
“Jika Tuhan sudah mentakdirkannya, yang akan terjadi maka terjadilah.. Takdirku adalah bertemu denganmu..” -Dia
...\~...
Matahari pun terbit disertai suara ayam yang berkokok nyaring bunyinya, aku sudah bangun dari jam 5 pagi dan sudah mempersiapkan segala kebutuhanku untuk camping di sekolah. Bi Lastri sudah menyiapkan sarapan dan bekal sekolahku.
“Bi, aku pulangnya besok. Bibi bikin makanan buat bibi sendiri aja, aku nitip rumah ya.. jaga diri bibi baik-baik..” Kataku
“Iya non.. bibi bakal ngejaga amanat dari non..” kata Bi Lastri
“Yaudah aku pergi dulu.. sampai jumpa..” kataku sambil tersenyum
Kali ini aku diantar oleh Mang Edoy, karena selama camping tidak diperbolehkan membawa kendaraan. Jadi otomatis aku manggil Mang Edoy buat nganter aku, dan besok dia bakal ngejemput aku..
“Udah siap berangkat non?” Tanya mang Edoy
“Udah nih ayok..” Jawabku
Tidak ada percakapan di dalam mobil karena aku fokus memainkan Handphone ku yang sedang membuka aplikasi untuk memantau perkembangan saham di seluruh dunia ini, sesampainya di sekolah aku langsung mengucapkan selamat tinggal dan bergegas untuk masuk ke dalam sekolah. Dan ternyata semua orang sudah berbaris di lapang, aku pun ikut berbaris di barisan kelasku, terlihat Cherry dan Sasa baris di paling depan dan Agung bersama Dandi bari dibarisan cowok sejajar denganku berbaris.
Dandi : “Untung kamu ga telat cui, katanya tadi kalau yang telat bakal di hukum..”
Miken : “Emang hukumannya apaan??”
Agung : “Katanya hormat menghadap bendera selama 1 jam”
Miken : “Ohh”
Dandi : “Ohh doang? Itu kejam sobatt”
Miken : “Terus aku harus gimana? Harus bilang waw?”
Dandi : “Udah ah, kesel ngomong sama kamu.. ga pernah ngerttiiii” sambil memalingkan wajahnya ke arah lain
Aku sih cuman geleng-geleng aja karena emang ga ngerti apa yang harus diributkan kalau hukumannya cuman hormat?, yang penting ga disuruh bunuh diri kan? Hahahah bercanda.. emang asli sih aku mau apapun hukumannya, selagi aku salah ya jalanin aja..
Kaka kelas pun memulai upacara pembukaan Camping Pendidikan Dasar, setelah berbagi kegiatan upacara dilaksanakan, mereka (Kaka kelas) menyuruh kami (siswa baru) untuk masuk ke kelas nya masing-masing.
Setelah semua duduk di bangku nya masing-masing, Kaka kelas pun masuk dan memberi arahan sebelum memulai kegiatan berikutnya.
Keesokan harinya, acara demi acara telah selesai dilaksanakan, dan sekarang di gerbang sekolah aku berdiri sedang menunggu Mang Edoy untuk menjemputku.
__ADS_1
Semua teman-temanku udah pergi duluan, tinggal aku dan orang-orang yang belum dijemput sedang menunggu di gerbang. Tiba-tiba ada Whatsaap dari Mang Edoy
Tringg.. (notif WA)
Mang Edoy :
“Non, mobil nya mogok tiba-tiba, Mang lagi nunggu tukang montir buat nge derek ni mobil.. Non pulang naik Mobil Online non.. biar cepet..”*
^^^Miken Clarissa :^^^
^^^“Oke..”^^^
Sesudah membalas pesan tersebut, aku langsung buka aplikasi “Go-jep” untuk memesan mobile online, dan setelah memesannya aku pun menunggu kembali.
Setelah sampai di rumah, Bi Lastri sudah menyiapkan makanan untukku makan. Tapi aku lagi ga mood soalnya udah kebelet cape pengen tidur, kegiatan CPD itu membuatku kecapean karena apa? Karena ya cape aja hehehe.. udah itu aku langsung mandi, beres mandi aku langsung merebahkan tubuhku di kasur dan mulai tertidur.
Hari demi hari pun terlewati, sekarang sudah 1 bulan terlewati setelah kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Tidak ada yang spesial karena tiap hari nya datang ke sekolah hanya untuk belajar, terkadang seusai pulang sekolah aku nongkrong sama teman-teman. Ya jadi ga ada spesial-spesial nya, kayak ngejalanin hidup kayak biasa. Atau mungkin aku harus nyiptain yang luar biasa? Biar ada kesannya selama di sekolah, tapi harus ngapain ya? Udah lah aku sendiri juga gabisa terlalu bersosialisasi dengan baik.
Sekarang di sekolah, bel sudah menunjukkan waktunya masuk dan memulai pelajaran. Wali kelas ku masuk ke dalam kelas, namanya Bu Ida. Agak tegas, tapi masih bisa bercanda gitu, suka dengerin pendapat murid juga, dan satu lagi yang pasti bikin laki-laki pada kesemsem (suka) yaitu, parasnya yang cantik dan kulitnya putih. Padahal umurnya sudah hampir kepala 4, tapi masih kencang kulitnya keliatan umur 20 an. Ketua murid pun langsung memimpin salam kepada Bu Ida, ah ya nama KM (Ketua murid) kelasku namanya Rido Hidayat, panggilannya Rido. Dia sepantar tingginya denganku, dan kulitnya yang sawo matang.
“Selamat Pagi Bu..” Ucap semua murid kelasku
Bu Ida : “Selamat pagi anak-anak.., kita kedatangan teman baru, silahkan yang di luar masuk..”
Seorang laki-laki muncul dari balik pintu kelas, menampilkan diri dengan masih menggunakan hoodie di badannya.
Bu Ida : “Nah.. ini teman baru kalian, jangan dijailin ya dia masih baru.. awas aja ada yang jailin!!”
“Palingan nanti dijailin sama Dandi Bu!!” Ujar salah satu perempuan di kelas ku
Dandi : “Dih nyalahin tiba-tiba.. orang lagi diem juga..”
Bu Ida : “Udah-udah, oke sekarang coba kamu perkenalan diri kamu ke semua teman-temanmu disini ya..” Suruh Bu Ida kepada anak laki-laki itu.
Dalam pikiranku saat ini, Kok kayak kenal sama anak baru itu tapi dimana ya?? Kayak pernah ketemu, ah tapi yasudahlah bodo amat..
Laki-laki tersebut mulai memperkenalkan dirinya, “Nama saya, Azzamta Ballmer. Panggilan Azzam” cukup singkat ia memperkenalkan diri, dengan gaya cool boy.
__ADS_1
Semua Perempuan di kelasku mulai berbisik-bisik dan memancarkan cahaya di matanya, sepertinya mereka suka pada pandangan pertama.
Tapi setelah Azzam memperkenalkan diri, dia langsung menatap ke arahku dan langsung tersenyum sedikit bahkan tidak ada yang menyadari bahwa dia sedang tersenyum ke padaku. Aku sih ngira nya mungkin dia pas mau senyum, pas-passan liat ke aku, berusaha berfikir positif kawan.
Bu Ida : “Silahkan Azzam, duduk di tempat yang kosong.. di pojok belakang sana ada Miken, kamu duduk di situ ya..”
Azzam langsung mengangguk dan berjalan ke arahku, duduklah dia tepat dipinggir ku sekarang.
Bu Ida : “Okey, pelajaran sekarang Matematika ya?”
“Iya Bu..” jawab semua murid
Bu Ida : “Kebetulan guru Matematika kalian sedang mengikuti pelatihan guru, jadi kalian diberi tugas.. Ibu share di grup WA, kerjakan dan kumpulkan! Jangan ada yang keluar kelas, mengerti?!”
“Siap mengerti..” jawab semua murid
Bu Ida : “Oke Ibu tinggal dulu..” setelahnya meninggalkan kelasku.
Karena Azzam belum masuk grup kelas, Rido menghampirinya dan meminta no WA Azzam, tapi itu membuat seluruh perempuan yang baru saja menyukai Azzam bersorak kegirangan. Karena mereka bisa tau no WA Azzam tanpa harus nanya, dan mereka berfikir bahwa selangkah lebih gampang dekat dengan Azzam lewat chat di WA nanti.
Azzam yang berada dipinggir ku sekarang melihatku, aku yang asalnya ngeliatin dia karena lagi ngobrol sama Rido langsung memalingkan wajah. Gilaa aku malu!! Plisss ini aku cuman liatin penasaran aja, tapi kok aku bisa penasaran sama urusan orang lain.. haduhh Miken mikenn!! Ayok sadar!
Azzam : “Senang bertemu kamu lagi..” sambil senyum ke arahku
Hah?!! Bertemu kembali? Kapan ketemunya? Pemikiranku saat ini.
Miken : “Emang kita pernah ketemu?”
Azzam : “Kamu udah ngelupain aku? Yang jelas ini takdir. Aku dan kamu bisa bertemu..”
Aneh!! Asli aneh ini tuh!! Ga jelas! Tiba-tiba aja, baru ketemu ngomong takdir, tapi emang iya juga sih takdir, tapi ga seprontal ini ngomong langsung takdir..
Aku langsung melihat ke Handphone ku untuk mengerjakan tugas, tidak memperdulikan lagi omongan laki-laki di sebelahku ini. Tapi aku berfikir keras, ketemu dimana ya?
Saat aku menulis soal matematika sambil memikirkan pernah ketemu dimana sama dia, aku langsung menggebrak mejaku tapi masih agak pelan.
“Ah iya! Aku inget!” Ucapku puas karena sudah mengingat dia.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung..