KARNA ALLAH

KARNA ALLAH
Dua puluh empat


__ADS_3

Alisha melihat perempuan yang duduk di samping nya seperti terkejut


" apa mbak lutfi mengenal mas tomy, kok kayak terkejut gitu"


lutfi masih sedikit gemetar tidak percaya kalau yang ada di depan nya saat ini adalah istri sah dari mantan suami nya yang masih sangat ia cintai dan ia harap kan.


" eh, eh, gak mbak, nama nya mirip kayak artis, Tommy kurniawan hehhe" tersenyum yang di paksakan untuk menutupi hatinya yang perih.


" menurut mbak lutfi aku harua gimana mbak, melepas mas tomy atau mempertahan kan nya, kalau aku pilih bertahan bukan kah aku jadi perempuan yang egois ya mbak" mata alisha berkaca-kaca.


Hatinya yang begitu perih ia kesamping kan , ia juga tidak mau menjadi orang yang egois, mas tomy sudah menjadi masa lalu nya, dan masa depan mas tomy kini ada di depan nya, pikir lutfi.


" serahkan sama Allah aja mbak , kalo jodoh juga gak bakal kemana, biarkan mengalir seperti air, semua akan indah pada waktunya " sambil mengelus pundak alisha.


" iya, mbak bener, makasih ya mbak, aku merasa lebih tenang setelah ngobrol sama mbak" alisha menghapus air matanya.


mereka lanjut ngobrol, entah apa topik nya, tapi terkadang di selingi dengan tawa cekikikan.


tak terasa waktu sudah hampir sore


" mbak alisha , udah hampir sore, aku pamit pulang dulu ya" kata lutfi.


" aku juga mau pulang kok mbak, bentar lagi suamiku pulang dari kantor" ya walau baru kemarin eric meninggal, tomy tetap harus pergi ke kantor, karena pekerjaan yang sangat menumpuk.


Akhirnya mereka pun berpisah dan pulang ke rumah masing-masing.


¤▪▪▪▪▪¤

__ADS_1


Sore pun berganti malam, sesuai janji nya, lutfi akan pergi makan malam dengan azzam. ia pun sudah selesai bersiap- siap setelah tadi ia sholat isya' terlebih dahulu. Akhirnya yang di tunggu pun datang.


" assalamu" alaikum "


" wa'alaikum salam mas, "sambil membuka pintu lalu menutup dan mengunci pintu rumah nya


Lutfi celingukan kesana- kemari


"mas, kita cuma berdua, mas dery kemana" tanya nya polos.


" katanya dia tidak mau jadi nyamuk, maka nya gak mau ikut" padahal azzam sendiri yang gak mau kalo dery ikut, mengganggu .


" tapi kan kita bukan muhrim, kalo cuma berdua takut nya jadi fitnah" lutfi masih ragu.


" tapi kan nanti sampai di restoran bakal ada banyak orang dik" azzam berusaha meyakinkan.


" ya udah kita makan mie ayam di depan aja" akhirnya lutfi memutuskan.


" tapi dek, gak romantis de" tapi lutfi sudah berjalan lebih dulu ke arah mie ayam yang letak nya tidak jauh dari rumah lutfi.


Azzam pun mengekor lutfi, walau sedikit kecewa tetapi di sudut bibir nya tergambar senyuman, senyuman untuk pujaan hatinya yang tetap menjaga prinsip nya.


sesampai nya di warung mie ayam, lutfi langsung memesan tidak lupa dengan minum nya juga.


Azzam langsung mengambil duduk di depan lutfi, sambil masih menggerutu


" hish, ini namanya bukan makan malam yang romantis"

__ADS_1


"Aih, mas itu ya, masih aja di bahas" memonyongkan bibir nya, azzam di buatnya gemes melihat muka lucu lutfi.


"mas, apa adek boleh bertanya sesuatu?" sambil menunggu pesanan mie ayam datang.


" boleh, mau tanya apa" memasang muka sok serius.


Untuk sepersekian detik lutfi memberanikan diri untuk menatap azzam, walaupun itu sebenarnya tidak di perboleh kan.


lutfi memantap kan hati untuk mengambil keputusan ini , bismillah hirohman nirrohim


" ehm, apa tawaran mas, yang ngajak adek nikah itu masih berlaku mas?"


deg


jantung azzam serasa berhenti sejenak, apa benar apa yang baru di dengar nya tadi, apa ini hanya mimpi????


bersambung


mohon maaf kalau masih banyak typo


mampir ke novel terbaru author


STATUSKU


mohon dukungan nya


makasih😉😘😘

__ADS_1


__ADS_2