KARNA ALLAH

KARNA ALLAH
Duabelas


__ADS_3

Setelah beberapa saat Azzam pun kembali masuk. Ia melihat lutfi sedang tertidur, ia mendekat ke arah lutfi , tidak untuk menyentuh ataupun macam-macam hanya sekedar untuk melihat wajah lutfi yang sedang tidur.


"Seandainya kamu masih ada dek, kamu pasti sudah segede lutfi sekarang, maaf kan abang yang tidak bisa menjadi kakak terbaik, bahkan di saat kamu sedang ada masalah abang juga tidak tahu, abang ini orang macam apa dek", Azzam mengeluarkan isi hatinya dengan suara sudah parau, air matanya sudah hampir keluar.


Lutfi yang hanya memejamkan matapun ikut terbawa suasana, ia seperti merasakan apa yang di rasakan oleh pria yang kini sedang menatapnya. Ia pun membuka matanya " mas bisa anggap lutfi seperti adek mas sendiri, kalau mas mau" ucapnya


sedang Azzam masih terpaku karena ternyata, lutfi mendengar semua ocehannya. " kamu tidak marah sama mas?, mas kan sudah membuatmu terluka dan memisahkanmu dari orang yang kau sayangi" tutur azzam.


Lutfi dengan cepat menggelengkan kepalanya. " Lutfi ikhlas mas, lutfi udah gak marah sama mas, karena semua kejadian itu pasti karna Ijin dari Allah, mungkin Allah sudah menyiapkan sesuatu yang lebih indah untuk ku, " lutfi yang berusaha tegar tetapi tidak dengan matanya, air matanya keluar dengan sendirinya.


"Maaffin mas dik" Azzam terdiam sesaat, " Bolehkan mas panggil kamu dengan sebutan dek"


Lutfi mengangguk "iya boleh mas, mas gak usah minta maaf, adek juga tau mas melakukan ini karena mas sangat menyayangi aisyah, tapi boleh adek minta sesuatu dari mas?"


"apa dek, "


"Tolong mas temuin mas tomy, bahas masalah aisyah baik-baik. karna setahu aku mas tomy adalah orang baik, seandainya dia berbuat kesalahan pasti dia akan bertanggung jawab" pinta lutfi .


"In sha Allah mas akan menemui nya dek, tapi tidak dalam waktu dekat ini, mas belum sanggup." jawab azzam


Lutfi kembali menganggukkan kepalanya. Mereka terasa agak canggung. karena baru kemarin azzam memandang nya seperti musuh, sekarang tatapannya, tatapan penuh kasih, dengan sedikit melirik azzam, tapi dengan cepat ia menundukkan kepalanya . ' mungkin dia memang menganggapku seperti adeknya, ' batin lutfi


Berbeda dengan lutfi, Azzam meradakan jantung nya berdetak cepat ada sesuatu yang telah terjadi dengan hatinya, ' kenapa aku merasa tenang setiap di dekatmu, apalagi berbicara dengan mu, membuat jantungku tak menentu, ' batin nya dalam hati.


Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


dan dikagetkan dengan suara pintu yang terbuka


-ceklek-


"pagi semua, gimana dek udah mendingan?", tanya dery pada lutfi yang berjalan sambil menenteng banyak bawaan di tangannya.

__ADS_1


"sejak kapan dia adek lho, se enak nya aja panggil-panggil dek" entah kenapa hati azzam tak suka dery memanggil lutfi seperti itu.


"kenapa kamu yang sewot" jawab dery, ia menoleh pada lutfi " bolehkan mas dery panggil kamu dek?" lagi-lagi lutfi menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis." tu lutfi aja boleh"


"dek ini sarapan buat kamu, kalau yang ini baju ganti semoga pas, tadi pas mas beli mas cari pegawai toko yang badan hampir -hampir mirip kamu lah, hehe" sambil menyerah kan 2 kantong.


lalu dery mendekat ke arah Azzam, " buat bos besar ni baju gantinya, hari ini akan ada banyak meeting hari ini" sambil melempar kantong yang ia pegang, yang langsung di tangkap oleh azzam." gue sengaja gak bawa sarapan buat bos, nanti kita makan di kantor saja" tambah dery.


"kok rasanya sekarang kamu ya yang jadi bosnya, main nyuruh-nyuruh aja" jawab azzam kesal.


"aku gak ke kantor hari ini, capek, hari ini aku mau libur, oya jadi kamu yang gantiin semua meeting ku, selamat bekerja" tersenyum dengan senyum kemenangan.


"apa , yang bener aja bos, tidak tidak tidak, aku gak sanggup" dery menggeleng-gelengkan kepalanya.


"kalo nanti klien nya gak puas denganku gimana" kininia mengacak acak rambutnya.


"hei, aku bosnya, jadi kamu harus denger dan laksanain perintah bos, hahaha" tertawa puas.


Dery masih dengan muka cemberut, lalu duduk di sofa. " aku jadi pengen nyanyi


"kamu nyanyi buat aku der, haha sayangnya itu lagu gak ngaruh buat bos kayak aku," tersenyum ngejek,


"serius der, aku percaya kamu bisa, aku percaya padamu," kali ini azzam berusaha meyakinkan dery.


'halah paling sebenarnya cuma mau seharian sama lutfi kan' batin dery sambil menatap azzam


Azzam pun menatap dery seakan tahu apa yang ada di pikiran nya' nah itu tahu, cepet ke kantor sana, jangan ganggu'


"ya udah bos mah selalu benar, bos mah bebas, hhhh, jaga diri ya dek, nanti kalau ada yang macam-macam lansung pencel tombol emergency biar suster datang, soalnya sekarang banyak orang yang suka modus" sambil melirik azzam.


lutfi hanya mengangguk sedangkan azzam muka nya merah " awas kamu" dery pun langsung berlari pergi sambil tertawa.

__ADS_1


▪▪▪▪▪▪


Di rumah sakit di luar kota


"pah dia Alisha bawa kesini karna cuma di rumah sakit ini yang peralatannya lengkap", sambil menghela nafas " tapi kok belum siuman ya pah"


seorang lelaki yang belum terlalu tua tapi terlihat kurang sehat mendekati anak gadisnya, sambil mengelus kepala anaknya yang tertutup jilbab "tenang sayang , berdo'a sama Allah, semoga laki-laki ini baik-baik saja. oya apa kelurganya sudah kamu kabarin?"


"udah pa, tapi gak tau kenapa belum pada datang, padahal aku hubunginnya tadi malem setelah sampai di sini, kebetulan perawat ngasih ponselnya sama aku pah, aku juga udah ngasih tahu alamat rumah sakit ini pada mereka".


"Ya udah paling bentar lagi mereka datang"


"oya bagaimana kesehatan papah, papah jangan kecapekan ya" ucap alisha


"tenang sayang, papah gak apa-apa"


"tapi wajah papah terlihat sangat pucat"


"Alisha sayang, papa sehat nak, uhm ngomong-ngomong kapan kamu nikah, papah pengen nimang cucu sebelum papah meninggal sayang"


" papah gak boleh ngomong gitu, papah gak boleh ninggalin Alisha" sambil memeluk papahnya dan hampir menangis.


"semua orang pasti akan meninggal sayang, uya kapan kamu kenalkan calon mu pada papah?"


Alisha melepas pelukan pada papahnya, ia sedikit terkejut, karena kemarin kesehatan papahnya ngedrop makanya dia berbohong pada papah nya kalau dia sudah punya calon dan akan segera menikah, dan mendengar berita itu papah Alisha langsung baikan.


"iya, kapan-kapan aku kenalin ke papah, kalau sekarang masih repot pah, untuk nikahnya ya harus bicara dulu sama calon Alisha " jawab Alisha berbohong, maafkan Alisha pah , Ampuni hambamu yang telah berbohong Ya Allah, tapi ini semua demi kesehatan papah.


gimana kelanjutannya, next y readers


di tunggu

__ADS_1


Jangan lupa dukung author biar semangat nulisnya


like, rate, koment dan vote vote yang banyak ya. 😗😚


__ADS_2