Kalau Jodoh Pasti Dapet

Kalau Jodoh Pasti Dapet
“Dia Kembali?”


__ADS_3

“Ku katakan pada hatiku, jangan pernah kembali ke jalan yang buntu. Dan ku ingatkan kembali pada raga ku, jangan jatuh lagi ke jurang yang gelap..” -Miken


...\~...


Miken baru pulang dari Amerika, ia sudah tidak memiliki tenaga lagi dan akhirnya tidur di kasur rumahnya. Kini dia tidak lagi tinggal di komplek nya yang dulu, Miken memutuskan pindah rumah untuk mencari suasana yang baru. Bi Lastri sampai sekarang terus mengikuti Miken, namun sekarang kesehatannya menurun, jadi Miken memutuskan untuk merekrut asisten rumah tangga yang baru dan dapat dipercaya, juga harus menjaga Bi Lastri karena Bi Lastri sudah seperti nenek nya sendiri.


Malam nya, Miken terbangun dari tidurnya. Dia mendapatkan telpon dari Rena, entah apa yang penting saking pentingnya malam-malam berani menelpon Miken yang sedang istirahat.


Rena : “Mik, perusahaan asuransi dan properti El-Royal mau bekerja sama dengan perusahaan properti kita. Kamu tau kan El-Royal perusahaan terbesar properti di Asia ini..”


Miken : “Hemm terus?”


Rena : “Ambil ga penawarannya?”


Miken : “Bebas”


Rena : “Menurut pengamatan ku, kalau kita bekerja sama dengan mereka, kita bisa masuk pasar China yang susah untuk kita masuki karena banyaknya pesaing.”


Miken : “Ohh”


Rena : “IHHHH JAWAB YANG JELASSS, mau apa ngga???”


Miken : “Iya terserah kamu..”


Rena : “Yauda terserah aku kan, aku terima ya. Lusa kita rapat sama mereka, di Bali.”


Miken : “Pliss? Asli?”


Rena : “Iyaaa”


Miken : “Yasudahlah, oke. Tapi aku mau jalan-jalan sendiri disana beres rapat ya..”


Rena : “Oke deal.”


Miken menutup telponnya, dan langsung tidur kembali.


Keesokan harinya, Miken jalan-jalan ke Mall bersama Rena. Untuk membeli beberapa baju yang ingin dibeli Miken, juga sambil membeli jadian untuk Jino, karena besok Jino ulang tahun. Saat asyik berkeliling mall, tiba-tiba Handphone Miken bergetar, dan saat di cek ternyata Jino menelponnya dan Miken langsung mengangkatnya.


Jino : “Haloo Mikennn..., kamu dimana?”


Miken : “Kepo”


Jino : “Asli ih, aku nyariin kamu ke rumah, kata Rena kamu udah pulang ke rumah.”


Miken : “Lagi di jalan bareng Rena..”


Jino : “Mau kemana?”


Miken : “Nonton bioskop”


Jino : “Yaudah hati-hati ya.. lop yuuu”


Miken : “Iuhh” sambil mematikan telponnya.


Walaupun Miken tau Jino memiliki perasaan untuknya, tapi Miken tak menjauhi Jino, karena bagaimanapun Jino tetaplah teman dari kecil Miken dan lagi Jino sering membantunya.


Rena : “Kamu masih menolak Jino?”


Miken : “Heem”


Rena : “Haduhhh, Jino.. Jino.. ga patah semangat banget ya orangnya, udah berkali-kali ditolak tetep ngejar terus..”

__ADS_1


Miken : “Dah ah Gausa dibahas, kalau ini cocok ga buat dia?” Tanya nya sambil memegang jas untuk Jino.


Mereka pun terus memilih-milih barang yang akan mereka berikan kepada Jino. Akhirnya Miken menemukan satu set pakaian Jas, kemeja, celana, dan dasi untuk diberikan kepada Jino. Kalau Rena akan memberikan jam tangan kepada Jino.


Setelah mereka membeli semua barang-barang yang dibutuhkan dan mereka pun sudah makan di Mall, mereka pun pulang ke rumah. Rena ikut pulang ke rumah Miken, karena besok akan ada rapat pagi-pagi nya, jadi perlu dipersiapkan kebutuhan mereka untuk rapat.


Sesampainya di rumah, mereka mandi dan bersiap untuk tidur. Miken meminta Rena untuk menemaninya tidur, dalam batin Miken merasa akan ada sesuatu terjadi besok, jadi lebih baik tidur berdua dengan Rena sambil menjelaskan konsep untuk rapat besok.


Rena : “Kamu tinggal memperhatikan seperti biasa, karena tim perancangan dan humas yang akan persentasi besok. Jika ada kesalahan, baru kamu membantu mereka menjelaskan.”


Miken mengangguk pelan.


Miken : “Aku ngerasa, besok akan terjadi sesuatu yang besar..”


Rena : “Apa emangnya? Dokumen udah lengkap, persentasi paling yang mungkin akan ada kekurangan..”


Miken : “Mungkin, semoga saja tidak terjadi sesuatu yang besar.”


Rena : “Aku mau nanya.. kamu jangan marah ya.. Kalau semisalkan ini tuh ya, emm dia..”


Miken : “Dia, siapa?”


Rena : “Iya dia, itu mantanmu..”


Dalam hati Miken berdenyut ngilu mendengarnya. DEG..


Rena : “Kalau misalkan dia kembali, reaksi kamu gimana?”


Miken : “Gatau, aku sepertinya tidak mau berurusan dengannya lagi, dibilang benci ngga, dibilang marah ngga. Memang sudah tidak ada rasa apapun kepadanya..”


Rena : “Syukurlah, aku takut suatu saat itu akan terjadi. Dan membuatmu marah besar..”


Rena : “Baiklah..”


Miken : “Oh iya, besok kita bertemu dengan pemimpin El-Royal kan?”


Rena : “Iya.. denger-denger sih ya, pemimpinnya itu masih mudah, tapi bisnisnya sudah tersebar dimana-mana.”


Miken : “Mungkin dia jenius”


Rena : “Mungkin..”


Miken : “Yasudah kira tidur..”


Mereka pun akhirnya tertidur.


Keesokan paginya, Rena sudah mondar-mandir menyiapkan segalanya, dan meminta tolong pada asisten rumah tangga Miken untuk mempersiapkan baju Miken.


Dengan jas berwarna biru tua, didalamnya memakai kemeja warna putih dan rok span yang sesuai dengan jas nya.


Miken pun sudah siap untuk menghadiri rapat, di luar rumah Miken, sudah berjajar para pengawal Miken yang akan mengantar mereka rapat hari ini.


Saat Miken keluar dari pintu rumah, semua pengawalnya dan asisten rumah tangganya yang sedang ada di luar rumah pun menunduk memberi hormat kepada Miken. Miken yang sudah biasa dengan perlakuan tersebut, sudah terbiasa dengan hal itu.


Miken masuk ke dalam mobil, dan diikuti oleh Rena.


Miken : “Dimana kita rapatnya?”


Rena : “Di perusahaan kita.. mereka tidak masalah untuk datang ke perusahaan kita..”


Miken : “Jelas lah, mereka yang meminta kerja samanya, masa kita yang menghampirinya.”

__ADS_1


Rena mengiyakan ucapan dari Miken.


Sesampainya di perusahaan, terdapat kabar bahwa orang-orang dari perusahaan El-Royal sudah mau naik lift. Sontak membuat Rena ketar-ketir karena tuan rumah seharusnya yang menjamu terlebih dahulu. Rena pun menarik lengan Miken untuk berjalan cepat agar bisa satu lift dengan orang-orang dari perusahaan El-Royal, Miken yang ditarik seakan pasrah dengan perlakuan dari Rena.


Saat sesampainya di lift, pintu lift akan ditutup tapi dihadang oleh Rena. Dan akhirnya orang-orang dari perusahaan El-Royal dipindahkan untuk naik lift khusus CEO perusahaan Miken ini. Miken tak terlalu memperhatikan orang-orang dari El-Royal, dan langsung masuk duluan ke lift nya, tapi saat ia melihat orang-orang yang akan masuk ke lift tersebut, tiba-tiba.. DEGHHHH..


Dalam pikiran Miken saat ini, “Di..di.dia kembali?!”, yang dilihat oleh Miken adalah..


AZZAMTA BALLMER!!!


Dalam pikiran Miken, “Hah!! Dia pemilik perusahaan El-Royal??!!” sambil memasang wajar panik.


Azzamta melihat ke arah Miken, dan tersenyum. Di dalam lift, Sekretaris Azzamta yaitu Riko pun memberi salam kepada Miken.


Riko : “Selamat pagi, nona Miken.. senang bisa bertemu denganmu..”


Miken hanya membalas dengan senyuman ketir.


Riko : “Perkenalkan saya Riko, asistennya Tuan Ballmer.. Dan ini yang di sebelah saya adalah Tuan Ballmer..”


Miken hanya mengangguk perlahan, tak berani menatap ke arah Azzamta.


Azzamta : “Miken.. lama tak bertemu..” sambil berdiri di sebelah Miken dan menatap ke arah Miken gang sedang menunduk.


Miken tak menjawab apapun kepada Azzamta, dia sangat emosional sekarang. Miken ingin menangis dan menjerit melihat kedatangan Azzamta, Miken juga berpikir kalau dirinya bodoh karena tidak mencari tau terlebih dahulu, siapa pemilik dari perusahaan El-Royal ini.


Setelah lift kembali terbuka dan sudah sampai di lantai aula rapat, mereka pun segera masuk ke dalam ruang rapat tersebut.


Di ruang rapat, rapat pun dimulai. Dan akhirnya semua selesai, Miken asalnya mau membatalkan kerja sama ini, tapi Miken tidak tega jika ini digagalkan olehnya, melihat Rena dan tim yang sudah bekerja dalam rapat ini yang tidak mudah karena memang rapat dalam jangka waktu dekat.


Selama rapat, Azzamta terus memperhatikan Miken saja, tanpa peduli dengan hal lainnya. Setelah rapat selesai, Azzamta mengajak Miken bersalaman sebagai tanda, disahkannya bentuk kerja sama ini.


Azzamta : “Senang bekerja sama denganmu.. Miken..” mengangkat tangannya untuk bersalaman.


Tapi Miken enggan untuk bersalaman, namun tangan Miken ditarik oleh Azzamta untuk berjabat tangan. Setelah semuanya selesai, pihak dari perusahaan El-Royal diantarkan ke depan untuk melepas kepergiannya dari sini. Saat di lift, Miken dan Azzamta berdiri bersampingan, saat pintu lift telah terbuka satu per satu orang-orang keluar, tapi saat Miken hendak keluar, dari belakang Azzamta memeluknya dan menahannya agar tidak keluar lift. Azzamta langsung menekan tombol tutup pintu lift dan menekan tombol untuk mengarahkan lift turun ke basemant. Semua orang termasuk Rena terheran dengan keadaan itu, tapi Rena sebelumnya diberitahu oleh Miken, jika rapat selesai, Miken ingin pergi jalan-jalan sendiri. Tapi, mengapa Miken bersama tuan Ballmer? Dan lagi, nanti malam acara perayaan ulang tahun Jino.


Di dalam lift, Azzamta masih memeluk Miken dari belakang, Miken memberontak berusaha melepaskan pelukan dari Azzamta.


Miken : “LEPASKAN!!”


Azzamta : “Ga mau,,”


Miken : “Anda tidak punya adab sopan santun sama sekali!!”


Azzamta : “Aku mohon.. tunggu seperti ini dulu, aku sangat merindukanmu..”


Miken : “Merindukanku? Apakah saya salah dengar?, Anda sendiri yang meninggalkan saya duluan, bukankah seperti itu Tuan Ballmer?” sindirnya.


Azzamta : “Maaf.. maafkan aku, aku akan menjelaskannya sekarang!”


Pintu lift pun terbuka, dan Azzamta melepaskan pelukannya, Miken langsung keluar dari lift tersebut.


Miken : “Dengarkan ini baik-baik tuan.. Saya sudah tidak peduli dengan penjelasan anda sekarang!, dan lebih baik anda tidak perlu muncul dihadapan saya lagi, saya sudah muak!!’ dengan suara yang bergetar dan air mata terloloskan dari mata Miken.


Azzamta yang mendengar hal tersebut mengeluarkan air matanya.


Azzamta : “Maaf.. maaf.. aku sudah melukaimu, tapi aku sekarang takkan meninggalkanmu lagi miken..”


Miken yang sudah muak dengan ucapan Azzamta, pergi meninggalkan Azzamta dan masuk kedalam mobilnya yang sengaja ia tinggal di basement perusahaan.


Azzamta merasa kecewa kepada dirinya sendiri, tapi dia tidak akan menyerah, karena Miken adalah segalanya bagi Azzamta.

__ADS_1


__ADS_2