KARNA ALLAH

KARNA ALLAH
Delapan


__ADS_3

Tersenyumlah, aku ingin senyum indah itu tetap terukir di wajah manis itu, apapun yang terjadi aku adalah orang pertama yang akan selalu membuatnya tersenyum (Azzam prayoga)


Kurang dari sejam ternyata lutfi sudah siuman, ia membuka matanya, tubuh nya masih terasa lemas, ia menggerakkan tangan kanan nya "astagfirullah" ia baru sadar kalau lengan nya tadi terkena tembakan. Ia mengerang lirih menahan sakit di lengan nya, ternyata obat bius sudah hilang jadi kini lengan nya terasa sangat sakit.


Ia melayangkan pandangannya ke sekitar hingga membuatnya berhenti pada seorang pria yang sedang tidur sambil duduk di sofa di samping nya. pria ini, bukan nya dia yang memisahkanku dengan suamiku, kenapa dia di sini, kenapa repot repot menungguku, begitu banyak pertanyaan di kepala lutfi.


Kini ia kembali mengingat Tomy lelaki yang menikahinya sehari dan sekarang sudah harus menjadi mantan suami untuknya. Buliran buliran bening menetes membasahi kedua pipinya, muncul sesaat di hati nya, apa salahku apa dosaku hingga nasibku seperti ini, tapi tak berlangsung lama , ia langsung beristigfar, ia pasrah dan ikhlas menerima semua ketentuan Allah, mungkin Allah punya rencana yang indah untuk ku.


Azzam yamg tadi niatnya hanya ingin memejamkan sebentar matanya, nyatanya malah tertidur, ia terbangun saat mendengar suara lirih rintihan yang terdengar syahdu di telinganya ( woalah zam zam, lha wong rintihan kok yo syahdu, ish ish pesona lutfi yang tak terpungkiri ๐Ÿ˜๐Ÿ˜)


Ia langsung bangkit dan menghampiri pemilik suara syahdu tersebut, "masih sakit, mana yang sakit, apa lapar, mau makan apa, ?" bertubi tubi ia memberi rentetan pertanyaan pada lutfi dengan tatapan yang sulit di artikan.


Lutfi yang baru kemarin mengenal pria itu hanya bengong (lut lutfi aja bengong bae, nanti kemasukan jin joni hhhh maaf author nya penggemar magic tumble๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜˜)


karna setau lutfi pria ini sikapnya sangatlah dingin dan angkuh, tapi sekarang kenapa seperti orang yang berbeda.


Azzam menjentiknya jarinya di depan lutfi "kenapa , ada apa"lanjut azzam yang menyadarkan lutfi dari bengong nya.


'duh kenapa ia menatapku seperti itu, aku tak dapat mengerti arti tatatannya. Ya Allah jantung, kok kayak lari balap karung ' batin nya.(haha balap karung mentang mentang bentar lagi 17-an y๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉmerdeka๐Ÿ’ž)


Lutfi yang tersadar, baru menyadarinya kalau sedari tadi tatapannya beradu dengam pria itu, dengan cepat ia langsung menundukkan kepalanya dan ber istigfar, karena ia telah menatap orang bukan muhrim nya


"ma..maaf, ti..dak apa apa", terselip rasa takut,

__ADS_1


takut kalau pria itu akan kurang ajar padanya.


Dengan sekuat tenaga lutfi memberanikan bertanya pada pria itu "maaf, kenapa kita cuma ber dua di sini, kita bukan muhrim takutnya nanti jadi fitnah, lagi pula nanti nama anda akan tercemar karena ku" tuturnya polos.


Azzam baru sadar, ia juga sedikit paham tentang hukum berdua an dengan yang bukan mahromnya, (sebenarnya Azzam ini taat dalam agamanya lho)


ia langsung mengeluarkan hape dari saku celana kemudian "Cepat masuk lah" ucapnya dan mematikan hapenya


Dery pun masuk dan mengangguk kan kepala nya pada gadis itu, "kau duduk di sofa, temani kami, tapi ingat tutup mata dan telinga mu" dengan cepat azzam memerintah Dery.


Dengan wajah gokilnya dery menirukan kata kata sahabat nya itu "tutup mata dan telinga, yo ngapain aku di suruh masuk", sambil cengengesan dan kemudian langsung merasakan aura mencekam dari tatapan azzam. "iya iya bos, oke, aku tau , sultan mah sak sukane" dery bergidik ngeri.


Lutfi bangun untuk duduk Azzam bergerak maju ingin membantu nya tapi niat itu dibatalkannya, 'pasti gadis ini tidak akan mau, kita kan bukan muhrim' batinnya.


"gak usah panggil tuan panggi aja mas", ucap Azzam .


Di atas sofa dery sedang berusaha sangat keras menahan agar tidak ketawa padahal menurut nya ini momen yang sangat lucu dan langka. Pasalnya dulu dia selalu marah jika di panggil mas , katanya -emang gue kayak penjual cilor apa seenaknya manggil mas- sekalipun yang manggil itu cewek yang sangaat cantik dan seksi azzam tetap saja marah dan dingin. Tapi sekarang malah dia pengen di panggil mas 'haha memang gadis manis berhijab ini pesonanya mematikan ' batin dery yang sedari tadi sudah mendapat tatapan membunuh dari bos nya itu.


tatapan azzam seakan bilang 'diam jangan ketawa kalau tidak mau aku ceburkan kau ke kali progo' (info y readers kali progo adalah sungai besar di daerah author, jangan coba2 berenang y, soalnya dah banyak yang hanyut terbawa arus๐Ÿ˜‰)


Dery yang ketakutan pun akhirnya memejamkan matanya dan pura pura tiduuur , haha padahal di hatinya lagi ngedumel 'ish ish wong nek lagi jatuh cinta, cen sok aneh aneh hhh' (bagi yang tidak tau artinya bisa langsung tanya ke author y readers๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜)


"Katanya mau tanya, tanya apa", azzam memandang lutfi .

__ADS_1


"sebenarnya tuan eh mas itu siapa, apa mas ada masalah dengan nas Tomy, karena dari awal mas datang aku rasa hutang bapak hanya mas jadikan alasan untuk menyakiti nya, apa dugaan ku itu benar?", dengan gemetar lutfi bertanya dan hampir tumpah air matanya.


Dery yang dari tadi pura pura tidur langsung bangun, takut bos nya marah , tetapi ternyata Azzam malah tersenyum.


"oh iya kita kan belum kenalan y, aku sudah tahu namamu tapi kamu belum tahu namaku kan?" lutfi benar benar tak percaya bahwa laki laki di depan nya ini bisa senyum juga. lutfi dengan cepat menganggukkan kelanya.


"perkenalkan namaku Azzam Prayoga, masih muda, belum menikah dan punya pekerjaan" katanya enteng. Dery sudah tak bisa menahan ketawanya kali ini melihat tingkah konyol sahabat nya itu.


"bwuahahahaha, eh bro dia juga gak mau tahu kali lo udah nikah ato belum, hahahaha" dengan memegang perutnya.sedangkan lutfi hanya mengernyitkan dahinya karena baru kali ini mendengar orang memperkenalkan diri dengan aneh (yo es sak karepmu Zam, loooss dooooll pokok e ๐Ÿ˜„)


"Eh lo ngapain ketawa, mau tak cemplungin ke kali progo hah", nada azzam terdengar jengkel sampai ke ubun ubun mendengar dery yang tertawa tak henti hentinya itu.


Azzam kembali menatap lutfi tapi lutfi langsung menundukkan kepalanya karena takut pandangan nya beradu dengan orang yang bukan muhrimnya itu. "Ternyata kau cukup pandai, apa yang kau pikirkan itu memang benar" azzam mengusap wajahnya dengan kasar. 'hum maaf aisyah aku harus menceritakan dan mengungkit lagi masalah mu, semoga kau tenang di sana dek' batinnya. Dery yang sedari tertawa kini langsung diam.


"lalu apa masalah mas dengan mas tomy?, sampai kau tega memisahkan ku dengannya", tanya lutfi dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Azzam mengambil nafas panjang kini tatapan nya menjadi sendu " Sebenarnya,,"sebelum melanjutkan kata katanya tiba-tiba terdengar pintu di ketuk, ternyata perawat yang mengantarkan makanan untuk lutfi.


gantung y readers , maaf dari tadi debaynya nangis mulu, jadi udah dulu nulisnya .


mohon like koment dan votenya y readers


author sangat berharap.๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

__ADS_1


__ADS_2