
“Sayangi dirimu sendiri dan mereka yang menyayangimu lebih dalam, karena itu semua menjadi kekuatan bagimu untuk melangkah maju kedepan..” -Author
...\~...
Setelah dipulangkan, Miken tidak langsung pulang, ia berkumpul dengan teman-temannya terlebih dahulu, di kantin Prodi kedokteran Dendi, Agung, Cherry, dan Sasa sudah berkumpul menunggu kedatangan Miken. Dan Miken masih berjalan menuju kantin Prodi kedokteran.
Dendi : “Jadi gimana masalah si tai Azzamta?”
Sasa : “Yah gitu deh, ngilang kayak ditelan bumi”
Cherry : “Nanti kalau Miken datang, jangan bahas orang itu!”
Dendi : “Yaiyalah, cape-cape kamu sama Sasa ngebalikin Miken jadi kayak dulu lagi..”
Sasa : “Hooh, susah tau balikin orang yang udah jatuh cinta banget. Eh jatuh cintanya sama orang yang salah..”
Agung : “Udah-udah, tuh Miken datang.. obrolin yang lain..”
Miken pun datang menghampiri mereka, banyak tatapan menuju Miken di kantin ini, entah kenapa juga Miken pun tak tau mengapa.
Sasa : “Mikk, siniii..” sambil menepuk kursi untuk duduk disebelahnya.
Miken pun duduk di kursi, kursi kantin itu panjang membentang begitu pun dengan meja nya.
Cherry : “Gimana MOS di Prodi kamu, seru ga?”
Miken : “Biasa aja, cuman ada anjing disana..”
Dendi : “Hah??!! Ada anjing!! Gila gila, keren juga di Prodi kamu bisa bawa anjing ke kampus”
Agung : “Yang dimaksud anjing itu, bukan beneran anjing.. Miken, beritamu menyebar di Prodiku. Entah siapa yang membagikan vidio mu bertengkar dengan Kating itu.”
Sasa : “Apa!! Mik kamu beneran bertengkar??? Gimanaaa gimanaa!! Cerita dong ceritaa!!”
Miken : “Aihh tu orang udah nyari masalah duluan, dan aku terusik jadi hilang kendali.”
Cherry : “Parah sih, ngusik kamu adalah kesalahan yang fatal. Bahkan temen-temennya sendiri aja ga berani kecuali si cengos Dendi..”
Dendi : “Jiakh bawa-bawa aku yang imut ini, aku ga perna ngusik siapapun yaa, itu cuman Ber-Can-Da. Oke!”
Cherry : “Sama aja Dih!”
Agung : “Udah, diliatin orang lain.. sutt”
Mereka pun terdiam, dan memperhatikan sekitar kecuali Miken, karena Miken yang diperhatikan oleh mereka, dan sekarang Miken sedang berjalan untuk membeli makanan.
Dendi : “Eh, katanya ada vidionya?? Liat dong liattt!!”
Agung : “Bentar aku minta dulu ke temen aku”
Setelah vidio berhasil didapatkan, Dendi, Agung, Cherry dan Sasa menonton vidio tersebut.
Sasa : “Gilaaaa, itu Miken marah banget keliatannya, belum pernah aku liat dia semarah itu..”
Dendi : “Walaupun dia marah, tapi dia tetap tenang sih.. good girl”
__ADS_1
Cherry : “Itu kating kok nyebelin banget sih, pengen aku tampar mukanya..” (sambil mengepalkan satu tangannya dan dinaikkan ke atas.
Dendi : “Weis weiss, santai dong broo!!, kalau mau marah samperin tuh katingnya, jangan marah disini weiiii..”
Agung : “Udah gaperlu dibales, Miken bisa ngatasin ini semua. Kecuali, kalau kating itu pas-passan ketemu kita dan ngeganggu Miken, baru kita bales.”
Sasa : “Bener apa kata Agung, tapi gung, kamu udah cari tau tentang kating ini?”
Agung : “Udah, dia Siska namanya, umurnya 19 tahun, tingkat 3 dalam ke penguasaaan. Anak dari salah satu sponsor di sekolah ini, banyak yang gasuka sama dia karena centil, egois, dan memandang rendah orang miskin.”
Sasa : “Yehhhh, Miken lebih kaya dari dia, bahkan Miken gaperlu jadi salah satu Sponsor karena dia pasti mampu jadi sponsor tunggal di Universitas ini..”
Cherry : “Betul, banyak gaya banget ni orang, awas aja cari masalah sama Miken berkali-kali. Aku langsung yang pitesin lehernya!!”
Dendi : “Ngerii cuiii, tapi emang sih perempuan yang angkuh kayak dia perlu dikasih pelajaran.. Agung, cari tau tentang keluarganya, Bapanya kerja dimana, Ibunya ngapain aja, terus semua pokoknya cari tau..”
Agung hanya bernapas dengan dalam, dan mengangguk saja. Cukup berat jika harus mencari satu keluarganya full, tapi dari pada Dendi cari tau langsung, bisa makin rumit karena Dendi gapernah rapih kalau nyelidikin orang.
Miken pun datang dengan membawa beberapa makanan, dan sampai di meja Miken langsung memakan makanan tersebut, karena Yap dia lapar banget ya..
Dipikiran teman-temannya merasa iba, seorang Miken bisa kelaparan, mungkin benar dia sangat ditindas oleh katingnya tersebut.
Agung : “Mik, jadinya di apartemen mana?”
Miken : “Belum tau, kamu udah cari tau yang kosong?”
Agung : “Udah, ada beberapa unit di apartemen yang bagus dan strategis.”
Miken : “Ok, beres makan anter aku kesana ya..”
Dendi : “Ikut dong, pengen jalan-jalan hehehe”
Sasa : “Hehehehe, maaf maafff..”
Miken : “Oke”
Setelah percakapan mereka selesai, Miken menghabiskan seluruh makanannya. Dan setelah selesai, mereka pun berpisah.
Agung dan Dendi menaiki mobil yang sama dan Miken menggunakan mobilnya sendiri menuruti mobil Agung, mobil Dendi ia biarkan di apartemennya.
Setelah sampai di Apartemen mewah, karena Miken meminta Apartemen yang mewah, jaraknya 1 KM dari gerbang Universitas, kalau Sasa dan Cherry di Apartemen sebelahnya Miken, kalau Agung dan Dendi di Apartemen hanya jarak 300 Meter dari gerbang Universitas.
Setelah sampai, mereka masuk ke gedung Apartemen tersebut, dan bertemu Agen properti nya.
Agen Properti : “Iya, bisa saya bantu keinginan seperti apa dalam memilih apartemen”
Miken : “Nyaman dan aman untuk ditinggali olehku.”
Agen Properti : “Mari kita ke atas untuk melihat-lihat kamarnya..”
Mereka pun pergi untuk melihat kamar-kamarnya, setelah selesai dan Miken pun sudah menandatangani permebelan Apartemen tersebut, mereka pun berpisah dengan Agen propertinya. Dendi sekarang, mengajak Miken dan Agung untuk ke Mall karena pengen nongkrong di Mall, dipikiran Dendi siapa tau ada yang kepincut sama kegantengannya.
Mereka pun pergi ke Mall dekan Universitas, namanya Plaza Indah Mall.
Mereka pun mendatangi salah satu Caffe di Mall tersebut, dan memesan makanan serta minumannya.
__ADS_1
Dendi : “Panggil Cherry sama Sasa gih gung, ga rame kalau ga bareng..”
Agung mengangguk dan langsung menelpon Cherry, kebetulan mereka pun sedang beli perlengkapan di Mall ini.
Miken : “Aku yang bayar, kalian tadi udah nganter aku”
Dendi : “Widihhh boz kita baik bener.. makasiii yaa”
Miken langsung mengeluarkan kartu ATM nya dan tidak lupa memesan makanan dan minuman untuk Cherry dan Sasa. Setelahnya, mereka duduk di salah satu meja yang besar.
Dendi : “Ga habis pikir, tadi Apart mahal banget loh, masa type yang paling murahnya 2,3 Milliar rupiah, dan tadi kamu milih type Master yang 4,5 M, belum sama pajaknya dan uang air dan lain-lain.. Mending beli saham kalau gitu mah.”
Miken : “Nyaman jadi aku mau..”
Dendi : “Emang bener Super Crazy Rich gurl!!”
Miken tertawa mendengar ucapan Dendi tersebut, Cherry dan Sasa baru datang dengan membawa belanjaan yang banyak.
Sasa : “Gimana udah dapet? Daerah mana??”
Agung : “Pinggir Apartemen kalian..”
Sasa : “HAH!! Itu kan Apartemen Mewah super duper mahal katanya, Penthouse nya aja nyampe 10 M.”
Dendi : “Jangan salah, Miken kan Super Crazy Rich, harga segitu mah jiakhh, Murahh!”
Cherry : “Widihhh, manteb.. bisa berangkat bareng ya ga si..”
Dendi : “Kalian mau berangkat bareng biar bensin irit ya HAHAHAHA”
Sasa : “Iya.. kenapa? Masalah buat kamu?”
Agung : “Udah-udah, makanan nih buat kalian dari Miken.”
Serentak Cherry dan Sasa mengucapkan, “MAKASIII MIKENNNNN”. Miken hanya mengangguk dan tersenyum.
Dendi : “Udah ini main Ice Skating yuk!, disini nyatu sama permainan itu juga.. kayak yang asik..”
Sasa : “Yahh baru main ya? Kalau aku sih udah seringgg..”
Dendi : “Dih ga ngajak aku.. oke oke, kita udahan aja..”
Sasa : “Yaelah orang aku main sama keluarga juga kok”
Agung : “Udah abisin dulu makanannya..”
Mereka pun menghabiskan waktu bersama sampai malam, sungguh menyenangkan karena hanya Sasa dan Miken yang bisa bermain Ice Skating, sisanya baru belajar dan akhirnya mereka jatuh terus.
Hari ini mungkin di awali dengan kejadian yang tidak menyenangkan, tapi diakhiri dengan kejadian yang sangat menyenangkan menurut Miken, perasaan hangat dalam hatinya dan tawa canda dalam suasananya membuat Miken lupa dengan kejadian yang buruk.
Sehabis bermain, mereka pun pulang ke apart nya masing-masing, Miken numpang di Apart Cherry karena Apartemennya masih menyiapkan barang-barangnya. Paling 3 hari baru beres..
.
.
__ADS_1
.
Bersambung