Kamila (Kesabaran Menembus Batas)

Kamila (Kesabaran Menembus Batas)
Tanggung Jawab Hans


__ADS_3

Jupri sangat mengkhawatirkan tentang keadaan Ratih. Meskipun selama ini, mereka hanya sebatas bersahabat, namun tak dapat dipungkiri, bahwa hati Jupri sangat mencintai Ratih. Sudah sering dia mengutarakan isi hatinya pada Ratih. Dan gadis itu, selalu menolak Jupri. Ratih merasa tak pantas, jika dicintai oleh lelaki baik seperti Jupri. Karna Ratih, merasa bahwa dirinya bukanlah perempuan baik baik.


Ratih datang kekota besar, untuk mencari pekerjaan,agar dapat membantu ekonomi keluarganya yang tinggal didesa. Namun entah bagaimana, Ratih terjerat didalam pekerjaan kotor itu. Ratih bekerja disebuah "Rumah Mucikari", sebagai wanita malam. Ratih merupakan gadis yang paling cantik disana. Tak jarang, para pejabat dan pengusaha menyewa Ratih untuk waktu yang lama. Mereka hanya ingin, Ratih yang "menemani" malam mereka. Dan pada saat ini, pengusaha muda, tampan dan kaya raya, yaitu Hans Hermawan lah yang menyewa Ratih. Dan Hans Hermawan pula, yang sudah membuat Ratih sampai hamil seperti ini.


Hans Hermawan sudah menikah selama lima tahun, namun, tak kunjung diberikan keturunan. Dan konon katanya, pernikahan Hans dengan sang istri, adalah sebuah kesepakatan bisnis. Istri sah nya, yaitu Lydia Sari, merupakan pengusaha besar juga. Lydia adalah wanita karir, cantik, dan berpendidikan tinggi. Tapi entah mengapa, Hans Hermawan justru terpikat oleh Ratih, yang berprofesi sebagai wanita panggilan. Hans pula berulang kali meminta Ratih, agar mau menikah siri dengannya. Karna, ia sangat ingin memiliki keturunan dari Ratih. Hans juga siap, membayar mahal pada Ibu Bos pemilik rumah mucikari itu, agar mau melepas Ratih untuknya. Tapi Ratih, selalu menolak hal itu. Dia lebih memilih, untuk menjadi teman tidur Hans saja. Karna bagi Ratih, itu hanyalah omong kosong. Tidak mungkin jika Hans mau menikahinya. Sampai akhirnya, Hans harus berbuat licik agar bisa mendapatkan Ratih seutuhnya. Dia sengaja membuat pengamannya bocor, agar Ratih bisa hamil, dan terpaksa mau menikah siri dengannya.


***

__ADS_1


Malam itu, adalah jadwal dimana Hans akan menghabiskan malam dengan Ratih. Ratih sudah bersiap dengan merias tipis wajah cantiknya, dan memakai dress berwarna merah, yang tampak anggun menempel dikulit putihnya. Dia sudah menunggu Hans dikamar hotel yang sudah dijanjikan sebagai tempat bertemu mereka.


Kreek.


Terdengar suara pintu terbuka dari luar. Ya, itu adalah Hans. Dia datang dengan menggunakan pakaian santai, memakai kacamata hitam, dan syal yang digunakan sebagai penutup sebagian wajahnya. Dia tak ingin siapapun mengenalinya. Karna jika itu terjadi, akan membuat kehebohan publik.


"Sayang, kamu udah lama?" Hans yang baru saja masuk dan mengunci pintu, langsung merangkul pundak indah Ratih dari belakang.

__ADS_1


"Mas, ada yang ingin aku katakan." Dengan mata berkaca kaca, dan suara bergetar, Ratih mencoba memberitahu tentang kehamilannya pada Hans.


"Ada apa, sayang? Katakanlah! Kenapa kamu menangis?" Hans memegang kedua pipi Ratih. Dia terlihat sangat khawatir pada sikap Ratih yang biasanya sangat ceria, menjadi sedih seperti ini. Mata Ratih juga bengkak, seperti sudah menangis berhari hari.


"Mas, aku hamil. Dan aku yakin, ini adalah anak kamu. Karna, usia kandunganku baru menginjak usia tiga bulan. Dan selama enam bulan terakhir, aku tak berhubungan dengan pria lain, selain kamu, Mas." Ratih mendorong pelan tubuh Hans.


"Sayang? Kamu serius? Aku sangat bahagia. Sayang, terima kasih. Sayang, rencanaku berhasil." Hans langsung memeluk Ratih dengan erat. Dia terlihat sangat gembira dengan kata kata yang baru saja keluar dari mulut Ratih.

__ADS_1


"Rencana? Jadi ini sengaja kau lakukan? Kamu jahat, Hans. Jahat! Sekarang, katakan, apa yang harus kuperbuat jika seperti ini? Bagaimana aku akan mencari uang dalam keadaan hamil begini? Siapa yang mau dengan wanita buncit nantinya?" Ratih terus saja menyalahkan Hans. Dia sampai memukul mukul dada bidang Hans, yang justru, diiringi dengan tawa pria tampan itu.


"Sayang, udah, kamu jangan menangis lagi. Kamu pikir, aku tak akan bertanggung jawab padamu? Aku sangat menginginkan anak ini, sayang. Mana mungkin aku akan menelantarkan kalian. Aku juga sangat mencintaimu. Kita akan menikah. Aku akan menyiapkan rumah untukmu, dan calon anak kita ini." Pujuk Hans pada Ratih, sambil mengelus elus perut Ratih yang masih belum terlihat kehamilannya. Mereka menghabiskan malam bersama, dengan suasana hati Hans yang sangat baik. Impiannya untuk memiliki seorang bayi, akhirnya segera terwujud.


__ADS_2