
“Melihatmu tertawa, adalah kebahagian untukku sendiri..” -Azzamta
...\~...
Azzamta dan Miken pergi jalan-jalan ke daerah puncak. Miken sangat senang karena daerah pegunungan sangat indah dan dingin, yang perlu kalian ketahui adalah Miken sangat suka udara yang bersih dan suhu yang dingin. Keinginannya juga, dia ingin pergi ke Jepang, karena udara disana dingin dan udara nya bersih terhindar dari polusi kendaraan.
Azzamta yang melihat Miken kegirangan merasakan hangat di hatinya, tidak hanya menikmati keindahan dari pegunungan tapi juga menikmati keindahan saat Miken tertawa.
Miken : “Aku laperrrrr” rengek Miken
Azzamta : “Yauda kita turun, makan di restaurant..”
Miken : “Ih gamau, aku pengennya tetep disiniiiii”
Azzamta : “Ga ada tempat makan disini sayangkuuu”
Miken : “Itu ada Warkop, pasti ada mie.. makan disitu aja yuu”
Azzamta : “Ga, itu kotor..”
Miken : “Jangan lihat dari penampilan gubukny saja ganteng, lihat lah dari masakannya.. pasti enak, apalagi dingin-dingin gini enaknya makan Mie.”
Azzamta : “Yauda, tapi awas kalau sakit perut jangan salahin aku bawa kamu ke dokter.”
Miken : “iya iya cerewet” Langsung pergi meninggalkan Azzamta.
Setelah memesan Mie kuah spesial pake telor, pesanan pun datang. Miken sangat bahagia karena rasa lapar nya akan terobati sekarang, Azzamta hanya menggeleng keheranan, padahal Miken terhitung dari lahir sudah kaya, tapi kenapa kayak ga pernah dikasih makan.
Tapi walaupun seperti itu, Miken masih tetap ada di hati Azzamta, bahkan rasanya tiap hari perasaan Azzamta kepada Miken makin membesar.
Setelah makan dan Miken merasa puas dengan Mie nya, Miken pun mulai merasa ngantuk.
Miken : “Zam zam (panggilan khusus dari Miken buat Azzamta)”
Azzamta : “Hemmmm”
Miken : “Zam zammm” sambil menyodorkan kepalanya kepada Azzamta
Azzamta : “Apa sayangg..” sambil mengelus kepala Miken
Miken : “Ngantukkk..”
__ADS_1
Azzamta : “Hadehh, udah kenyang terus pengen tidur gitu?”
Miken : “Iyaa” menganggung dan memancarkan puppy eyes nya.
Sontak membuat jantung Azzamta berdebar kencang.
Azzamta : “Ya-ya udah ayo.. kita pulang..” dengan gagalnya Azzamta mengajak pulang Miken
Miken yang sudah merasa ngantuk berat hanya menganggung, dan berjalan dengan memegang erat Azzamta takut jatoh soalnya ngantuk banget hehehe.
Setelah di dalam mobil, Miken langsung tidur dan Azzamta fokus mengendarai mobil. Sesampainya di rumah Miken, Azzamta tak berani membangunkan Miken, jadi dia putuskan untuk menggendong Miken masuk ke dalam rumahnya.
Bel rumah Miken dipencet oleh Azzamta, dan Bi Lastri membukakan pintunya.
Bi Lastri : “Owalahh, Den Azzamta.. Non Miken ketiduran toh? Aduuhh ayok bawa masuk ke kamarnya aja langsung.. Bibi bikinin dulu minum buat Den Azzamta ya..”
Azzamta hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Bi Lastri, bagaimanapun Bi Lastri sudah mengurus Miken dari kecil dan itu membuat Azzamta menghormati Bi Lastri.
Azzamta pun membawa Miken ke kamarnya, dan memposisikan tidur Miken agar lebih nyaman. Tapi saat hendak melapaskan tangan Miken dari tubuhnya, malah ditahan oleh Miken. “Temenin Miken, Miken gamau sendiri…” suara ngigau Miken terdengar.
Bi Lastri pun membawakan minum buat Azzamta,
Azzamta : “Baik Bi..”
Setelah Bi Lastri pergi, Azzamta memposisikan badannya untuk tidur dengan memangku Miken yang tidur di lengannya. Azzamta menatap Miken dengan tatapan tulus penuh dengan rasa kasih sayang, dia mengelus kepala Miken membuat Miken lebih nyaman tidurnya.
Beberapa saat kemudian, langit pun mulai berubah menjadi warna oranye menandakan langit akan menjadi gelap. Sesuai interuksi dari Bi Lastri, Miken pun dibangunkan oleh Azzamta, dengan penuh ke manjaan Miken yang tidak mau bangun tetapi Azzamta tetap memaksa untuk Miken bangun. Akhirnya Miken pun bangun dari tidurnya, bergegas Azzamta menyuruh Miken untuk ganti baju dan langsung pergi ke meja makan untuk bisa makan malam, Miken menuruti Azzamta dengan pasrah karena jika Azzamta sudah memberi keputusan tandanya tidak bisa di ganggu gugat.
Di meja makan suasana aman dan tentram selama makan, dan setelah mereka makan, Azzamta pamit untuk pulang. Dan Miken pun bertanya, “pulang dari sini mau kemana?”. Azzamta membalas, “Mau pulang lah ke rumah..”, Miken menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya. Azzamta pun akhirnya pulang ke rumah nya, dan Miken. Kembali ke dalam kamarnya.
1 jam kemudian, notif WA Miken berbunyi.
Tinggg..
Kira-kira seperti itu lah percakapan bucin mereka..
Setelah itu Miken pun tidur, tapi disisi lain Azzamta ternyata bukan siap-siap untuk tidur, melainkan dia pergi ke perusahaannya.
__ADS_1
Di Perusahaan Balito, Azzamta baru saja menginjakkan kaki nya ke dalam ruangan pribadinya. Namun, dihadang oleh asistennya Riko.
Riko : “Maaf Tuan, mengganggu ketenangan anda malam ini. Ada laporan yang harus saya berikan sekarang..” Sembari menundukkan kepalanya
Azzamta melewatinya dan masuk ke dalam ruangannya, lalu duduk disinggasananya.
Azzamta : “Katakan.” Dengan nada dingin.
Riko : “Ada ancaman tuan, sepertinya musuh sudah mengetahui keadaan anda sekarang..”
Azzamta : “Membahayakan?”
Riko : “Sangat tuan.. bahkan mungkin..” dipotong oleh Azzamta dengan mengangkat tangan kanannya menandakan untuk berhenti bicara.
Azzamta : “Rencana B kita percepat, siapkan semuanya.”
Riko : “Tapi tuan, bagaimana dengan nona?”
Azzamta : “Tinggalkan aku sendiri.”
Riko pun tanpa membantah, keluar dari ruangan Azzamta, dan setelah Riko keluar Azzamta merenung dengan menatap langit malam.
Dipikiran Azzamta saat ini, “Mengapa harus sekarang?.. mungkin aku harus melakukannya dengan cepat, agar bisa bersamanya sampai akhir hayat.” Kedua tangan Azzamta saat ini memegang foto Miken, entah apa yang sedang terjadi dengan Azzamta sehingga ia sebegitu murung nya memikirkan sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain.
Sambil memandangi foto Miken, Azzamta berkata “Aku tak sanggup melakukannya, tapi ini jalan terbaik yang harus kulakukan, maaf jika nantinya aku akan menjadi penjahat dalam hidupmu. Tapi ini harus kulakukan agar aku bisa terus bersamamu..” Tak terasa Azzamta menitikkan air mata, dan memeluk foto Miken.
Di keesokan harinya..
Azzamta tidak sekolah hari ini, karena dia mengaku tidak enak badan. Saat Miken ingin menjenguknya, Azzamta menolaknya dengan beralasan tidak ingin Miken tertular oleh penyakitnya. Miken sempat bersikeras, tapi apalah daya, Azzamta lebih keras darinya. Dan saat di kelas pun Miken merasa khawatir dengan keadaan Azzamta, entah apa yang harus dia lakukan dan pada akhirnya Miken menelpon Azzamta. Selama sekolah hari ini, Miken terus menerus telponan dengan Azzamta, walaupun ada guru yang mengajar tapi Miken terus menghubungkan telponnya dengan Azzamta. Dan Azzamta sendiri membisikkan telponnya, sehingga apa yang dilakukan Azzamta saat ini tidak terdengar oleh Miken. Miken kesal, tapi Azzamta bilang, “Fokus dulu belajar, tenang aku ga akan matiin.” Itu lah jawaban dari Azzamta dengan kekesalan Miken saat ini.
Disisi lain, Azzamta ternyata sedang rapat dengan para ajudannya. Entah apa yang direncanakan sekarang oleh Azzamta, karena saat ini Azzamta terlihat sangat serius dan terpancar sedikit khawatir dengan obrolan rapat tersebut.
Di kemudian harinya, Azzamta kembali sekolah, namun..
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1