Kalau Jodoh Pasti Dapet

Kalau Jodoh Pasti Dapet
“Cemburu”


__ADS_3

“Baru kali ini aku merasa takut, dan rasa takut itu adalah.. Takut kehilanganmu..” -Azzamta


...\~...


Saat ini di kelas, Azzamta terus menunjukkan ekspresi cemberut dengan apa yang terjadi di kantin tadi. Miken yang awalnya tidak peduli, merasa aneh dengan perasaannya yang ingin terus mendengar ocehan Azzamta. Mendadak Azzamta menjadi pendiam membuat Miken khawatir.


Miken : “Kenapa?”


Azzamta : “Kenapa apanya?” Dengan nada ketus


Miken : “Kamu kenapa, cemberut terus?”


Azzamta : “Gapapa”


(Persis jawaban perempuan kalau lagi manja ya gaes ya)


Miken : “Yauda” sambil menghadap ke arah lain


Azzamta : “Ih kamu ga ngerti?, aku kesel!”


Miken : “Kesel kenapa?”


Azzamta : “Kamu malah ngasih no WA ke orang ga jelas itu, kan aku udah jawab ga bisa.”


Miken : “Dari pada dia ngintilin aku terus, mendingan mana?”


Azzamta : “Ga dua duanya. Aku bisa ngilangin orang itu kalau kamu mau, biar dia ga gangguin kamu lagi”


Miken : “Kamu ngomongnya kayak yang iya aja..”


Azzamta : “IYA KOK AKU BISA!!”


Miken : “Kamu inj sebenernya siapa sih?”


Azzamta mendadak berhenti dan tertegun, dia keceplosan masalah bisa ngilangin orang, karena memang dia bisa melakukannya. Tapi dia baru sadar, harusnya dia bisa jaga omongannya sendiri. Apa boleh buat yang namanya bucin, pasti buat orang jadi gila.


Azzamta : “Emm aku kan..”


Miken : “Mafia?!”


Azzamta : “Itu.. nanti kita bicara in lagi, kamu pulang naik apa?”


Miken : “Naik motor” dengan tatapan curiga


Azzamta : “Oke, motornya tinggalin dulu nanti aku suruh orang buat anterin ke rumah kamu. Pas pulang kamu ikut aku dulu..”


Miken : “Kemana? Ngapain?”


Azzamta : “Ikut aja dulu, tenang kok kamu pernah kesana. Jadi ga perlu khawatir”


Miken : “Gajelas.”


Miken mengabaikan Azzamta kembali, dan fokus ke tugasnya.


Bel pulang pun berbunyi..


Miken yang bersiap untuk pulang langsung ditahan tangannya oleh Azzamta


“Apa ih..” ucap Miken kesal


“Udah ikut aja..” jawab Azzamta, langsung menarik tangan Miken

__ADS_1


Miken yang ditarik hanya pasrah tidak melawannya, Azzamta membawa Miken ke mobilnya yang terparkir di parkiran sekolah.



Setelah Azzamta membukakan pintu mobil untuk Miken, Azzamta kemudian masuk ke pintu mobil pengemudi.


“Kita mau kemana?” Tanya Miken


“Ke tempat yang pastinya kamu suka” jawab Azzamta


“Ke bioskop?” Ucap semangat Miken


“Kamu mau ke bioskop?” Azzamta


“Oh bukan bioskop ya..” Miken yang tidak bersemangat lagi


“Oke kesana” ucap Azzamta


Sebenarnya Azzamta ingin mengajak Miken ke Pantai, karena besok libur da jarak dari kota nya ke daerah pantai lumayan dekat. Tapi ya bisa main sampai malem banget sih..


Tapi ternyata Miken lebih menginginkan ke Bioskop, Azzamta tidak keberatan karena niatnya adalah membuat Miken terpesona akan dirinya yang merasa lebih baik dari pada “si genit Reno”. Yap Azzamta masih merasa cemburu akan kejadian tadi.


Sesampai nya di Bioskop, Miken sudah senyum kegirangan karena dia sangat menginginkan menonton Film di Bioskop. Sudah lama dia ingin menonton di Bioskop, tapi tidak ada teman yang mengajaknya nonton. Waktu pas ke Mall sama Dendi and the gank, Miken ga diajak nonton malah mereka inginnya main ke TimeZone. Hadeuhhhh..


“Mau nonton apaa??” Tanya Azzamta


“Katanya kalau film horor lebih seru!!” Jawab Miken dengan matanya yang berbinar-binar


“Oke okeee, kita nonton horor.. kamu SENENG banget kayaknya..” ucap Azzamta


“Iya aku seneng bangettt!!” Ucap Miken tersenyum ceria


Hal itu membuat jantung Azzamta berdetak dengan cepat, di dalam pikiran azzamta


Azzamta yang tidak bisa terlalu lama menatap Miken langsung memalingkan wajahnya ke arah lain, takutnya mimisan ya kan!!, segera Azzamta menarik tangan Miken dan mengajaknya untuk memesan tiket dan PopCorn bersama.


Setelah mendapatkan tiket mereka langsung masuk ke dalam bioskop, saat film sudah diputar Miken terus kegirangan karena menonton di bioskop.


Salah film tersebut ada adegan jumpscare, bukannya takut Miken terus tertawa, dan Azzamta terheran-heran dengan kelakuan Miken. Tapi Azzamta merasa hal tersebut sangatlah imut, karena ia bisa melihat keadaan Miken yang tertawa gembira. Sungguh pemandangan yang bagus menurutnya..


Setelah menonton film, Azzamta dan Miken pergi ke restoran makanan Indonesia. Karena Miken pengen makan nasi goreng kampung katanya.


Setelah nya mereka berdua pun pulang, dengan Azzamta mengantarkan Miken terlebih dahulu.


Di depan rumah Miken


“Ga akan nawarin masuk dulu nih?” Ucap Azzamta


“Udah malem, pulang aja gih..” ucap Miken


“Gamau.. pengen sama kamu terusss…” Azzamta dengan gaya manjanya mode on


“Ihhh geli tau kamu udah Gede tapi manja kayak anak kecil!!!” Ucap Kesal Miken


“Gapapa, kan manjanya ke kamu doang wleee!” Sambil meledek Miken


“Ihhh apaann siiiii!! Kesel tauu!!” Miken yang mulai marah ke Azzamta


“Iya iya maafff, jangan marah lagi yang kesayangankuuuu” sambil mengusap kepala Miken


“Ih apaan sayangku sayangku, kita ga temenan!” Tegas Miken

__ADS_1


“Lagian siapa yang mau jadi temen kamu?, orang aku maunya jadi nomor satu dihatimu..” ucap Azzamta dengan mendekatkan badannya ke arah Miken yang duduk di sampingnya.


Hal tersebut membuat jantung Miken berdegup kencang


“Kamu bercandanya jangan kelewatan!, perasaan tuh gabisa dimainin. Udah tau ini jantung tiap kamu deket deg deggannya kayak yang abis lari maraton tau! Ini malah deketin mulu!” Kesal Miken sambil memegang dadanya


“Aku ga bercanda.. dari awal juga aku deketin nya kamu doang, bukan yang lain. Intinya kamu berarti udah suka sama aku kalau jantungnya udah kenceng detakannya..” Kata Azzamta sambil tersenyum tulus ke Miken


“Ihhh kamu so tau!” Ucap Miken


“Ya emang tau, udah kamu berarti udah suka kan sama aku. Jadi intinya kita pacaran ya..” Ucap Azzamta sambil memegang tangan kanan Miken


“Eh.. kan aku gabilang iya.. kamu mah gitu mulu” Ucap Miken sambil memanyunkan bibirnya


“Ini cayangku kok manyun-manyun gini siii, jadi tambah gemeshhh dehh!!!” Azzamta Seraya mencubit pipinya Miken


“Ihhhh, Azzam sakit tauu, aku marah loh ini” kata Miken


“Iya iya, maaf.. tapi fiks ya kita pacaran..” Ucap Azzamta


Miken hanya mengangguk, ia bingun gimana cara mengungkapkan jawabannya. Ditolak gamau, di iya in malu.


“Akhirnyaaaa, cayangkuu yang lucu ini jadi milik aku doangg..” Kata Azzamta


“Ih, diri aku ya milik aku, diri kamu baru milik kamu dan aku..” jawab Miken


“Emang bener, aku ga salah milih.. aku suka kalau aku milik kamu. Jadinya kamu tulus sama aku..” kata Azzamta


“Iya-in” jawab singkat Miken


“Yauda kamu masuk ke rumah, udah nya mandi terus tidur.. nanti aku telpon kamu kalau aku udah nyampe kantor ya..” Kata Azzamta


“IHH kok kamu ga pulang?, besok masih sekolah loh..” ucap Miken


“Masih banyak pekerjaan yang harus aku tanda tangani Mikenkuu.. tenang kok gapapa, paling telat tidur aja” jawabnya


“Tau ah, kamu tuh ga ngedengerin aku mulu..” kesal Miken


“Iya iya, di kantor aku ada kamar pribadi. Jadi kalo udah beres, aku langsung tidurr” Ucam Azzamta


“Yauda, sana biar cepet tidur..” Kata Miken


“Kamu dulu yang masuk, nanti kalau udah masuk aku pergi.” Jawab Azzamta


Miken pun langsung masuk ke dalam rumahnya, Azzamta hanya menggeleng-geleng kepala karena menurutnya Miken bertindak lucu dan senang karena Miken perhatian kepadanya.


Dipikiran Miken hanya ada, Azzamta harus cepat tidur karena besok sekolah. Makanya jangan ngobrol terlalu panjang, mending aku masuk cepat biar dia bisa langsung mengerjakan tugasnya.


.


Beberapa bulan berlalu, berpuluh-puluh minggu terlewati, dan berhari-hari telah terjalani. Miken dan Azzamta semakin dekat dan mesra, teman-temannya hanya menganga tak percaya.


Azzamta yang tidak pernah sedikit pun berekspresi saat berbicara dengan orang lain bahkan kebanyakan tidak menjawab pertanyaan dari orang lain, berbeda dengan perilakunya kepada Miken dengan hangatnya, yang berbanding terbalik 180 derajat. Sama dengan Miken yang selalu menjawab singkat kepada teman-temannya sendiri bahkan yang sudah bersamanya dari kecil, berbanding terbalik juga perilakunya kepada Azzamta 180 derajat lebih manja sifatnya.


Sungguh aneh tapi nyata..


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2