KARNA ALLAH

KARNA ALLAH
5


__ADS_3

••Terkadang kita harus rela kehilangan sesuatu yang kita anggap berharga karena mungkin ALLAH sudah menyiapkan sesuatu yang lebih istimewa ••


adzan magrib berkumandang , ajakan untuk umat muslim agar segera menunaikan kewajiban nya, waktu nya bersua pada penciptanya. Tomy pun tersadar dari lamunannya , bergegas mengambil wudhu terus memakai sarung dan peci. Langkah gontai nya ia bawa ke masjid di dekat rumah nya. Tomy yang sekarang telah menjadi seorang yang taat agama berbeda jauh dari Tomy yang beberapa tahun silam sebelum bertemu dengan istrinya.


Setelah pulang dari masjid, ia menjatuhkan dirinya di atas kasur , sejenak ia mengingat kejadian tadi siang


flash back on


"sayang makasih y udah mau jadi istri ku, aku sangat beruntung mendapatkan istri solehah sepertimu. makasih cantik" ucap Tomy saat duduk di depan para tamu, berhubung para tamu nya lagi pada makan kesempatan nih


buat pengantin baru bercengkrama 😗


"gombal ih mas, gak bakat tau kamu mas, hhhhh" lutfi tertawa kecil meledek suaminya.


"dek"


"hem , y mas" lalu memandang wajah suaminya.


"aku pengen langsung punya dedek bayi y, karena aku pingin punya anak banyak , sayang" di towelnya dagu istrinya dengan lembut.


"hhh, kalo pengen langsung punya dedek mah aku oke oke aja mas, semua kan tergantung Allah ngasih nya, kalo urusan banyak nya mah 1 aja nglahirinnya udah sakit " jawab lutfi agak bergidik teringat cerita temen nya yang berjuang saat melahirkan .

__ADS_1


"iya tau mas kalo sakit , tapi mas pengen nya punya anak 10, hahah" tertawa puas menggoda lutfi yang sekarang


sudah sah menjadi istrinya itu.


"idih mas ih, 10 emang mau buat club sepak bola apa" sambil mencubit pinggang suaminya "rasakan huh"


"hhhh ampun sayang" lalu mereka pun tertawa bersama


flash back off


Tomy tersenyum kecil mengingat wajah istrinya tadi siang, tapi senyum itu langsung tergantikan dengan wajah muram. ' bagaimana aku mendapatkan uang sebanyak itu' batinnya. tapi semua nya sudah ia serahkan pada sang pencipta. setelah sholat isya' berlalu sedetik pun matanya tak mau terpejam walaupun tubuh nya sudah sangat lelah.


sesudah meninggalkan rumah Tomy, tak ada pembicaraan di mobil. sesekali Azxam melirik perempuan di sebelah nya yang masih mengenakan baju pengantin, manis itu yang ada di pikiran nya, memang kulitnya tidak putih, tapi tetap menarik orang untuk selalu memandangnya. Terlibat bekas air mata di pipi perempuan itu, dan sekarang sangat jelas terlihat bahwa dia sedang menahan agar air matanya tidak keluar lagi. 'andai kamu bukan istri nya, aku pasti telah jatuh cinta padamu, tapi aku harus membuat suaminu menderita dengan cara kehilangan orang yang ia sayangi, sebenar nya aku bisa saja membunuhnya dari dulu, tapi aku ingin melihat seumur hidupnya untuk meratapi nasib nya yang merana,' batin Azzam.


Mobil itu melaju membawa mereka ke sebuah rumah yang besar, (y bayangkan aja readear kayak istana gitu😄)


setelah mobil berhenti , di depan rumah sudah ada seoarang art paruh baya sebut saja bi siti.


"Bi, bawa wanita ini ke kamar tamu, ambilkan baju aisyah untuk nya, oya ibu masih di rumah paman jan bi", kata Azzam lembut kepada bi siti, lutfi yang sedari tadi mematung di belakang nya, tak percaya dengan apa yang baru saja di lihat nya. 180 derajat yang tadi marah marah mengerikan sekarang jadi orang yang lembut.


"masih den, kata ibu beliau masih 1minggu di sana ,saya permisi den , monggo non ikut sama bibi" kata bi siti sambil menggandeng tangan lutfi, dengan tatapan heran kenapa perempuan ini memakai baju pengantin, tapi dia tidak berani bertanya dan memilih untuk melakukan apa yang di suruh oleh majikannya itu.

__ADS_1


sesampainya di depan sebuah kamar bi siti menyuruh lutfi untuk membersihkan diri dan ia akan segera mengantar baju untuk perempuan manis itu.


Di kamar lain Azzam yang tengah duduk di sofa mengingat masa masa lalu nya, saat seorang gadis bermanja manja dengan nya, memeluknya, menggandengnya, berbicara banyak dan selalu tersenyum manis kepadanya. "hum aisyah, aku merindukan mu"


sebenarnya siapakah aisyah?


bagaimana nasib lutfi?


next y readers author dah ngantuk hhh😉


jangan lupa like koment dan


vote


vote


vote y


author tunggu lho.


matur nuwun

__ADS_1


__ADS_2