
Di ruang Lutfi di rawat dokter sedang mengecek nya,
" keadaannya sudah membaik, dia sudah boleh pulang, 1 minggu lagi check up" dokter itu berbicara dengan azzam.
" baik dok, terima kasih" azzam tersenyum pada dokter itu
setelah dokter itu pergi azzam mempersiap kan kepulangan lutfi, sedang lutfi dari tadi terlihat melamun dengan tatapan yang kosong.
pov Lutfi
bagaimana kabar mu mas, apa kau merasakan apa yang aku rasakan? dadaku begitu sesak setiap ingat kamu mas, sebelum aku melakukan tugas ku sebagai istri, kita sudah harus berpisah, apakah kita memang tidak berjodoh mas?
ait matanya pun turun keluar tanpa malu-malu, lutfi lupa kalau di rungan itu ia tidaklah sendiri, suara isak tangisnya semakin keras walau ia berusaha keras untuk menahannya, tapi apa daya hatinya begitu remuk.
" mas, adek kangen" isakannya semakin keras " walau kita sudah bukan suami istri aku tetap sayang kamu mas, mas tomy" kini wajah nya ia tutup dengan kedua tangannya. lutfi madih sesenggukan tiba' tiba ia di kagetkan oleh suara seseorang
" sudah beres, ayok "
pov azzam
azzam menyiapkan semua untuk kepulangsn lutfi, dia keluar untuk memnayar administrasi. setelah selesai ia pun menjemput lutfi , sesampainya di kamar, dia melihat lutfi menangis terisak, terlihat sekali sisi rapuh gadis ini.
isaksan lutfi semakin keras, hingga lutfi tidak menyadari kedatangan azzam. azzam berdiri mematung tak bergeming dari tempatnya.
"mas adek kangen" isakannya semakin keras
__ADS_1
" walau kita bukan suami istri lagi aku tetap sayang kamu mas, mas tomy"
saat azzam mendengar ucapan lutfi tubuhnya serasa lemas, dia mengutuk dirinya yang telah menyakiti gadis di depannya.
tapi ego azzam tak mau kalah, kenapa harus kasihan dengannya, siapa duruh dia jadi istri dari orang yang ngehamilin aisyah.
dia pun akhirnya memecah suasana haru lutfi
"sudah beres , ayok"
lutfi yang masih sesenggukan tersadar dengar suars azzam,melihat lelaki itu mendekatinya, ia pun segera menghapus air matanya. sejak kapan ia di situ apa dia mendengarkan semua.
" uhm, apa aku boleh pulang ke rumah ku mas" ucap lutfi sedikit takut
" gak, jangan harap, aku tahu kamu pasti ingin langsung menemui mantan suami mu kan? kau sendiri tahu aku tidak akan membiarkan mantan suaminu itu hidup bahagia, ini balasan karena dia telah membuat adik ku menderita" seketika amarah azzam meluap entah kenapa, dari kemarin dia jadi orang yang baik dan perhatian, mungkin dia cemburu saat lutfi masih menyimpan rasa untuk suaminya
lutfi terkejut " mas kenapa, kemarin mas bersikap baik padaku, kenapa sekarang,,," belum juga lutfi selesai bicara langsung di potong oleh azzam.
" aku hanya ingin membuatnya menderita dengan cara kehilangan orang yang ia cintai, apa kau mau aku membunuh nya saja?" ancam azzam " kalau kau memang ingin mantan suamimu tinggal nama, silahkan kau pergi kemanapun kau mau"
mata lutfi langsung berkaca- kaca kembali
" tidak , biarkan dia hidup , aku akan menuriti semua keinginanmu.
" baiklah, berhubung kau memohon maka aku tidak akan membunuhnya" dengan senyum kemenangan.
__ADS_1
kini mereka sudah sampai di parkiran, azzam membukakan pintu untuk lutfi, hari ini azzam membawa mobil sendiri, soalnya dery lagi ada urusan.
" hem" azzam tetap fokus psda menyetirnya, " kau besok langsung bekerja untuk ku, kau akan tinggal di rumah ku, "
" lalu aku harus bekerja sebagai asisten rumah tangga ato apa" tanya lutfi lugu, karena memang hanya itu yang terfikirkan oleh nya.
" ish, kalo kau jadi asisten rumah tangga bisa-bisa rumah ku kau buat hancur" aazzam tersenyum mengejek.
" terus apa, tukang kebun"masih dengan polosnya.
azzam semakin gemas dengsn ucapan- ucapan lutfi, seandainya bisa ingin rasanya ia mencubit pipinya.
" kenapa kau banyak tanya, aku ingin kau jadi asisten pribadiku"
" hah, apa,,,," lutfi membelalakkan matanya dengan mulut menganga karena tidak percaya.
" kenapa, kau tudak mau ya, baiklah aku akan segera menbunuh nya"
lutfi langsung beriak" oke oke, aku akan jadi asisten mas"
azzam tersenyum licik
bersambung readers
di tunggu like, rate koment dan vote nya ya readers,
__ADS_1
author tunggu😉😗😙