KARNA ALLAH

KARNA ALLAH
Empat belas


__ADS_3

"Rindy" memperkenalkan diri sambil tangannya menangkup di depan dada.


"Aku Dery", tangan nya udah teranjur menjulur ke depan.


pandangan Dery beradu dengan Rindy, tidak lama, Rindy langsung menundukkan kepala nya,


"maaf kakak, sebagai muslimah yang baik sudah pasti Rindy tidak mau bersentuhan sama orang yang bukan mahrom nya, bukan begitu dek?", sambil menoleh ke arah Rindy yang di balas dengan anggukan .


Untuk sepersekian detik Dery terpesona dengan Rindy, bukan hanya karna kecantikannya tapi juga dengan kesolehahan nya.


" kak..kak..kak dery" Alisha melambaikan tangan nya di depan dery, seketika dery sadar dan agak canggung menjawab Alisha.


"eh iya dek,..kenapa"


"apanya yang kenapa, kakak itu yang kenapa bengong, ntar kesambet loo" goda Alisha.


Alisha mengedipkan satu matanya karena dia tahu betul watak dery, kalau liat orang sampai bengong berarti ia sedang terpesona. Dery pun memelototi Alisha dan menempelkan jari telunjuknya di bibir, tanda agar Alisha diam , untung dari tadi Rindy menunduk jadi dia tidak tahu.


"ya udah dek, kakak mau ke kanror dulu," pamit dery dan menenggalkan 2 perempuan cantik yang sama-sama berhijab itu. lalu kedua nya pun kembali masuk.


▪▪▪

__ADS_1


sementara itu di ruangan Tomy, kini sang ibu yang sedang menjaganya,ibunya tiada henti- hentinya berdo'a agar anak nya ceoat sadar, sambil sesekali bercerita , tujuannya agar anaknya mendengar lalu sadar.


Tiba- tiba


"tidak , jangan , jangan bawa istriku, "


"sayang , Lutfi istri mas, jangan tinggalin mas, lebih baik mas mati dari pada harus kehilangan mu."


"jangan sakiti istriku"


Tomy merancau, keringat dingin keluar dari tubuhnya, Sinta mengelus kepala anaknya, " nak ini ibu , sadarlah, jangan membuat ibu takut" ucapnya


perlahan - lahan Tomy membuka matanya, kepalanta masih terasa sakit, " ibu.." matanya berkaca-kaca lalu ia pun memeluk ibu nya sambil menangis, dan menumpah kan semuanya


Sinta berusaha terlihat tenang, pelan -pelan ia melepas pelukan anaknya. tersenyum dan kembali membelai kepala Tomy.


" Tomy tidak berhasil menjemput Lutfi bu. mereka menyakitinya bu, mereka menembak nya , mereka memaksaku menceraikan istriku bu," berhenti dan mengelap air matanya .


" kalau aku tidak menceraikannya, ia akan membunuh lutfi di depan mataku bu, aku tidak mau melihat Lutfi kesakitan bu, akhirnya aku terpaksa menceraikannya, demi keselamatannya , lalu mereka membawa lutfi bu" Tomy menceritakan semua pada ibunya,


Ibu nya tak menyangka, menantunya harus pisah dengan anaknya, sinta merasa bersalah kebahagiaan anaknya harus di tukar dengan hutang suaminya.

__ADS_1


"sabar nak , kita do'akan lutfi baik-baik saja, dan tenang lah kalau kalian berjodoh, kalian pasti akan bersatu lagi " sinta berusaha menenangkan anaknya, walaupun sebenarnya ia sendiri pun juga merasa tidak tenang. .


tanpa mereka sadari dari tadi alisha berdiri diluar, sebenar nya niat awalnya mau masuk, tapi terhenti dengan suara Tomy, ia senang akhir nya Tomy siuman juga, tapi mendengar cerita tadi ia seakan ikut merasakannya.


Sesekali ia mengintip ke dalam, di lihatnya orang yang telah ia tabrak, terlihat jelas raut kesedihan dan penyesalan di wajahnya.


akhirnya ia melangkahkan kakinya ke masjid di dekat rumah sakit itu. Dia ingat belum melaksanakan sholat dhuha.


flash back on


"mbak aku ke toilet dulu y," ucap Rindy


" Iya dek, mbak akan ke kamar mas mu", Rindy pun berlalu , alisha melanjutkan jalan, sesampainya di depan pintu ia menghentikan langkah nya.


"tidak, jangan, jangan bawa istriku"


Alisha mendengar suara dari dalam terasa menyayat hati. ia pun mengurungkan untuk masuk, memutuskan menunggu di luar,


flash back off


udah dulu y readers

__ADS_1


author tunggu like koment rate dan votenya 😗😙


__ADS_2