
Hari ini ibu mertua berencana pergi berbelanja,karena beliau bilang padaku semua kebutuhan di dapur mulai menipis."aku sudah menyiapka sarapan untuk mas bima,sepiring nasi goreng dan segelas susu panas,"mas hari ini saya mau belanja bersama ibu,apa bolah aku beli beberapa baju baru,karena baju ku sudah banyak yang usang.waktu ada tamu di rumah ini aku jadi pusat perhatian dan semua teman ibu mencibir penampilan ku.
"ana beli saja semua keperluan yang ana mau! Akan aku transfer uang untuk ana."mas bima mengiyakan permintaan ku.aku mengantar mas bima sampai di depan pintu luar .sampai dia masuk ke dalam mobil.
"ana kamu bilang apa pada bima??kamu menjelek kan teman-teman ibu di hadapan bima,semua yang di ucapkan teman ibu itu memang benar!kamu memang tidak pantas untuk bima,dari gaya bicara,penampilan dan pendidikan.semua bagaikan bumi dan langit.kamu tidak ada apa-apanya!ibu heran,kenapa anak kesayanganku lebih memilih kamu,padahal di luar sana masih banyak gadis yang cantik dan berpendidikan tinggi."dengan nada yang keras bu heni mencela ku dan sangat menyinggung perasaan ku.
Semua sikap ku tak pernah ada benar nya di mata ibu mertuaku.aku sudah berusaha semampu ku,ibu selalu menganggap aku rendah.aku seperti tak berguna di sini,ini seperti permainan dalam rumah istana raja.
__ADS_1
"ayo ana,ibu sudah menelpon supir.jadi sebentar lagi kita belanja.tidak berselang lama pak supir sudah tiba di rumah
"mari bu rencana nya kita akan kemana??ke pasar atau ke mall?tanyaku pada bu heni,"kita ke mall aku gak mau ke pasar,di pasar becek dan bau."sahut ibu mertua padaku."aku berjalan pelan di belakang nya.aku hanya diam tanpa kata"hanya mengingat satu kata"bagaikan bumi dan langit."aku dan mas bima memang berbeda.apa aku mampu berdiri di atas perbedaan ini,ibu mas bima masih saja membenciku.
setengah jam dari rumah perjalanan kami di mall terdekat.bu heni memilih ikan dan sayuran aku di suruh memilih buah-buahan."bu ana berencana mau beli beberapa baju,tadi pagi saya sudah ijin pada mas bima."terserah kamu saja,saya hanya ingin belanja kebutuhan dapur."seolah tak peduli padaku bu heni belanja sendiri."
Aku mencoba memilih beberapa baju,dan beberapa sandal dan sepatu.dalam benakku terlintas apa pantas aku berdandan model begini?ibu mertua kapan bisa berubah hati dan pikiran nya tentang aku yang bukan dari kalangan jet zet.
__ADS_1
Aku menunggu ibu mertua di kedai ice cream,sambil pesan ice cream rasa coklat aku teringat putriku nia,dia suka sekali ice cream rasa coklat semua yang rasanya manis jadi terasa pahit.jika hatiku bergelut dengan kata kasar ibu mertua,kalau saja mas bima tau semuanya,tapi aku tidak mau adu domba antara ibu dan anak.
aku takut jika mas bima melawan ibunya,aku tak mau sesuatu buruk terjadi antara ibu dan anak.aku sebenarnya sayang pada bu heni,dan sudah aku anggap seperti ibu ku sendiri.memiliki keluarga baru aku merasa jadi orang yang paling bahagia di dunia ini.bahkan aku tak mau bersiteru atau membalas semua kata kasar mertua ku.
Aku berharap semoga suatu saat nanti,mertuaku bisa baik dan berubah sikap padaku.aku akan bertahan demi suami ku,bagaimanapun juga suami ku sangat baik padaku.semua yang aku inginkan selalu dapat ijin dari suami ku.
Ayo ana,kita pulang!ajak ibu mertua padaku."iya bu sini bu biar semua belanjaan saya yang bawakan ke mobil".aku berjalan cepat ke arah mobil,dan pak supir membantu ku membawa belanjaan."
__ADS_1
Di dalam mobil ibu bertanya padaku".kamu beli baju berapa biji ana?emm....saya beli 3 baju saja bu."jawabku,"pasti kamu memilih baju yang norak,secara selera kamu kan kampungan".sahut ibu mertua."aku hanya tertunduk tak mau berdebat masalah baju."aku tak peduli selera ku kampungan atau tidak.
Selera orang pasti berbeda,warna atau model juga tak semua sama.aku tak mau mempermasalahkan gaya hidup seseorang.penampilan orang juga berbeda-beda.tak mau ambil pusing,lebih baik tetap jadi diri sendiri.