
Alisha beranjak dari taman, sembari menunggu tomy datang ia menuju masjid ingin membaca Al qur'an biar hatinya merasa tenang. suara merdunya terdengar saat melantun kan ayat ayat suci Al- qur'an.
Alisha mengakhiri membaca nya , tiba-tiba hape nya berbunyi, ada pesan masuk.
"dari mas tomy" alisha bergumam, tomy mengirim pesan.
-tomy- sha kamu dimana , mas udah ada di depan ruangan bapak?
-alisha-iya mas, bentar lagi alisha kesitu, sekarang masih di masjid.
-kalo gitu ketemu di restoran j depan rumah sakit aja ya, mas laper . kamu temenin mas .
alisha tersenyum kecil
-oke mas,, siap meluncur
-cepetan ya, cacing-cacing mas udah pada demo ni
-iya mas, bawel ih
tomy yang membaca pesan alisha tersenyum , selama beberapa hari ini ia mengenal alisha, entah mengapa ia merasa nyaman, sejenak ia melupakan hatinya yang sedang hancur memikirkan lutfi yang sekarang entah dimana. ia pun langsumg menuju restoran j.
tomy datang duluan langsung memesan makan dan minum, tak berapa lama alisha pun tiba,
" dah lama mas nunggunya " sambil mendudukan tubuh nya di kursi depan tomy.
"gak sha, mas baru aja, tapi mas dah mesen makan"
"alisha di pesenin sekalian gak?"
" he belum, mas kan gak tahu alisha mau makan apa" sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" ish, mas sih, gak ada perhatian-perhatiannya " sambil memonyongkan bibir mungilnya. lutfipun memesan makan dan minum juga.
setelah makanan mereka raib tak bersisa, alisha pun mulai bicara dengan tomy.
__ADS_1
"mas, tadi papah nyuruh alisha menikah, katanya papah ingin melihat alisha menjadi seorang istri sebelum papah pergi " matanya mulai berkaca-kaca.
"turutin aja kata pak eric, sha" tomy pun mendukung
" tapi mas, alisha mau nikah ma siapa, alisha aja belum punya calon"
"masak sih sha, kok mas gak percaya ya" tomy terkejut mendengar pengakuan alisha.
" iya emank belum punya, makanya alisha pengen minta bantuan mas" masih dengan wajah sedihnya.
"mas bisa apa sha, paling bisanya cuma bantu do'a" dengan ketawa nyengenges.
Alisha agak memajukan badan nya sedikit, " mas mau gak nikah dengsn alisha" dengan wajah memohon.
jelas terlihat di wajah tomy kalau ia sangat kaget sampai mulut nya mlongo " ish jangan bercanda deh sha, sekalipun mas mau, pak eric belum tentu setuju"
" papah pasti setuju mas" berusaha meyakinkan tomy
tomy terdiam, aku harus menceritakan kisah hidup ku pada alisha.
" sha kamu belum tahu masa lalu mas"
"sha, kita aja baru kenal, kalau mas orang jahat gimana? "
"alisha tahu mas orang baik makanya aku minta bantuan mas" menghela nafas " mas, ini hanya status saja, alisha gak minta lebih, nanti kalau mas dah nikah ma alisha mas pasti di suruh papah gantiin posisinya di perusahan, dengan posisi nanti yang mas dapat, mas bisa mencari mantan istri mas dan menebusnya, setelah itu mas bisa rujuk dan menceraikan alisha" alisha mengatakannya tanpa ada keraguan sedikitpun.
" tidak sha, itu namanya mas memanfaatkan kebaihan papah kamu, mas gak bisa" tomy menatap wajah alisha, alisha pun langsung menundukkan kepalanya,
dengan masih menunduk" alisha mohon mas, kali ini aja bantu aku, aku gak tau harus gimana lagi, papa terus mendesak apalagi akhit-akhir ini kesehatan papa terus menurun, alisha gak tega kalau harus ngecewakin papah"
tomy berpikir sejenak' sebenarnya ucapan alisha ada benarnya, aku bisa mencari lutfi, tapi aku seperti orang yang mencari kesempatan dalam kesempitan' batin nya
" mas, tolong bantu alisha ya, alisha mohon" sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada dengan mata yang sudah siap mengeluarkan buliran air.
" baiklah sha mas akan coba bantu" akhirnya tomy pun mengiyakan permintaan alisha karena tak tega melihat nya memohon penuh harap.
__ADS_1
"bener mas mau bantu, alhamdulillah, makasih mas, " dengan mata yang berbinar-binar karena senang. tomy hanya mengangguk.
" oke, nanti langsung alisha akan ngomong sama papa" tersenyum membayangkan papa nya mendengar kabar ini, akan senang.
tomy masih terdiam, semoga ini keputusan yang tepat ya Allah,
Mereka pun meninggalkan restoran, tomy pulang dengan masih tak yakin, sedangkan alisha kembali ke rumah sakit menemui papanya, ia berjalan dengan semangatnya, sambil tangannya memegang berkas yang tadi di kasih sama tomy.
sesampainya di ruangan papanya
" assalamu'alaikum pah" sambil mendekat ke arah papanya.
"wa'alaikum sayang, sepertinya baru dapat durian runtuh , keliatan seneng banget" kata eric dengan suara lirih.
" ah masa sih pah, ehm sebenarnya alisha membawa kabar buat papah"
"semoga kabar baik " seraya tersenyum.
" seperti permintaan papah, lusa alisha akan menikah, calon nya papa udah kenal, "
" masa, seinget papa kamu belum pernah mengenalkan sama papa" eric mengernyitkan dahinya.
" papa udah kenal, calon alisha itu mas tomy pa, papa setuju kan"
eric terdiam " apa kalian saling mencintai, kamu gak memaksanya kan" agak khawatir.
" papa tenang aja, alisha sama sekali gak maksa kok, jadi gimana, papa setujukan" wajah alisha penuh harap.
" kalau itu keputusan mu, papa sih setuju-setuju aja, "
Alisha pun memeluk papa nya" terima kasih pa" sebenarnya alisha begitu gembira karena selama ini ia menyimpan rasa untuk tomy.
seandainya pada akhirnya tomy tak mencintainya dan seandainya tomy menemukan mantan istrinya lalu rujuk, alisha tak akan sakit hati, toh secara tidak langsung ia sudah membantu orang yang ia cintai menemukan kebahagiaan nya.
bersambung
__ADS_1
maaf y readers kalau banyak typo dan salah tulis nama hehe harap maklum ya, nulisnya sambil merem melekππ
uya jangan lupa dukungan buat author yππ