
“Ku buka lembaran baru, dan ku tutup lembaran yang usang..” -Miken
...\~...
Yosua : “Oke adik-adik, sekarang kalian keluarin buku tulis dan nanti Ka Mita bakal nulisin yel-yel prodi kita..”
(Prodi \= Jurusan Univ)
Semua orang tidak menjawab dan langsung membuka tas, dan itu membuat Siska mengomel.
Siska : “HEH!! KALIAN GAPUNYA MULUT APA?!, Jawab dong!!! SIAP IYA!. Ga ada sopan santun nya banget”
Langsung mereka menjawab “Siap iya ka..” sekarang serentak.
Brayn : “Ditegor baru jawab, perlu dihukum nih..”
Yuni : “Udah gaperlu, mereka baru disini..”
Brayn pun mengurungkan niatnya untuk menghukum MABA.
Yosua : “Lain kali, kalau ada kating yang ngomong/nanya kalian jawab ya..”
Para MABA menjawab “Siap Ka..”
Yosua : “Oh iya, kami ini Kaka Tingkat dari Semester 3, kalau Kaka tingkat kalian dari semester 2 itu lagi di Ospek juga, tapi langsung serentak dicampur dengan Prodi yang lain, nanti kalian juga gitu kok. Nah kalau Kaka tingkat dari semester 4 dan 5, fokus nyiapin acara di Prodi sendiri ataupun gabungan sama acara Prodi lain. Dan Kaka tingkat dari semester 6,7, dan 8, mereka udah fokus ke KKN dan bikin Skripsian untuk lulus. Jadi kesimpulannya, masing-masing angkatan per Semester, udah punya tugasnya masing-masing.”
Para Maba menjawab, “Ohhh”. Mereka bingung harus jawab apa ya? Jadi jawab Oh doang, itu pun ga semua nya jawab.
Di sisi lain, Jino terus menatap ke arah Miken, dan itu diketahui oleh Siska, karena Siska suka dengan Jino, jadi ia curi-curi pandang dengan Jino. Tapi saat dia melihat ke arah Jino untuk beberapa kali, Jino hanya menatap ke satu arah. Dan itu seorang perempuan MABA yang terlihat angkuh menurut Siska.
“Apaan sih, ganjen banget tuh cewek, pengen di notice Jino kali ya. Nguap ga ditutup, angkuh banget.” Dalam pikiran Siska saat ini.
Miken yang sedari tadi ditatap oleh Jino, tak terasa ada yang terus menatapnya, sampai seseorang dipinggir Miken menyadarkannya.
Seorang perempuan berambut pendek, pipinya chubby dan memiliki kulit sawo matang. “Heii kamu, lihat ka Jino ngeliatin kamu terus..”, Miken menjawab “Kak Jino siapa?”, Dia berkata lagi “Weleh welehh, itu toh yang tinggi, putih, kedua tangannya sekarang masuk ke saku jas nya.”. Miken yang sudah diberitahu pun, langsung menatap ke segala arah, dan benar saja Jino memperhatikannya, saat pandangan Miken dan Jino bertemu, Jino tersenyum ke Miken. Miken yang bingung dengan perilaku Jino berpikir “Dih, Sokab banget..” Sambil menggelengkan kepalanya.
Perempuan di sebelah Miken pun mengenalkan diri kepada Miken, “Kayaknya kamu ga peduli sama orang lain ya, dari tadi Ka Jino natap kamu, kamu ga nyadar, Hahahah.. Oh yaa, kenalin nama aku Rena Sucianti, panggil aja Rena. Nama kamu siapa?”.
Miken menjawab, “Miken” singkatnya.
Rena : “Yow, kita temenan ya..”
Miken : “Ok”
Rena : “Dingin banget bozz”
Miken tidak memedulikan perkataan Rena dan kembali menghadap ke depan, dan Siska yang memperhatikan Miken, sangat geram dan ingin mencari masalah dengan Miken.
Siska : “Heh kalian berdua yang lagi ngobrol!! Dari tadi saya lihat, ngobrol terus, perhatiin dong kating di depan, sok sok an banget sih!” Sambil menunjuk-nunjuk ke arah Miken dan Rena.
Miken dan Rena yang tiba-tiba ditunjuk merasa kaget, kalau Rena sekarang udah khawatir takut dihukum. Kalau Rena, dengan gaya nya seperti biasa, kaget sedikit tapi dibawa santai.
Siska pun menghampiri mereka berdua, dan Kaka tingkat yang lain hanya menonton drama tersebut, menurut Kaka tingkat perempuan yang melihatnya, Siska hanya mencari perhatian aja, karena mereka tau bahwa Siska sering cari perhatian dengan perilaku yang ga jelas.
__ADS_1
Siska : “Heh MABA, berdiri kalian!”
Rena : “Ka-ka-mi ka?”
Siska : “IYA KAMU! SAMA KAMU!” Sambil menunjuk ke arah Miken.
Rena dan Miken pun berdiri.
Siska : “Ngobrolin apa tadi?! Bukannya merhatiin Kating di depan, malah asik ngobrol sendiri.”
Rena : “Ma-af ka, tadi kami cuman kenalan a..aja” dengan nada ketakutan.
Siska : “Lancang banget kalian ya!, dan kamu! Bukan nya minta maaf, malah keliatan songong!”
Rena : “Maafin dia ka..”
Siska : “Aku ga ngomong ke kamu ya!, aku ngomong ke cewek dungu ini!!”
Miken : “Siapa yang dungu?”
Siska : “Oh bisa jawab kamu ya, kirain BISU! Dari tadi saya ngomong kamu ga liat ke arah saya!”
Miken : “Karena berisik.” Mendengar jawaban itu, sontak semua orang terkejut dengan jawaban Miken. Ada yang merasa khawatir dengan jawaban Miken, ada yang merasa bahwa Miken keren.
Siska : “Berani berani nya kamu ya!!” Hendak mengangkat satu tangan kanannya
Rena : “Ka maafin dia ka, dia cuman asal celetuk doang ka, maaf..” Menghadang Siska yang hendak memukul Miken.
Miken : “Cukup.”
Miken memposisikan Rena berdiri lagi, dan sesudahnya berjalan mendekati Siska.
Miken : “Saya ga nyari masalah sama anjing yang sedang menggonggong, tapi kalau anjing tersebut sudah menggigit maka apa boleh buat. Saya harus menghukumnya.”
Siska : “Sialan! Kamu samain saya dengan Anjing!!”
Miken : “Perilakumu seperti anjing, dan perlu diberi pelajaran.” Satu tangan Miken terangkat dan langsung menampar pipi Siska yang ditempeli banyak Foundation. Hingga pipi Siska pun menjadi merah dan cap tangan Miken terlihat karena Foundationnya ikut menghilang, menempel ke tangan Miken.
Siska : “Berani, beraninya kamu ya!!!”
Miken : “Cihh, tangan ku perlu dicuci bersih..”
Semua orang sangat terkejut dengan perlakuan Miken, Brayn, Yosua dan Jino pun menghampiri mereka.
Brayn : “Berani juga MABA satu ini.”
Yosua : “Udah udah, pisahin mereka berdua sekarang!”
Siska : “JINOOO, lihat perbuatan dia kepadaku!!, aku menuntut dia untuk tidak mengikuti MOS!”
Jino tak memperhatikan apa yang diucapkan oleh Siska, dia masih kagum dengan perilaku Miken.
Miken : “Yosh, kalau saya dikeluarin dari MOS, saya beruntung. Lagi pula dari tadi saya tidak tertarik dengan ini semua, apalagi ada anjing yang terus menggonggong.”
__ADS_1
Sontak semua orang tertawa dengan ucapan Miken.
Siska : “BERANI BANGET KAMU SEMU SAYA ANJUNG HAH!!”
Jino : “Cukup, bawa Siska kebelakang..” Perintah Jino kepada Brayn dan Yosua.
Siska : “Mampus! Rasain tuh hukuman!!” Sambil ditarik paksa oleh Brayn dan Jino.
Mita dan Yuni menghampiri Jino.
Mita : “Mau dihukum kah?”
Yuni : “Tapi aku suka cara dia ngasih pelajaran ke si Siska. HAHAHA”
Mita : “Hush hush, nanti kedengeran orangnya, habis kita..”
Yuni : “Huhhhh, hanya karena dia anak salah satu sponsor di Universitas ini, kenapa jadi harus pada ga berani sih..”
Mita : “Udah udah. Kamu giman jino?”
Jino : “Miken Clarissa, lama tak bertemu. Semakin berani kamu ya..” Orang-orang di sekitar mereka yang masih memperhatikan mereka, mendengar itu terkejut. Ternyata Miken sudah kenal dengan Ka Jino.
Miken : “Kita kenal?”
Jino : “Yah, sudah lupa denganku?? Tak apa, kita bisa berkenalan lagi.. hukuman dariku, kamu harus memberikan nomor WA mu”
Miken : “Hanya itu?”
Jino : “Yap, hanya itu..”
Miken meminta Handphone Jino, dan setelah diberi Miken pun langsung mengetik nomornya.
Mita : “What! Itu doang?”
Yuni : “Sudah ku bilang, Miken keren kan.. sekarang dia bakal jadi panutanku..”
Mita : “Hadehhhh, ada-ada aja..”
Yuni : “Miken, aku juga minta nomor mu, tadi kamu keren..” sambil menyodorkan Handphonenya
Miken hanya mengangguk dan mengetik nomor nya ke Handphone Yuni.
Semua orang yang masih memperhatikannya merasa kaget, dan tak percaya, Kating pun memuji nya.
Setelah semua permasalahan tersebut, para MABA dipulangkan, karena harus mempersiapkan untuk besok yang akan mengadakan games besar-besaran.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1