
tepat di depan pagar halaman rumahku,pak bima menunggu ku.dari balkon atas rumahku ,ku lihat pak bima yang mengenakan jas abu.dalam hati ku bergumam"aku tau hati ini bahagia melihatnya,tapi luka kehilangan putriku masih bergelut di lubuk hatiku.
"ana sudah siapkah??kita akan memilih baju pengantin untuk persiapan hari bahagia kita nanti"pungkas pak bima padaku".sudah dua bulan nia pergi meninggalkan ku.padahal moment bahagia ini juga di nanti oleh nya,tapi sayang nya semua sudah berubah.
"emmm,ana...kamu suka gaun apa?tema adat atau internasional?tanya pak bima pada ku?ee....ee.....kita lihat saja nanti pak...sahutku".
saat ini pak bima tau kalau pikiranku pasti melayang kemana-mana.tapi dia berusaha tenang.
Di daerah sini ada desainer baju pengantin yang bagus,nanti ana bisa memilih baju yang paling ana sukai,kalau saya pasti ikut semua pilihan ana"pak bima memang pria yang bisa mengerti selera wanita."iya....pak saya akan pilih yang bagus."ana kamu jangan panggil saya bapak dong!sambil tersenyum padaku.panggil aku mas.....boleh ana!seru pak bima.emmmm.....iya mas!masa kita mau jadi suami istri kamu panggil saya bapak!!hehe he...
__ADS_1
Sudah satu jam perjalanan kita sampai di tempat desainer baju pengantin."mas bima bertemu langsung dengan penjahitnya."selamat siang pak ada yang bisa saya bantu!saya ini sovi,perancang busana disini."iya mbak....saya dan calon istri mau pesan baju pengantin".tapi semua pilihan saya serahkan pada ana,calon istri saya."mas bima sudah menyerahkan semua keputusan pada ku.aku bebas memilih baju apa yang aku sukai.
Baiklah mbak"saya mau baju pengantin adat jawa".saya mau di buatkan kebaya yang sederhana saja tapi elegan.saya tidak mau yang terlalu mewah yang terpenting cocok saya kenakan".bagaimana mas bima setuju apa tidak"tanyaku.iya ana,saya setuju saja."kami berdua pun fitting baju pengantin dan sudah setuju dengan adat jawa.
Di perjalanan pulang"mas bima bertanya padaku,setelah menikah nanti untuk tinggal bersama dengan nya di desa."ana nanti setelah menikah saya mau ana berhenti kerja,karena saya pikir semua tanggung jawab mencari nafkah adalah tugas suami,bagaimana?apa ana mau?jika saya suruh berhenti kerja!tanya mas bima padaku
Apa bu heni benar-benar sudah ikhlas jika putranya menikahi ku?sedangkan sampai saat ini mas bima masih belum menceritakan soal restu ibunya.
Sesampainya di rumahku"ini mas segelas teh hangat"ku sodorkan segelas teh untuk mas bima."adik ku praja ikut nimbrung bersama kami di ruang tamu."bagaimana fitting baju pengantin nya kak??apa lancar semua?tanya praja.
__ADS_1
Iya satu bulan sebelum hari pernikahan,semua harus di persiapkan.saya harap semua sudah beres."ana hanya meminta sebuah pesta sederhana dengan baju adat jawa."mas bima menjelaskan pada praja.kami semua ngobrol hingga larut malam.
di dalam kamarku yang sunyi,aku hanya membayangkan jika tinggal satu atap dengan ibu heni.apa beliau bisa akrab denganku?apa dia akan cocok dengan masakan ku?apa kita bisa dekat menjadi keluarga yang utuh
Kalau aku selalu mengingat kata dan cibiran nya padaku,hati ini sakit rasanya.tapi aku selalu berusaha lapang dada.sebagai ibu memang ingin yang terbaik untuk anaknya.
Akupun tak mau mas bima melawan orang tua,bagaimanapun surga di telapak kaki ibu.seburuk apapu dia adalah ibu....ibu....derajatnya tiga tingkat lebih tinggi setelah ayah.
aku sudah mengalami masa sulitnya jadi ibu,berkorban semua jiwa ragaku.kini aku akan merengkuh kebahagiaan itu meskipun aku tau perjuangan ini masih panjang.pasti masih banyak masalah yang akan datang,karena tak pernah ada hidup yang sempurna di dunia ini.
__ADS_1