
“Tidak ada yang menolongku dengan tak mengharapkan imbalan, semua yang menolong seseorang pasti menginginkan keuntungan yang setimpal bahkan ingin meminta lebih..
Berbeda denganmu yang menolongku tanpa mengharapkan imbalan apapun, ini suatu takdir indah bagiku bisa bertemu denganmu..” - Azzamta
...\~...
Ini ceritaku..
Seorang laki-laki yang dari dulu sudah bergelimang harta, namun tidak ada kasih sayang. Kedua orang tuaku sibuk memikirkan bisnis mereka masing-masing, tidak ada kasih sayang jika berkumpul pun di meja makan hanya membahas pekerjaan. Sampai akir hayat mereka pun, mati karena pekerjaan. Semua yang menolongku termasuk pelayan yang mengurusku dari kecil, pergi meninggalkanku karena sudah tidak ada yang membayar mereka. Saat kedua orang tuaku meninggal semua aset peninggalannya, diurus oleh saudara-saudara yang lain sampai aku tumbuh berusia 15 tahun, baru aku ambil semua perusahaan dan seluruh aset milik kedua orang tuaku.
Seorang diri aku merebut semua milikku, tidak ada yang membantu. Jika pun itu ada yang menolongku untuk merebut kembali semua milikku, mereka pun menginginkan imbalan yang besar atas semua yang mereka lakukan untukku.
Dari situ aku belajar, tidak ada yang bisa menolongku tanpa imbalan. Dan aku berusaha mendirikan perusahaanku sendiri dengan kemampuanku sendiri, perusahaan milik orang tua ku, aku serahkan ke tangan pelayan-pelayan pengikut ku. Aku percaya pada mereka, karena sudah ku amati semua kehidupannya dan mereka setia jika ada 'imbalan’ yang setimpal.
Perusahaan ku sangat besar, sampai bisa disebut jantung keuangan se Asia, bergetar di bidang apapun termasuk menjadi agen terbaik ataupun ‘Mafia’ terkejam.
Tentu musuh perusahaanku dimana-mana, tapi tidak ada yang tau identitas pemilik perusahaanku yang sebenarnya siapa. Mereka hanya tau aku ada pewaris perusahaan kedua orang tuaku saja, tanpa mereka sadari aku lah pemilik perusaahaan terkuat di Asia ini.
__ADS_1
Aku tak mempercayai kata menolong tanpa mengharapkan imbalan, tapi saat aku bertemu dengannya.. hanya dia lah yang membuatku percaya sedikit adanya orang yang menolong tanpa imbalan.
.
Saat itu aku sedang mengadakan pertemuan dengan orang kepercayaanku, mengerjakan suatu proyek dari perusahaan peninggalan Papahku. Setelah selesai, apu pun berjalan ke arah tempat parkir mobil saat hendak masuk kedalam, tiba tiba ada suara tembakan dan peluru yang menancap kaca mobilku. Aku tidak bisa memakai mobilku karena tak sempat aku masuk ke dalam mobil, aku sudah terkepung oleh orang-orang berbaju hitam. Seringai kecil di mulutku terlihat, dalam pikiran 'Berani-beraninya masuk ke kawasanku' aku langsung menghajar beberapa orang yang sudah mengepung ku. Tapi komplotannya bertambah banyak, aku lari dari parkiran mobil karena sudah tak mungkin bisa menang jika tak memakai senjata, dan aku lupa tak membawanya. Saat aku belati ku lihat di daerah parkiran motor, ada sebuah motor yang akan hendak meninggalkan area parkiran. Aku langsung menghadangnya dan meminta tumpangan untuk melarikan diri. Tak ada yang bisa kupikirkan selain mengutuki diri sendiri, kenapa tadi ga bawa pengawal aja! Pikirku. Saat sudah naik ke motor tersebut, aku baru sadar saat di perjalanan 'dia ternyata perempuan!' Tapi gimana lagi? Idah gawat, perempuan tersebut tidak banyak mengatakan apapun di perjalanan, dan dia mengikuti ucapanku untuk mengantarkanku ke perusahaan ku sendiri. Saat sudah sampai, aku langsung turun dan semua sudah menyambutku dengan ke adaan ku yang kacau, tapi saat aku berbalik untuk mengajak perempuan tersebut untuk turun dan mengambil kompensasi karena sudah menolongku, ternyata dia sudah pergi begitu saja. Aku sudah berteriak, tapi perempuan tersebut tak bergeming dan tetap menggas motor nya untuk jalan. Pikiranku saat ini ‘Menarik’, baru kali ini ada yang sudah menolongku tanpa ingin meminta imbalan dan bahkan mengabaikan panggilanku.
Aku langsung menyuruh asisten ku untuk mencari tau tentang perempuan tadi yang menolongku, berupa plat nomor yang ku ingat dan langsung menyuruh asisten ku untuk menyelidikinya. Aku sangat senang bertemu dengannya, tak kusangka masih ada orang yang baik sepertinya. Dari situ aku bertekad untuk menemukan perempuan tersebut!
Namun hari demi hari, minggu demi minggu tidak ada info mengenai perempuan tersebut. Aku cukup frustasi mencari tau tentangnya tanpa menghasilkan apapun, bahkan aku sudah mengererahkan seluruh informan terbaik di perusahaanku yang pasti terbaik di Asia ini.
Ayahnya sudah meninggal dunia, dan Mamahnya menikah lagi. Senang mendengar info tentangnya, dan sekarang aku ingin mengenalnya lebih dalam lagi.
Aku memutuskan untuk masuk SMA lagi, padahal aku tak perlu sekolah karena aku udah menyelesaikannya lebih awal bahkan sekarang aku udah mendapatkan gelar Sarjana di salah satu Universitas di Norwegia. Yapp tak perlu susah untukku menyelesaikan studi ku karena aku merasa semua pelajaran gampang maklum IQ ku diatas rata-rata.. sombong dulu dikit.
Umurku sekarang 18 tahun, tapi ya.. aku mendaftar kelas 10 SMA lagi hanya untuk bisa lebih mengenal ‘dia’ yang sudah menolongku. Dengan semua koneksi yang kupunya, tidak perlu susah untuk masuk ke SMA tersebut dengan identitas asliku. Hanya perlu menjentikkan jari dan satu permintaanku dapat dipenuhi, kalau tidak bisa akan ku hancurkan semuanya.
Sekarang aku berdiri tepat dihadapannya, hanya dia yang ingin ku lihat, dan sekarang aku dapat melihatnya. Senyum terpancar kan olehku padahal aku tidak pernah senyum kepada siapapun, dan sekarang senyumku terukir berkatnya. Sungguh aneh tapi nyata, aku AZZAMTA BALLMER menyatakan akan mengejar MIKEN CLARISSA untuk menjadi milikku sepenuhnya.
__ADS_1
Aku berjalan melewati semua mata memandangku dengan tatapan seperti memuja akan ketampananku, hanya dia yang melihatku dengan pandangan biasa dan penuh tanda tanya tentang siapa diriku. Hanya satu yang ku inginkan, terus berada disisinya, melindunginya, dan menyayanginya, mungkin akan banyak rintangan yang pasti berat untuk dilewati, tapi aku adalah AZZAMTA pemilik perusahaan MAFIA terkuat di Asia ini. Dan ku pastikan, tidak ada yang menghalangiku untuk bersama Miken.
Tapi pasti jika langsung ku kejar, dia akan langsung menganggap diriku aneh. Maka aku akan memulainya dengan perlahan tapi pasti.
Itulah tentangku..
...Azzamta Ballmer...
.
.
.
Gimana? Gimana? Sungguh aneh tapi nyata, tapi ini aneh tapi ini nyata ya ga sobat?.. sampai jumpa lagi di next chapter bayyyy
__ADS_1