
Baru selesai Alisha menjawab pertanyaan papahnya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan masuk lah 1 pria dan 2 orang wanita.
"assalamu'alaikum" ketiga orang tersebut mengucapkan salam bersama.
"wa'alaikum salam", dijawab kompak Alisha dan papahnya.
"Saya Agus wirawan pak, ini istri saya sinta , dan ini anak saya Rindy wirawan" sapa pria itu sambil mengulurkan tangan kepada papah Alisha.
"oya, saya Eric pradana dan ini anak saya, Alisha pradana" sambil menerima uluran agus wirawan.
"Bagaimana keadaan putra saya pak", sinta langsung mendekati putranya.
"masa kritisnya sudah lewat bu, in shaa Allah sebentar lagi akan siuman" Alisha yang menjawab " maaf kan saya pak bu, saya menghindari motor yang melintas tiba-tiba hingga menabrak anak bapak dan ibu" tutur Alisha meminta maaf.
" maaf mbak, apa kemarin mas tomy sendiri", tanya Rindy gadis cantik berhijab.
"iya dek, mas tomy menyebrang jalan sendiri sambil membawa koper ini" jawab lutfi dambil mengeluarkan koper yang di simpannya di lemari ruangan itu. Alisha melihat Rindy lebih muda darinya, makanya ia memanggilnya dek.
Dengan suara pelan Rindy berbicara pada bapaknya" trus bagaimana dengan mbak Lutfi pak, apa dia di bawa sama orang itu?" ia bertanya pada bapaknya walau ia tahu bapaknya pun tidak tahu jawabannya. Air mata Rindy pun keluar ,
sementara itu Alisha merasa ada yang aneh dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Rindy. ' apa seharusnya kemarin tomy bersama seseorang' batinnya. lalu kia menyerahkan koper yang di pegangnya pada pak agus.
(dah tau kan readers siapa yang lagi sakit)
Eric, agus dan sinta terlibat obrolan sambil duduk di sofa, sedangkan Alisha memilih mengajak Rindy keluar untuk mencari angin.
Mereka berjalan sambil mengobrol ringan, dan sampailah mereka di sebuah taman yang letaknya tepat di depan rumah sakit.
"Dik Rindy, maaf kan mbak udah menabrak mas kamu". Alisha yang merasa bersalahpun meminta maaf.
__ADS_1
"Iya mbak, terima kasih udah membawa mas tomy ke rumah sakit terbaik, " Rindy menundukkan kepalanya dan mulai menangis.
Alisha mencoba menenangkan Rindy, mengelus-elus pundak nya, entah mengapa ia begitu sayang padanya padahal baru saja ia bertemu. " Dek boleh mbak bertanya" ucap Alisha, sebenar nya ia bukan tipe orang yang suka kepo dengan urusan orang, tapi sepertinya ia ingin semua tenteng tomy pria yang tidak sengaja ia tabrak, seperti ia telah jatuh cinta sejak pertama melihatnya.
sambil mengelap air mata di pipinya Rindy pun menjawab" iya mbak , silahkan"
"Tadi pas kamu tanya mas apa sendiri, apa seharusnya dia bersama seseorang?" ucap lutfi memberanikan diri bertanya.
Rindy pun diam sejenak kemudian ia bercerita tentang Tomy yang menikahi Lutfi, lalu lutfi dibawa orang, untuk jaminan atas hutang bapaknya, trus Tomy berusaha menjemputnya kemarin sore dan akhirnya Tomy mengalami kecelakaan.
"Dan kini entah mbak Lutfi di mana, apa benar di bawa orang itu, hanya mas Tomy yang tahu, semoga di manapun mbak Lutfi berada selalu di lindungi Allah" Rindy mengakhiri cerita nya dengan isakan tangis.
Sedangkan Alisha mentup mulutnya tidak percaya dengar cerita Tomy dan Lutfi ( aku pikir cerita kayak gitu cuma ada dalam novel)
lalu ia memeluk Rindy, berusaha menghiburnya.
" Mas Tomy sangat menyayangi mbak lutfi, karena sosok mbak lutfi yang begitu sempurna, dia manis, baik, dan yang paling penting ia solehah, keluarga kami pun sangat menyayanginya, " Rindy mengambil nafas dan melanjutkan ceritanya.
dia yatim piatu , hidupnya penuh dengan perjuangan dan kini dia harus berkorban demi keluarga kami, bahkan kami tak tahu bagaimana keadaannya, sebenarnya waktu mbak Alisha kasih kabar mas Tomy ada di rumah sakit kami berharap mbak lutfi juga ada di sini"
"maaf, mbak jadi tahu masalah keluarga kami", Rindy measa tak enak hati telah menceritakan semua pada seseorang yang baru di kenalnya, bahkan belum ada 1jam mereka berkenalan.
Alisha dengan senyum indahnya hanya menggeleng pelan" gak apa-apa dek, adek boleh cerita apa saja dan kapan saja sama mbak, " mereka pun bertukaran no ponsel.
"jujur y dek sebenarnya pas mbak nabrak mas adek, itu mbak juga lagi ada masalah" Alisha berhenti dan menatap Rindy
" Papah mbak lagi sakit dik, dan sakitnya sudah stadium akhir, papa ingin mbak cepet menikah jadi pas kemarin papah drop, mbak tanpa pikir panjang bilang kalau mbak dah punya calon dan akan segera menikah"
"jadi pak Eric sedang sakit mbak ? kok malah ikut jagain mas Tomy", tanya Rindy
__ADS_1
"Papah kebetulan di rawat di sini dek, papah orang nya gak betahan kalau cuma tiduran, makanya papah lebih suka jalan-jalan"
"terus tentang calon nya mbak" ssmbil melirik ke arah Alisha.
" gak tau dek, waktu itukan mbak asal ceplos aja biar papah cepet sadar, padahal calon aja mbak belum punya" tersenyum getir.
Dari kejauhan nampak seorang pria mendekati mereka, semakin dekat dan
"Dek Alisha, bukannya adek harus nya di kota sebelah, kok ternyata disini, apa om drop lagi" tanya pria itu. pria itu melihat sekilas ke arah Rindy ' kok aku seperti pernah melihat gadis ini ? tapi di mana ya" tapi semakin dia mengingat semakin hasilnya nihil.
" Alhamdulillah papa sehat kak, kemarin waktu Alisha di kota sebelah, Alisha gak sengaja nabrak orang kak, trus adek bawa aja kesini secara peralatan di sini yang paling lengkap dan terbaik" tutur nya." kakak sendiri ngapain di sini, apa kakak habis periksa, kakak sakit apa, tapi gak papakan?" Alisha agak sedikit panik.
yang di tanya terkekeh" kakak sehat dek, kakak disini karna nemenin bos kakak, saudaranya bos kakak ada yang sakit , trus bos kakak nungguin saudaranya itu, jadi kakak juga harus ada di sini"
"oh gitu, oya kak kenalin ini adik dari pria yang aku tabrak", lalu ganti menatap Rindy " dek ini sepupunya mbak"
"Rindy" memperkenalkan diri sambil tangan nya menangkup di depan dada.
"aku.....
tunggu next y readers
siapakah pria itu?
Jangan lupa kasih like rate koment dan
vote vote vote
yang banyak y
__ADS_1
biar author kebih semangat
author tunggu😗😚😚