Kamila (Kesabaran Menembus Batas)

Kamila (Kesabaran Menembus Batas)
Pernikahan Petaka


__ADS_3

Siang itu juga, Ratih dan Hans melaksanakan pernikahan. Acara dilangsungkan dengan amat sangat sederhana dirumah baru yang dibelikan Hans untuk Ratih, sebagai mas kawin. Tidak ada satupun keluarga Hans hadir, karna pernikahan ini sangat dirahasiakan. Dan Ratih, hanya didampingi oleh Jupri-sahabatnya. Ratih sempat menghubungi Jupri, sesaat sebelum pernikahan dimulai. Dan Jupri yang saat itu sedang cuti bekerja, langsung datang kepada Ratih. Dia juga menjadi saksi pernikahan sahabatnya itu.


Karna rencana pernikahan yang sangat terburu buru, Ratih tak sempat memberi tahu keluarganya didesa tentang hal ini. Dan terpaksa, Ratih dinikahkan bukan oleh Ayah kandungnya sendiri, melainkan oleh penghulu yang dibayar Hans. Karna pernikahan mereka berstatus siri, maka itu tak menjadi halangan bagi mereka.


"Jaga diri kamu, Ratih. Kalau suatu waktu kamu membutuhkanku, kamu bisa menghubungiku." Ujar Jupri pada Ratih setelah ijab kabul selesai. Disatu sisi, Jupri merasa sedih, karna tak bisa dekat dengan sahabatnya yang sekarang sudah bersuami. Namun disisi lain, Jupri merasa lega, karna sudah ada yang menanggung jawabi kehidupan Ratih, dan juga bertanggung jawab atas anak yang dikandung Ratih.


"Ya, Jupri. Sekarang ada Hans yang menjagaku. Kamu bisa tenang sekarang. Dan, aku minta, kamu juga carilah pendamping yang lebih baik dariku. Kamu orang baik, Jupri. Terima kasih atas kepedulianmu padaku selama ini." Ratih dapat membaca raut wajah Jupri yang terlihat sedih. Dia sangat mengerti perasaan Jupri. Sebagai sahabat, Jupri sangat baik padanya. Ratih tak akan pernah melupakan segala kebaikan Jupri.

__ADS_1


"Sudah selesai ngobrolnya, sayang?" Hans menghampiri Ratih yang sedang bersama dengan Jupri, dan merangkul pinggang wanita yang sudah sah menjadi istri keduanya itu.


"Oh, yasudah, kalau begitu, saya pamit pulang. Jaga diri kamu, Ratih. Dan, Pak Hans, saya titip sahabat saya. Jaga dia dengan baik, Pak." Jupri yang melihat kedatangan Hans, langsung pamit untuk pulang padanya. Jupri juga meminta, agar Hans menjaga sahabatnya-Ratih dengan baik.


"Tentu saja, Mas. Saya akan menjaga Ratih. Terima kasih atas kedatangannya, Mas." Ujar Hans sopan, mengiyakan perkataan Jupri. Hans baru kali ini bertemu dengan Jupri. Dan dia juga baru mengetahui, bahwa Jupri adalah sahabat dari Ratih.


"Ya, baiklah. Ratih, aku pulang, ya. Sekali lagi, selamat atas pernikahan kalian." Jupri tersenyum pada Hans dan Ratih, lalu beranjak pergi meninggalkan rumah Ratih.

__ADS_1


Acara akad nikah sudah selesai. Ratih juga sudah membersihkan diri, dan mengganti kebaya putih yang dipakainya saat akad tadi. Ratih merebahkan dirinya dikasur. Dia tak menyangka, bahwa dia bisa berada dirumah yang terbilang cukup bagus ini. Dan itupun, sudah menjadi atas nama hak miliknya sendiri. Air matanya mengalir seketika, mengingat siapa dirinya sebelum ini. Dia hanya seorang gadis yang datang dari desa, dan selama empat tahun, berprofesi sebagai wanita penghibur. Dan kini, lihatlah, dia mendapatkan seorang suami yang tampan dan kaya raya. Meskipun, hanya sebagai istri simpanan, Ratih sangat bersyukur, karna Hans telah membawanya keluar dari lubang hitam dunia malam.


"Hei, kenapa kamu menangis lagi, sayang? Kamu tidak bahagia menikah denganku?" Hans yang baru saja selesai mandi, menghampiri Ratih.


"Bukan seperti itu. Aku hanya tak menyangka, bisa keluar dari dunia kelamku. Ini seperti mimpi, Mas. Terima kasih, karna kamu sudah menyelamatkanku, Mas. Ini adalah tangisan kebahagiaanku." Ratih membenamkan wajahnya didada bidang Hans. Aroma wangi tubuhnya, menyeruak di indra penciuman Ratih. Meskipun hanya memakai kaos oblong, dan celana pendek, tak dapat dipungkiri, Hans memang sangatlah tampan.


"Uhh. Cup cup cup. Jangan menangis lagi, sayang. Tersenyumlah, berbahagialah bersamaku." Pujuk Hans, sembari mencium kening Ratih berulang kali. Ratih yang kini berada dipangkuannya, perlahan mulai menampakkan senyum diwajah cantiknya.

__ADS_1


Mereka bermesraan, menikmati waktu setelah menjadi pasangan yang sah. Tapi disela kehangatan mereka, ponsel Hans berdering, dan tertulis sebuah nama yang memanggilnya disana.


Lydia.


__ADS_2