Kasih Ibu Sepanjang Masa

Kasih Ibu Sepanjang Masa
rumah baru


__ADS_3

Mas bima sudah membeli rumah baru,dengan desain yang minimalis dan indah terlihat nyaman.cat rumah warna biru dan hijau muda terasa sangat asri dengan banyak bunga di halaman nya.


sudah sejauh ini mas bima memikirkan masa depan rumah tangga kami,perut ana yang mulai membuncit di usia kehamilan ku yang memasuki usia ke 6 bulan.


Mas,aku sangat beruntung punya kamu."sambil menggandeng tangan mas bima,aku masuk ke dalam ruangan demi ruangan di rumah baru kami."ana semoga kamu senang ya!meskipun rumah ini taj sebesar rumah ibuku."sahut mas bima padaku."aku bisa tinggal di manapun asalkan bisa selalu dekat dengan mas".jawabku.


Aku sebenarnya kasihan pada ibu mertuaku yang saat ini tinggal sendirian."mas sebaiknya ibu kita carikan pembantu saja,"apa ideku buruk?tanyaku pada mas bima.sambil garuk kepala mas bima menjawab pertanyaan ku."baiklah akan aku tanyakan pada ibu kalau beliau bersedia."mas bima menunjukkan kamar baru kami.


Dan malam ini kami sudah tinggal di sini,semuanya terlalu cepat bagiku tapi mungkin mas bima bisa merasakan apa yanh sebenarnya terjadi antara aku dan ibunya.

__ADS_1


Yah,ibu nya memang sampai saat ini masih belum bisa sepenuhnya menerimaku dengan baik.malam semakin larut,ku pandangi bintang dan bulan dari jendela kamar kami yang sunyi.semua sudah lebih baik dari sebelumnya,aku adalah wanita yang istimewa di hati mas bima.


tek....tek....sreng....aku sudah bangun subuh dan sudah ku goreng ikan yang kemarin aku bawa dari rumah ibu mertua.aduh....istriku sudah masak jam segini".mas bima menghampiri aku yang sedang memasak di dapur."hari ini pertama kalinya aku masak mas,aku sangat bersyukur bisa punya rumah sendiri.semoga anak kita nanti kalau lahir selalu sehat dan bahagia."


Jam sudah pukul 6.30 makanan sudah ku siapkan semua di atas meja.tiba-tiba....terdengar ketukan pintu dari luar.tok....tok....!mas tolong buka pintu ya! Siapa yang bertamu pagi-pagi?sambil berjalan cepat mas bima ke depan ruang tamu.


Bima rumah mu sepi sekali,jarak antara rumah tetangga juga jauh.apa kalian bisa betah kalau di sini terus?tanya ibu mertua.dalam.hati ku selalu ada rasa kecewa yang tak terbendung,kenapa ibu heni selalu memberi respon yang kurang baik pada rumah tangga kami.


Bu....bima dan ana mau hidup mandiri,nanti kalau ada cucu ibu sudah lahir pasti kita bisa nginap di rumah ibu.nanti kita bisa gantian tinggal di rumah ibu juga.untuk sementara kami biar di sini dulu.maaf bu,bima juga ingin ibu menghargai keputusan kami ini!mas.bima meyakinkan ibunya."baiklah ibu tidak mau ribut masalah rumah,terserah kalian saja."jawab ibu mertua ketus.

__ADS_1


Aduh,lagi-lagi suasana agak tak enak terjadi di sini.aku jadi bingung jaga sikap,"bu ayo kita makan bersama,"ah...ibu pulang saja,kalian saja yang makan.sejak kamu hadir dalam hidup bima,dia berani melawan ucapan ibunya.aku ini sudah tua,harusnya kalian tidak pergi dan beli rumah lagi."ibu mertua bicara lantang padaku.seperti tak peduli walaupun ada mas bima di hadapanku.


Sudah bu....sabar dulu!ini semua bukan salah ana."sela mas bima".bima yang berencana beli rumah baru,ini semua karena ana hamil,nanti kalau sudah melahirkan ibu pasti maklum semua nya yang aku rencanakan,ibu adalah orang tua kami.pasti kami sayang ibu,kalau boleh bima akan carikan asisten untuk menemani ibu di rumah."


Terserah bima saja."sambil keluar rumah ibu pergi pulang tanpa sarapan terlebih dahulu,ibu seperti kecewa pada perkataan mas bima.aku harus bagaimana?aku bingung?."mas coba kita pikirkan perasaan ibu."aku sambil mengusap air mataku merasa tak kuasa melihat ibu heni yang berlalu pergi


Ana aku pergi kerja ya!kamu tidak usah berpikir terlalu berat.aku akan bicara pada ibu nanti,saat ini beliau emosi.aku saja yang memikirkan cara agar ibu lebih tenang hati dan pikiran nya.


Kita ingin mandiri rumah tangga yang di bangun harus punya pondasi yang kokoh.agar tidak goyah,sampai kapan ibu mertua seperti ini padaku.apa beliau bisa menerima anak ku setelah lahir nanti?

__ADS_1


__ADS_2