
nia gadis kecil belahan jiwaku,badannya panas dan keluar darah dari hidung nya.nia ku bangunkan dari tidurnya,tapi dia sudah tidak menyahuti ku ."nia bangun nak....sambil aku pegang badan dan tangan nya,nia tetap tak bersuara"tuhan....apa anak ku koma".aku berlari memanggil bibi dan keluarga lainnya...
Ayo kita bawa ke rumah sakit nia,tidak sadarkan diri.aku sudah lunglai melihat kondisi nia."dalam hati ingin aku menjerit jika bisa lebih baik aku saja yang jadi nia.anal sekecil ini sudah merasakan sakit yang begitu dahsyat nya.
"dokter...tolong cepat periksa anak saya,dia tidak sadar kan diri."langsung nia di bawa ke ruang ICU."apa yang bisa aku lakukan kalau sudah begini jadinya."di saat aku merasakan kebahagiaan di lamar pak bima,sekarang kondisi nia menurun."semua terasa di medan perang,yah! Berperang dengan takdir yang belum bisa di atasi.
Aku di dalam keraguan ini,semua juga panik "dokter masih belum keluar dari ruang ICU.air mata ini terus mengalir.aku pergi ke musholla ku ambil air wudhu"aku sholat tengah malam ini.dalam sujud ku aku berdoa memohon meminta pertolongan.semoga ada keajaiban yang bisa terjadi dalam hidup ini.
Aku hanya duduk termenung dalam sepi dan sunyi di kamar ICU ini aku hanya bisa memandang nia di kaca luar.aku hanya bisa berharap dalam hati ini"kakak,sabar ya! Praja selalu kasih aku support.yah aku akan berjuang sampai titik penghabisan.sebentar lagi nia akan punya papah.tapi dia sudah koma sekarang".apa aku bisa kuat terus menerus."kakak adalah ibu yang sempurna untuk nia."aku tau kakak bukan hanya memikirkan diri sendiri.tapi juga untuk keluarga.
__ADS_1
aku akan berjanji akan selalu menemani kakak,kakak tenang ya!jawab praja padaku.lara hati ini sama seperti saat aku kehilangan orang tua ku,aku seperti tak punya energi lagi.orang yang aku sayangi bertubi- tubi meninggalkan aku
Sudah semalam bahkan hingga saat ini,nia belum juga sadar,bibirnya mulai membiru.kami masih tidak boleh masuk ruangan nya.aku sangat bingung harus bagaimana."bu ana sepertinya sel kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh nia,tidak bisa berbuat apa-apa lagi.kita hanya bisa pasrah pada Tuhan,sampai saat ini anak ibu tidak merespon apapun."dokter sudah memeriksa nia.kami tak punya pilihan lain,tubuh nia seolah tak mampu malawan penyakitnya.
Sudah kita lakukan semua cara,tapi tak ada hasilnya.penyakit seperti itu memang sulit untuk di sembuhkan.di benak ku terbersit"kenapa tidak aku bawa ke luar negeri ?apa bisa sembuh kalau berobat ke luar negeri,dan pasti akan membutuhkan biaya yang besar.aku bukan orang kaya,bahkan tak punya uang lebih untuk pengobatan nia yang jumlahnya tidak sedikit.
"tiba -tiba pak bima datang ke rumah sakit"entah siapa yang memberi tau beliau."ana....kenapa ini??kenapa nia kritis"tanya pak bima padaku."yah sel kanker sudah menyebar,kata dokter kita hanya bisa pasrah"kata ku sambil aku bersandar di bahu pak bima."ana sudah melakukan semua yang ana mampu! Sekarang kita tunggu hasilnya Tuhan berencana seperti apa?kita harus tawakal.
Aku terus menangis sesegukan."pak bima yang selalu menemani ku sepanjang hari di rumah sakit.selalu menguatkan aku,dia juga merasa bingung sama seperti aku.
__ADS_1
"bu ana,tangan nia bergerak,bu ana boleh masuk kamae ICU."boleh saya lihat nia sekarang".silahkan bu."oh....sayang nya mama,maafkan mama,belum jadi mama yang sempurna untuk nia.buak mata nak...mama harus bagaiman sekarang."ana.....sudah....sudah.....jangan begitu,nia pasti mendengar ana bicara.tapi raganya tak mampu melawan rasa sakitnya."pak bima memegang tangan nia."badan nia terasa dingin,seperti tak ada respon apapun.
Hanya 10 menit kami boleh masuk ke kamar nia".ayo ana kita keluar,"ajak pak bima padaku."pak bima,bagaimana ini nia kenapa tak merespon kita?"iya kita berdoa saja.kita hanya manusia biasa,kita bisa melakukan semua yang kita mampu,tapi hasilnya hanya Tuhan yang tau.
Saat nanti ajal menjemput kita,hanya amal dan ibadah kita yang bisa kita bawa menghadap sang pencipta,kalau kita bisa memilih untuk hidup sekali lagi.pasti kita akan rajin untuk beribadah setiap waktu,tapi kadang kita masih belum bisa melaksanakan ibadah dengan baik,apa mungkin Tuhan masih memberi kita ampunan.
ana ayo kita makan ke kantin".ana pasti belum makan".aku kehilangan selera makan pak!jawabku."jangan begitu ana,nanti ana sakit juga.kalau ana tak bisa jaga kesehatan,ana harus bersemangat menjaga nia.
Aku ingin pergi sejauh mungkin,agar akau lupa semua masalahku.bertahun-tahun aku menderita.batin dan ragaku terluka terus,apa bisa aku mengobati luka yang sudah berlubang terlalu dalam ini.aku akan tunggu episode dan cerita dari Tuhan ke depan nya seperti apa?ana yang tak berdaya selalu menangis dalam doa nya.
__ADS_1