatnya Miken yang terus merenung dengan tatapan kosong. Rena sudah bertanya ada apa dengan Miken, tapi Miken mengatakan dia ga kenapa-kenapa.


Setelah sampai di salah satu bar yang ada di Jakarta, Yap Jino merayakan ulang tahunnya ke 27 di bar club, karena biar asik aja. Melihat kedatangan Miken, Jino langsung menghampirinya dan menanyakan kabarnya, semua orang pun bisa melihat bahwa Miken sedang tidak baik-baik saja, tapi Miken menyangkalnya dengan mengatakan dia ga kenapa-kenapa. Teman-temannya yang lain pun alias Dendi, Agung, Cherry dan Sasa sudah bertanya kepada Miken, tapi nihil Miken tidak mau memberitahu apa yang terjadi sebenarnya.


Pesta pun di mulai, Miken memberikan hadiah kepada Jino, dan Jino mencium kepala Miken tanda terima kasihnya dan rasa sayangnya, Miken yang menerima hal tersebut merasa tidak apa-apa karena memang Jino sering mencium kepalanya. Tapi di arah lain, terlihat Azzamta yang bersembunyi melihat ke arah mereka dengan tatapan tajam dan amarah yang ia tahan. Dia tidak rela Miken disentuh oleh lelaki lain selain dia.


Semua mulai menikmati acaranya, begitu pun Miken yang sudah pusing, akhirnya ia memutuskan untuk meminum alkohol (gapapa ya, udah diatas 25 tahun kok heheh), Miken meminum alkohol beberapa gelas sampai dia mabuk berat, semua orang disini mabuk berat kecuali Cherry. Dia tau teman-temannya akan mabuk, jadi harus ada satu orang yang waras untuk mengantarkan para makhluk konyol ini pulang. Tapi Cherry masih tidak menyangka seorang Miken ingin mabuk di tempat seperti ini, mungkin memang benar Miken sedang ada masalah. Cherry sebagai teman hanya bisa mendukungnya saja.


Dari jauh datang lah Azzamta untuk membawa Miken pulang, saat Azzamta datang Cherry terkejut setengah mati, AZZAMTA? Lelaki yang membuat Miken sampai putus asa, akhirnya kembali.. dan sekarang dia mau membawa Miken.


Cherry : “Heh Kau, tak perlu membawanya, biarkan ini menjadi urusanku. Kau tak perlu ikut campur.”


Azzamta : “Aku ingin Miken pulang bersamaku.”

__ADS_1


Cherry : “Emang kamu punya hak apa hah?!! Kamu cuman mantan yang ninggalin Miken sampai Miken putus asa, terus saat dia kesusahan emang kamu ada di sampingnya?! Ngga kan!!! Jadi sekarang Gausa sok sok an jadi pahlawan kesiangan!”


Azzamta : “Aku mohon cher.. aku minta maaf atas kejadian waktu ituu tapi aku sekarang ga akan ninggalin Miken lagi.. urusanku sudah selesai semua..”


Cherry : “Halah simpen permintaan maaf kamu, ini udah 7 tahun berlalu ya, udah basi tau ga!”


Azzamta : “Pleasee, aku bisa jelasin ini semua ke kamu Cherry, tolong kamu dengerin penjelasan aku..”


Cherry yang merasa kepo kepada penjelasan Azzamta, mensetujui ucapan Azzamta yang ingin menjelaskan kemana saja dia pergi selama ini. Dan setelah Azzamta menceritakan semuanya, Cherry pun merasa terharu dan menepuk pundak Azzamta.


Cherry : “Aku gatau harus bilang apa, disatu sisi kamu emang ngelakuin itu buat kebaikan kalian semua, tapi kamu juga salah dengan cara kamu yang tiba-tiba meninggalkannya tanpa kabar. Aku tau kamu kehilangan komunikasi untuk Miken, tapi sebelumnya kan kamu bisa menjelaskan dulu, biar Miken ga depresi. Kamu tau Miken depresi setelah ditinggalkan olehmu?”


Azzamta : “Maaf,, aku sungguh menyesal, aku ingin selalu bersama Miken, tolong aku Cherry..”


Cherry : “Aku hanya bisa menolong kamu untuk bisa ngobrol berdua dengan Miken, tapi kamu jangan sampai melukai Miken lagi. Atau kamu akan aku jadikan target untuk dibunuh.”


Azzamta : “Pasti Cherry, aku pasti tidak akan melukai Miken lagi..”


Cherry pun membuat ide dengan Azzamta agar bisa berbicara lama dengan Miken, mengingat Miken kalau ngobrol sebentar pasti tidak akan mendengar Azzamta. Tapi jika berhari-hari mungkin dia akan mendengarkan Azzamta. Akhirnya mereka merencanakan untuk menculik Miken, nantinya Miken akan tinggal dengan Azzamta di Rumah Azzamta yang jauh dari kota, dan Cherry akan memberitahu semua orang, bahwa Miken hanya sedang refreshing dan tidak ingin diganggu.


Rencana pun dimulai dari hari ini, mumpung Miken sudah pingsan karena mabuk berat, dan dibawa lah Miken ke rumah Azzamta. Keesokan harinya tidak ada yang tau keberadaan Miken, tapi semua tidak panik karena Cherry memberitahu bahwa Miken pergi refreshing. Rena sempat curiga, tapi Cherry meyakinkannya mengingat kemarin Miken juga terlihat seperti sedang sedih.


Kaca jendela kamar Miken sudah dibuka oleh Azzamta, cahaya masuk menyinari wajah Miken. Azzamta memperhatikan wajah Miken yang sangat cantik ketika tidur. “Kamu adalah bidadariku, maafkan aku telah membuatmu terluka, tapi aku akan membuatmu sangat bahagia kembali. Denganku.. Bersamaku..” ucap Azzamta.


Saat Azzamta mengelus kepala Miken, itu membuat Miken terbangun dan melihat wajah Azzamta dari dekat membuat jantung Miken berdebar kencang.


Miken : “Apa-apaan kamu!!..” sambil mendorong wajah Azzamta.


Azzamta : “Kamu cantik sekali ketika sedang tidur..”


Miken : “Gausa muji, dimana aku sekarang!! Aku mau pulang!”


Azzamta : “Ini rumahmu dari dulu hingga sekarang Miken..”


Miken : “Ga!, ini rumahmu bukan rumahku!!”


Azzamta : “Apapun yang menjadi milikku, pasti milikmu juga sayang..” sambil mengelus kepala Miken.

__ADS_1


Miken : “Singkirkan tanganmu dariku, aku tak sudi kau pegang!!”


Azzamta : “Yaudah, sekarang kuta sarapan dulu ya..”


Miken : “Ga!!! Aku mau pulang!! Sekarang!”


Azzamta : “Gabisa, kalau kamu mencoba keluar pun, disini hutan pasti kamu akan tersesat..”


Miken : “Sialan!!”


Azzamta : “Sttt, jangan kasar ah omongannya. Aku gasuka..”


Miken : “Terserah aku lah!”


Azzamta : “Yauda sekarang nurut, kita makan dulu ya..” terlihat nampan berisikan makanan sudah ada di tangan Azzamta.


Saat Azzamta ingin menyuapinya, Miken melempar sendoknya ke lain arah.


Azzamta : “Ga baik buang-buang makanan, kamu ga kasian orang diluar sana membutuhkan makanan?”


Miken yang menyesal dengan perbuatannya langsung menunduk.


Azzamta mengambil sendok baru dan menyuapkan makanan lagi ke Miken.


Miken : “Aku bisa sendiri, sana pergi!” Sambil mengambil nampan yang berisi makanan juga sendoknya.


Azzamta : “Oke sayang,, aku kebawah dulu ya.. kamu kalau mau kebawah tinggal kebawa aja ya sayang.. Muach” mencium kepala Miken.


Miken memakan makanannya dan Azzamta turun kebawah, dan ternyata dibawah sudah ada hewan peliharaan Azzamta, harimau putih yang Azzamta beri nama Leo. Azzamta mengelus badannya, sambil memberi snack kesukaannya yaitu telur ayam.


Miken selesai dengan makanannya, dan dia penasaran ingin melihat kebawah, saat menuruni tangga, dia melihat di ruang tengah ada seekor harimau sedang menatapnya. Tapi bukannya takut, mata Miken justru berbinar, Miken merasa harimau itu lucu sekali.


Azzamta : “Tunggu dulu ya, jangan mendekat. Aku takut dia akan melukai mu.. Pa ujang!! (Panggilnya) bawa Leo kembali ke kandang.


Saat mau dibawa ke kandang oleh Pa ujang, Leo memaksa kabur dan berlari ke arah Miken, sontak membuat Azzamta cemas dan lari ke arah Miken juga, tapi kecepatan Leo berlari sangat cepat, dan langsung melompat ke arah Miken.


Bukannya mau memakan Miken, justru Leo ingin memeluk Miken, dan Miken pun mengelus-elus badannya.

__ADS_1


Miken : “Anak pintar..”


Terlihat Miken tersenyum semangat, karena dapat bermain dengan Leo, Azzamta sedikit cemburu karena perhatian Miken ditujukan kepada Leo. Tapi tidak apa-apa selagi Miken berasa bahagia.


__ADS_2