
“Jika kamu lelah, bersandarlah di bahuku. Jika kamu ingin meluapkan emosi, ceritakanlah semua itu kepadaku. Dan jika kamu membutuhkan seseorang untuk menemanimu, aku selalu siap berada disisimu..” -Jino
...\~...
Setelah mendengar kejadian tersebut, Jino mencari-cari keberadaan Miken, tetapi Miken sudah pulang. Akhirnya, Jino mengirimkan pesan kepada Miken lewat WA.
^^^Jino Arwiraga:^^^
^^^“Kamu gapapa? Aku khawatir..”^^^
^^^(Pesan terbaca)^^^
Miken Clarissa :
“Siapa?”
^^^Jino Arwiraga :^^^
^^^“Jino”^^^
^^^“Kamu ga kenapa-kenapa kan?”^^^
Miken Clarissa :
“Gpp”
^^^Jino Arwiraga :^^^
^^^“Syukurlahh.. Besok kita ketemu,^^^
^^^ ayok ngobrol berdua di taman besok..”^^^
^^^(Pesan terbaca)^^^
Pikir Jino, jika sudah dibaca, tandanya Miken setuju. Padahal, Miken malas berurusan dengan orang yang ia tak kenal.
Keesokan harinya, Miken yang sedang berisitirahat di kantin bersama Rena, dihampiri oleh Jino. Hari ini, Siska tidak mengganggunya karena dia malu untuk masuk kuliah dengan wajah yang memar.
Jino duduk disamping Miken.
__ADS_1
Jino : “Ayok ngobrol di taman” ajaknya pada Miken.
Miken hanya diam tak menjawab sambil memakan makanannya.
Jino : “Aku mau menceritakan kisah masa kecil kita dulu..” bisiknya pada Miken.
Miken yang bingung dengan perkataan Jino tadi, membuatnya bertanya-tanya. Memangnya Jino adalah teman masa kecil Miken?. Karena Miken enggan berpikir keras, akhirnya Miken berdiri dan langsung menarik tangan Jino untuk pergi ke taman, Jino yang ditarik tangannya, hanya senyum-senyum sendiri. Dan orang-orang disekitar yang melihat kejadian itu, langsung merekam peristiwa tersebut, sambil kebingungan sendiri termasuk Rena juga bingung dengan apa yang terjadi.
Di taman
Miken : “Masa lalu apa? Emang kita kenal?”
Jino : “Arghh.. sakit hati ga diingat sama teman masa kecilku ini..” sambil memegang dadanya, terkesan manusia tersakiti..
Miken tidak peduli, dan terus menatap tajam kearah Jino, Jino yang sudah mulai merasa terintimidasi dengan tatapan Miken pun akhirnya berbicara.
Jino : “Okeyy, aku bilang sekarang... Kamu lupa ya sama aku? Kaka Master..” sambil membungkukkan badannya memberi hormat.
Miken pun baru teringat siapa Jino, dia adalah bocah gendut yang Miken tolong karena sering di bully waktu kecil. Sampai Jino pindah rumah, Miken selalu melindungiya, hingga akhirnya Jino memanggil Miken dengan panggilan Kaka Master pada Miken, karena Miken jago dalam bidang bela diri Taekwondo. Miken menganggap Jino adalah adiknya yang perlu ia lindungi, dulu Jino gendut dan pendek, makanya Miken menganggapnya adiknya, padahal Jino umurnya lebih tua dari Miken.
Miken : “AHHH bocah bulatt!! Apa kabar?”
Miken : “Kau sama seperti dulu, tetap manja.. oke-oke, aku takkan memanggilmu bocah bulat lagi.. sekarang aku panggil kamu Ka Jino”
Jino : “Jino saja, kita kan temann...”
Miken hanya mengangguk untuk mengiyakannya.
Jino : “Jadi.. kamu baik-baik saja? Kemarin aku khawatir sama kamu, takut kamu kenapa-kenapa.. Cewek itu memang keterlaluan, akan aku beri pelajaran..”
Miken : “Tak perlu, aku bisa melindungi diriku sendiri.. aku gapapa kok, kamu gausa khawatir berlebihan.. Dulu malah aku yang melindungimu.. jadi kamu tak perlu khawatir..”
Jino : “Itu dulu.. sekarang aku sudah lebih kuat dari dulu, aku bisa berada disampingmu untuk melindungimu Mikenn..”
Miken : “Lindungilah kekasihmu nanti, aku tak perlu kau lindungi..”
Dalam hati Jino, dia sangat ingin memberi tahu Miken, bahwa Jino menyukai Miken, makanya ingin melindungi Miken juga. Gak peka banget perempuan satu ini..
Jino : “Baiklah.. tapi aku akan selalu ada disampingmu mulai sekarang Miken, jangan larang aku, aku hanya ingin selalu melindungimu, dan jika kamu ingin mengeluarkan keluh kesahmu, biarkan kepadaku saja, aku siap mendengar semua keluh kesahmu.”
__ADS_1
Miken : “Iya iya, kamu udah gede jadi melankolis gini..”
Jino : “Oke sepakat.. ayok kita balik lagi ke aula..” sambil memegang tangan Miken, tapi Miken menganggap Jino adalah adiknya, jadi dia oke-oke aja dengan perlakuan Jino terhadapnya.
Perlakuan Jino terhadap Miken membuat gempar satu prodi itu, ada yang iri dan ada yang mendukung jika Jino dan Miken bersama.
...-...
Selama masa kuliah Jino selalu berada disamping Miken, dan Jino pun sudah akrab dengan teman-teman Miken, dan Jino tau kejadian Azzamta dan Miken yang diceritaka diam-diam oleh Dendi da teman-temannya. 7 tahun sudah berlalu, sekarang miken sudah bekerja dalam perusahaannya sendiri dan menjalankan juga perusahaan peninggalan Ayahnya.
1 tahun lalu, Ibu Miken mendatangi Miken untuk meminta maaf, karena tidak mengurus Miken dengan baik. Dan akhirnya, Ibunya telah meninggal dunia. Menurut Miken, sudah takdir Tuhan membuat jalannya seperti ini.
Sekarang yang berada disampingnya, hanya Bi Lastri dan teman-temannya, mereka menggapai cita-citanya masing-masing. Agung berhasil menjadi dokter yang paling baik menjalankan pekerjaanya, ditangannya pasien akan cepat sembuh. Dendi menjadi pengusaha montir, ia membuka bengkel dimana-mana. Cherry menjadi seorang dosen di Univeritasnya dulu. Sasa meneruskan usaha ayahnya yaitu usaha perhiasan emas. Dan Rena, menjadi sekretaris Miken, sebenarnya Miken saat itu tak mau ambil pusing dengan mencari sekrtaris yang bisa dipercaya, Rena meneima permintaan Miken, padahal ada tawaran dari luar negeri yang menjadikan Rena sebagai Manajer perusahaanya, tapi Rena tolak, karena dia memutuskan untuk mengabdikan diri pada Miken yang selalu membantunya dikala kesusahan.
Jino meneruskan perusahaan turun temurun di bidang Properti, dan Miken meneruskan perusahaan Ayahnya dibidang properti juga, sekaligus Miken membuka usaha baru di bidang fashion. Dari tahun ketahun Jino selalu mengajak Miken pacaran, tapi jawaban Miken selalu sama, dia hanya menganggap Jino sebagai saudaranya. Tapi Jino tidak sakit hati, selagi masih bisa melihat Miken bahagia, itu akan membuat Jino bahagia juga.
Sekarang Mike selalu keluar negeri, untuk memperluas usahanya di bidang Fashion dan Properti. Tidak ada yang bisa memenangkan hati Miken lagi, mungkin entah dia trauma dengan kejadian dulu, atau dia belum melupakannya..
Lokasi: Bandara Husein Sastranegara, Jakarta.
Miken : “Apa jadwalku sekarang Rena?” berbicara dengan Rena lewat telepon.
Rena : “Sudah beres untuk saat ini nona, apakah mau langsung pulang atau ke perusahaan?. Agar saya mengubungi para pengawal untuk langsung ke arah yang dituju tanpa perlu anda beritahu lagi.”
Miken : “Ke Rumah, aku perlu beristirahat. Dan satu lagi, Rena kamu panggil aku Miken! Jika sekali lagi kau memanggilku nona, akan kupotong gajimu!”
Rena : “Oh ayolah Mikenn.. berusaha untuk profesional oke, jika diluar waktu pekerjaan, aku akan memanggil namamu langsung..”
Miken : “Terserah” Menutup telponnya.
Disisi lain, tampak Rena tertawa dengan kekesalan Miken padanya. Menurutnya, jika Miken marah padanya itu sesuatu yang lucu.
Miken langsung menuju mobilnya yang sudah dibukakan pintu oleh para pengawalnya setia mengikutinya.
Dan disisi lain, jauh dari Bandara, seseorang sedang masuk keruangan yang megah namun bersuasana tegang.
Orang tersebut berkata, “Tuan.. dia sudah kembali, dan menuju rumahnya sekarang.”. Seseorang yang duduk di kursi kehormatannya tersebut berbalik dan menjawab, “Sekarang saatnya, bersamanya kembali..” sambil tersenyum.
Orang yang sedang melapornya tersebut hanya menunduk dan meniggalkan ruangan tersebut karena sudah selesai ia melaporkannya.
__ADS_1
“Aku kembali padamu.. dan sekarang tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita..” Ucap seseorang yang duduk tersebut dan tersenyum sambil memegang sebuah foto.