
sudah seminggu berlalu, lutfi sudah terbiasa mengekor kemanapun azzam pergi, sebagai asisten pribadi azzam membuatnya lebih mengenal bos nya itu, sebenarnya azzam ingin lutfi tinggal bersama di rumah nya, tapi lutfi menolak dengan alasan bukan mahrom.
flashback on
setelah lutfi di perbolehkan pulang oleh dokter.
" mulai besok kau sudah mulai bekerja sebagai asisten pribadiku, sekarang kita pulang ke rumah ku" sambil bicara pada lutfi tapi tatapan nya tetap pada laptop.
" maaf mas, boleh kah aku cari kontrakan saja"
" kenapa" langsung menoleh ke arah lutfi.
" kita bukan mahrom mas, tidak baik hidup dalam 1 atap, takut jadi fitnah" lutfi hanya menunduk, takut matanya beradu pandang dengan azzam.
" apa kau mau lari dariku dan kembali pada mantan suamimu, hah" emosi azzam sedikit naik.
" jangan salah paham mas, aku tidak akan lari darimu, kalau sampai aku lari kau boleh membunuhku" lutfi berusaha meyakinkan.
mereka sedang berada di dalam mobil yang di sopiri dery, azzam berfikir sejenak
" baik lah tapi aku yang akan memilih rumah nya"
" baik, terima kasih mas" lutfi tersenyum girang,
dalam hati azzam' kenapa senyum nya manis sekali, dan jantungku , ishhh ' sambil memegang dadanya. ( padahal y readers lutfi tersenyum nya biasa aja, tapi dasar azzam nja yang lagi sindrom gelombang laut ๐คeh salah gelombang cinta๐๐hehehe๐)
akhirnya lutfi pun tinggal di rumah yang cukup besar untuk ditinggali 1 orang, eit bukan ngontrak ya, azzam membelinya dan letak rumah lutfi tak jauh dari rumahnya.
__ADS_1
sengaja biar mudah ngejagain asisten pribadinya itu.
flashback off
karena terlalu sering nya azzam bersama lutfi, hati nya pun mantap mencintai gadis manis itu, sehari tak bertemu asisten pribadinya itu, membuatnya seperti kebakaran jenggot.
Berbeda dengan lutfi, ia sudah memaafkan azzam untuk semua yang telah terjadi, ia berfikir itu memang takdir yang harus di jalaninya. Tapi cintanya pada tomy pun tidak berkurang sedikit pun, bahkan di setiap do"anya tak lupa nama tomy terselip di dalam nya.
Ditempat lain kini tomy bekerja di perusahaan milik Eric pradana yamg tidak lain papa dari Alisha pradana gadis yang menabrak tomy, tomy dan kelurganya pun menempati tumah baru, kata alisha itu fasilitas dari kantor, padahal itu jelas bohong.
seperti hal nya azzam, alisha pun semakin menaruh hati pada tomy, tetapi tomy masih setia menjaga hatinya untuk mantan istrinya.
sedangkan penyakit eric semakin serius, ia meminta alisha untuk segera menikah
"sayang, waktu papa sudah tidak banyak" eric yang tengah berbaring di ruangan rumah sakit, " sebelum papa meninggal papa ingin melihat kamu menikah"
"papa gak boleh ngomong gitu, papa akam hidup 100tahun lagi, papa akan menggendong cucu-cucu papa"
" maunya papa juga begitu sayang, tapi kan semua ALLAH yamg menentukan. cepat lah menikah" eric pun juga menitikkan air mata
" baik pa, Alisha akan segera menikah"
" benar y sayang, kalau bisa lusa, papa ingin segera melihat mu menjadi seorang istri" ucap eric dengan tatapan berbinar binar.
" Iya pa, papa gak perlu khawatir. "
Alisha pun minta ijin pada papa nya untuk mencari angin di taman rumah sakit itu.
__ADS_1
ia duduk di kursi tengah taman ' bagaimana ini, bahkan aku belum punya calon, tapi aku tidak mau membuat papa kecewa' alisha menggumam di dalam hati.
Ia pun dikagetkan oleh suara hapenya, tertera di layar hapenya tulisannya tomy , lalu alisha pun mengangangkatnya.
" assalamu'akaikum"
"wa'alaikum salam sha, aku cuma mau kasih tahu, kalo berkas buat besok meeting sama perusahaan S, sudah siap."
" oke, terima kasih, tolong mas bawa kesini boleh, alisha ingin melihatnya"
"oke ntar mas antar ke rumah sakit" jawab tomy. ia pun mengakhiri panggilan nya.
Alisha kembali termenung dengan permintaan papanya, seketika senyum terukir di bibirnya
"kenapa aku gak minta bantuan mas tomy saja" gumam nya
" oke, aku nanti akan ngomong sama mas tomy, semoga dia bisa menolong alisha" alisha senang se enggaknya dia punya jalan keluar waulaupun itu belum pasti.
bersambung
author minta dukungannya y
like, rate koment dan pastinya
vote jangan lupa
makasih, author tunggu.๐๐๐
__ADS_1