
selalu teringat di dalam benak ku,perkataan nyonya besar yang kaya raya sekelas ibunda pak bima."aku yang sampai di rumah langsung menemui nia gadis kecil belahan jiwaku."mama kangen nak,mama sudah bertemu ibu nya om bima"celoteh ku pada nia"."mama senang tidak?tanya nia balik.emmm....ya gimana ya nak,mama hanya bisa menjalani semua apa adanya doakan saja yang baik-baik."jawab ku.
praja tiba-tiba mendekati ku dan bertanya tentang pertemuan ku.dengan ibunda pak bima,kakak sudah merasa lega setelah bertemu calon mertua"sahut praja padaku.
masih belum jadi calon mertua."balas ku pada praja."ini bukan hanya masalah hati,tapi ini juga menyatukan keluarga yang berbeda.kakak juga bisa tau dari sikapnya,ibu heni adalah orang yang berpendirian kuat.dia juga orang yang terpandang,pasti beliau akan memilih calon menantu yang istimewa sekelas keluarganya.sedangkn aku ini hanya janda yang tak punya gelar khusus."bukan aku merendahkan diri sendiri tapi batin ini selalu berkecamuk setiap saat.
Saat nya nia untuk pergi ke dokter,hal yang tidak boleh di lewatkan karena aku juga takut proses pengobatan nia terkendala waktu.
__ADS_1
dokter mulai memeriksa nia dan proses kemoterapi berjalan lancar."bu ana,untuk pengobatan kali ini akan lebih di tingkatkan,karena nia akan lumpuh kalau sel kanker nya menyebar ke pembuluh darah.kata dokter menjelaskan."sambil termenung aku mulai menjawab semua perkataan dokter."iya pak dokter,saya percaya pada takdir tuhan,segala sesuatu pasti akan ada hasilnya.dokter sudah melakukan yang terbaik untuk anak saya.
Aku melamun sepanjang jalan,takut perkataan dokter tadi.apa benar hal buruk akan terjadi"ah....aku jadi tambah pusing semua yang ada di pikiranku seperti di campur jadi satu.
detik-detik waktu yang aku lewati,selalu jadi drama yang ceritanya panjang.bahkan aku sendiri hampir capek....tapi aku tidak boleh capek.
Ana dari hati ke hati saya mau bicara penting"dari nada suaranya bu heni sangat tak suka pada ku.tapi aku masih mencoba rileks."baik bu,ibu bisa bicara apapun pada saya,saya juga mau bicara sesuatu soal pribadi saya,dan saya mau tidak ada beban satupun di pikiran ibu mengenai status saya."ana,ibu sudah tau semua nya dari bima,bahwa ana seorang janda dan memiliki satu anak perempuan,ibu hanya mau ana bisa memgerti posisi ana,karena bima adalah anak satu-satu nya bagi ibu dan pasti harapan ibu yang paling berarti.
__ADS_1
Tiba-tiba telepon itu terputus dan obrolan kita berakhir begitu saja.aku tak bisa berkata apapun,sebab pak bima juga sudah cerita semua nya pada ibu nya.
kini aku mulai menyadari aku ini orang asinh yang masuk di dalam hidup pak bima,tapi pak bima selalu memberi aku keyakinan bahwa suatu saat ibunya bisa menerima ku.
apa bisa?wanita seperti aku akan jadi bagian dari perjalanan hidupnya.ini benar-benar sebuah tantangan bagi aku dan pak bima.bisakah aku melewati tembok pembatas cinta yang amat tinggi.apa bisa di tembus atau di robohkan oleh kekuatan cinta.
Aku yang melamun tiba-tiba di kejutkan oleh praja.dorrrrr......kakak ana kenapa melamun?"tanya praja membuat aku kaget saja."praja ini bukan masalah remeh,ibu pak bima tidak suka padaku,"aku harus apa?jawabku payau.yah,kak ana harus sabar ya!kalau jodoh gak akan kemana deh....."jawab praja.
__ADS_1
Kisah yang harus ku ukir begitu berliku,pak bima adalah orang yang bersahaja tak pernah dia sombong pada kekayaan orang tua nya,bagi pa bima derajat manusia sama di mata sang pencipta.tapi entah bagaimana dengan ibunda nya.