
“Mungkinkah ini cinta? Tapi kalau ini bukan cinta, kenapa aku merasa nyaman bersamanya. Dan bahkan hanya dengannya aku bisa tenang tanpa adanya beban pikiran” -Miken
...\~...
Di Perusahaan Balito
Azzamta sibuk dengan tumpukan dokumen-dokumen di mejanya, hanya satu hal dalam pikirannya saat ini yaitu menelpon Miken setelah semua pekerjaannya selesai. Tapi apa daya, banyak dokumen-dokumen yang harus ia tanda tangani, baru kali ini Azzamta menyesal jika dia memiliki perusahaan yang sangat besar dan berbisnis dalam berbagai bidang.
Setelah Azzamta selesai dengan pekerjaannya, dia langsung melihat Handphone dan ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dia ingin sekali menelpon Miken, tapi takut Miken sudah tidur dan jika dia telpon itu akan membuat Miken terbangun dari tidur nya. Membayangkan Miken tidur pun sangat manis dipikiran Azzamta, bagaimana ia bisa mengganggu kemanisan tersebut? Akhirnya Azzamta memutuskan untuk mengechat Miken terlebih dahulu.
^^^Azzamta :^^^
^^^“Halo”^^^
^^^“Lagi apa?”^^^
Beberapa menit kemudian
Takdirku Miken :
“Hem, lagi diem”
Dalam hati Azzamta sangat berbunga-bunga, dan dia sekarang sedang senyum-senyum sendiri karena tau kalau Miken belum tidur.
^^^Azzamta :^^^
^^^“Kenapa belum tidur?”^^^
Takdirku Miken :
“Belum ngantuk”
^^^Azzamta : ^^^
^^^“Kalo gitu.. aku boleh nelpon kamu ga, sekarang?”^^^
Takdirku Miken :
“Mau apa nelpon?”
^^^Azzamta :^^^
^^^“Pengen denger suara kamu, aku beres kerja lembur.. pengen denger suara kamu biar bisa tidur”^^^
Takdirku Miken :
“Tidur ya tidur aja, Gausa banyak tingkah”
^^^Azzamta :^^^
^^^“Iya iya, besok ketemu ya.. see you tomorrow..”^^^
^^^Pesan terbaca^^^
Dalam hati Azzamta sekarang sedang berbunga-bunga, dia pikir pesannya tidak akan terbalas tapi kenyataannya pesannya terbalas. Dan setelahnya Azzamta memutuskan untuk beristirahat di kantornya tersebut, karena di ruangannya khusus dibuatkan kamar tidur didalamnya.
__ADS_1
Disisi lain Miken yang sedang bingung, mendadak detak jantungnya berdebar dengan cepat tidak seperti biasanya. Dalam pikirannya, entah apa yang sedang merasuki tubuh nya tersebut sehingga hanya lewat chat saja bisa membuat detak jantungnya berdetak sangat cepat, tanpa memikirkannya lagi Miken langsung menarik selimut dan menutup matanya agar bisa tertidur.
Keesokan harinya di kelas 10 IPA 3, Miken sudah datang padahal menurut jam dia datang kepagian. Ya iya lah jam 5.45 dia udah stand by di bangku nya, padahal bel masuk sekolah jam 6.45. Karena yap, Miken datang kepagian karena gak bisa tidur semaleman padahal dia sudah menutup matanya namun pikirannya yang kemana-mana membuat ia tak bisa tidur. Dan pada akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sekolah jam 5 dini hari, sesampainya di kelas barulah Miken bisa tidur dibangkunya. Sungguh aneh tapi nyata..
Dari jam 6.45 pagi sampai jam 6.00 pagi barulah murid sekelasnya satu persatu muncul, termasuk teman-temannya. Dendi menjahili dan mencoba membangunkan Miken tapi nihil hasilnya, Miken terlalu mengantuk hingga enggan untuk bangun. Azzamta pun datang dan melihat tinggal laku konyol Dendi yang menjahili Miken untuk membangunkannya, Azzamta yang menatap dingin Dendi seketika membuat Dendi bergidik ngeri dan membiarkan Azzamta untuk duduk di bangkunya tersebut.
Dendi : “Azzam itu Miken bangunin aja, udah jam 6.43 bentar lagi bel. Bangunin sono” perintah Dendi
Namun Azzamta yang diperintah tersebut tidak menuruti perintah Dendi, justru Azzamta malah mengusap-usap kepala Miken yang membuat Miken jadi semakin nyaman untuk tidur.
Dendi : “Eh malah di usap-usap, bentar lagi masuk. Nanti kena marah guru loh, apalagi sekarang jam pertama mata pelajaran Matematika Perminatan, gurunya yang super killer. Miken pasti kena marah cui”
Azzamta : “Berisik” dengan nada dingin, membuat Dendi takut dan langsung meninggalkan mereka berdua.
Tidak ada yang bisa mengganggu kenyamanan Miken untuk tidur menurut Azzamta, karena ada Azzamta yang akan melindungi Miken sendiri.
Bel pun berbunyi, dan Miken bangun dari tidurnya, 1 jam tidur cukup untuk Miken menggantikan tidur malamnya.
Azzamta : “Kamu masih ngantuk?”
Miken : “Hmm”
Azzamta : “Kalau masih ngantuk tidur lagi aja” sambil mengusap kepala Miken
Miken : “Ngga ah, Gurunya galak”
Azzamta : “Ngga kok, tenang ada aku..” sambil tersenyum lembut ke arah Miken
Hal tersebut membuat Miken nyaman dan langsung melanjutkan tidurnya kembali, sangat nyaman.. hingga jika waktu bisa berhenti, maka Miken akan hentikan agar bisa merasakan kenyamanan tersebut lebih lama lagi.
Mungkin guru tersebut adalah bawahan Azzamta, dari sikapnya mengajar tidak memedulikan Miken yang sedang tertidur di bangkunya tersebut.
Bel istirahat pun berbunyi,
Miken yang akhirnya bangun langsung menatap Azzamta
Miken : “Aku tidur nyenyak banget.. ga ada yang bangunin lagi..”
Azzamta : “Kan aku bilang tenang, aku pasti lindungin kamu..”
Miken : “Makasih” sembari senyum dan senyumannya membuat jantung Azzamta berdebar degan kencang.
Azzamta : “Akhirnya kamu senyum untukku, jangan berikan senyuman ini ke orang lain selain aku ya..”
Miken : “Apaan si, aku berhak senyum ke siapapun ya..”
Azzamta : “Engga, senyuman ini manis banget jangan ada yang kasih ke orang lain ih”
Miken : “Terserah”
Miken pun mengeluarkan Handphone nya, dan membuka Instagramnya, Azzamta yang penasaran dengan apa yang Miken lihat langsung bertanya
Azzamta : “Kamu lagi buka apa?”
Miken : “Buka IG” (IG : Instagram)
__ADS_1
Azzamta : “Aku punya IG juga, nama akun IG kamu apa? Aku follow nanti kamu follback yaa”
Miken : “Hemm, nih” sambil memperlihatkan layar Handphone nya ke Azzamta dan bertuliskan akun IG nya ‘@miken_fdl’
Setelah mereka sibuk dengan instagramnya masing-masing, Azzamta pun mengajak Miken untuk makan ke kantin. Teman-teman Miken yang lain sudah duluan ke kantin, mereka ga mau mengganggu kesibukan Miken dan Azzamta. Menurut mereka kalau Miken udah fokus pasti gabisa diganggu.
Di Kantin, suasana sangat ramai karena banyak yang kelaparan datang kesini. Miken dan Azzamta sudah duduk bersama teman-temannya yang lain.
Sasa : “Tadi Miken tidurnya nyenyak banget kayaknya”
Cherry : “Hooh, kamu Miken emangnya ga tidur tadi malem?”
Miken : “Ngurusin perkembangan sawah di kampung, jadi ga tidur”
Dendi : “Pantesan tadi aku bangunin kaga bangun-bangun, tapi aneh ya.. tumben-tumbenan tuh guru Matematika ga marahin Miken. Biasanya ada yang nguap aja langsung kena sembur..”
Sasa : “Iya ih, aneh..”
Cherry : “Moodyan kali tuh guru”
Dendi : “Bisa jadi, bisa jadi”
Miken yang tak peduli dengan sikap guru tersebut, terus menyantap makanannya. Dan Azzamta yang terus memperhatikan Miken sambil makan tanpa memedulikan orang di sekitarnya lagi.
Dari arah belakang punggung Miken berdiri seseorang, dan dia menepuk pundak Miken.
“Hei Miken, ketemu lagi kita..” ucap seorang laki-laki dan ternyata itu Reno, yang pernah mengajak kenalan Miken.
Miken yang melihatnya dengan malas, membalas dengan anggukan kecil saja.
Reno : “Aku boleh minta no WA kamu kah?”
Azzamta langsung membalas “Ga”
Reno : “Aku nanya ke Miken, kok kamu yang jawab?”
Azzamta : “Terus? Mau apa?!” Dengan nada tegas
Reno : “Aku mau mengenalnya lagi lewa WA, apakah ga boleh?”
Azzamta : “Ga boleh”
Reno : “Emangnya kamu siapa, berhak ngelarang Miken?” Dengan nada kesal
Miken yang sudah tidak tahan dengan ocehan mereka berdua, langsung berdiri
Miken : “Mana Handphone mu?!, dan kamu (sambil menunjuk Azzamta) cukup, kita balik ke kelas..” Miken langsung memberikan no Handphone nya kepada Reno, dan setelahnya langsung meninggalkan kantin tanpa mendengarkan lagi ucapan dari Reno.
Reno yang sudah mendapatkan no WA Miken, tersenyum kegirangan. Dan Azzamta menahan amarah karena Miken memberikan no WA nya kepada lelaki lain.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung