Ke Isekai Dengan Rumah

Ke Isekai Dengan Rumah
chapter 9 Pengakuan 2


__ADS_3

Dulu ketika aku belajar bersama, bercanda ria bersama dan bermain bersama dengan teman-temanku di ruang tamu. Kue itulah yang selalu disajikan oleh ibuku dulu sebelum datang ke dunia ini.


'Ahhh... bagaimana kalau aku membuat kue itu saja. Sudah simple cara pembuatannya enak pula.'


Sebelum aku menyiapkan bahan dan barang yang diperlukan untuk membuat kue itu. Aku terlebih dahulu mengambil dan menyeduh mie instan yang ada di etalase.


Aku pergi ke kamar Celestia.


"Celestia... Celestia ini sudah waktunya makan malam"


"Ohhh.... Zero ternyata"


"Nih!! aku bawakan mie instan untuk dimakan"


"Taruh saja di atas kursi. Nanti akan kumakan"


"Oke"


Aku menaruh mie instan itu di atas kursi dan menutup pintu kamar.


Aku mengambil bahan-bahan yang di perlukan di kulkas untuk membuat kue tersebut.


Setelah semua bahan-bahan terkumpul, aku pegi ke dapur untuk membuat kue tersebut.


◇◇◇◇◇


"Hoaam... kenapa aku merasa mengantuk sekali ya? padahal kemarin aku bisa bergadang sampai subuh bahkan lebih. hmm... mungkin karena aku kelelahan sehabis bekerja"


Zero yang ingin membuat kue malah di halangi oleh rasa kantuk sehabis bekerja.


"Kalau aku tidak salah dulu di sebuah game. Aku memiliki maid pekerja yang ulet, tekun dan paling berbakti"


Zero mengingat game yang dia mainkan sebelum datang ke dunia ini.


"Tapi, bagaimana cara memanggil orang yang ada dalam game?"


Zero kembali memikirkan cara untuk memanggil orang yang ada dalam game.


"Apakah bisa kalau aku membesarkan boneka dan membuat jiwanya masuk ke dalam boneka tersebut? ahh... dicoba saja dulu!!"


Zero pergi ke ruang tamu dan mengambil boneka yang dia maksud lalu membayangkan boneka tersebut besar seperti ukurannya di dalam game dan memakai pakaian maid lalu mentransfer jiwa maidnya ke dalam boneka tersebut dan "BOOM" boneka besar itu meledak tepat di hadapannya.


"lho...kok meledak!!?? padahal aku sudah susah payah membayangkan bentuk dan penampilannya!?. Sabar....sabar.... yang lebih penting sekarang Celes..."


"Zero apa itu tadi!!??"

__ADS_1


Celestia yang baru setengah memakan mie instan terkejut dan pergi ke asal suara yang meledak tadi.


"It... itu hanya boneka yang meledak, tenanglah bukan apa-apa"


"Ohh... aku kira tadi monster datang menyerang rumah ini"


"Istirahatlah lagi ke kamar, aku yang akan membersihkan kekacauan ini!!"


"I..iya baiklah"


Celestia pergi ke dalam kamar sambil memegang hatinya yang bergejolak.


"Dasar Zero bodoh!! seharusnya andalkan aku saja!!"


Celestia bergumam di dalam kamar.


Zero membersihkan bekas-bekas boneka yang meledak sambil memikirkan bagaimana cara untuk memanggil maid dalam game ke dunia ini.


"Ahh... aku ingat sekarang cara untuk memanggilnya ke dunia ini!!"


Zero mulai mengingat cara orang-orang di anime fantasy cara para summoner memanggil anak buahnya.


Buat lingkaran sihir dengan mana lalu sebut nama character yang ingin dipanggil.


Setelah Zero menyebut nama tersebut. Seketika seorang wanita berambut hitam, mata coklat, berdada besar dan berpakaian maid muncul tepat di atas lingkaran sihir mana.


"Terima kasih telah memanggilku tu...!!??"


Mia mengambil belati yang ia sembunyikan di balik bajunya dan bersiaga.


"Siapa kau!!!? kau bukan tuanku!!"


"Yah.. wajar juga. Karena ini bukan penampilanku dalam game makanya dia jadi bingung"


Zero bergumam sementara Yuri bersiaga.


"Aku adalah tuanmu!!. apakah kau melupakan aku!!??"


"Tuanku!!? hah jangan bercanda!!"


Mia mulai menyerang, sementara Zero menciptakan penghalang peredup suara dengan membayangkannya agar Celelstia tidak mendengar suara perkelahian.


Yuri berlari ke arah Zero dan menyerangnya dengan belati di kedua tangannya. Zero menghindar dan memukul Yuri dengan tangan kanan. Tangan kanan Zero tepat mengenai bagian kanan bawah perut Mia.


Yuri melompat mundur.

__ADS_1


"Ternyata kau kuat jug..."


Yuri tertunduk.


Sebelum Yuri menyelesaikan kata-katanya, Zero membayangkan gravitasi yang kuat di sekeliling Yuri.


"Aku ini tuanmu!!"


Mia yang tertunduk akibat gravitasi yang diciptakan oleh Zero terbata-bata.


"Uhh... ka..u b..ukan... tu..an.ku"


"Aku ini tuanmu!!! sebagai buktinya aku akan memindahkanmu dari sana ke sini"


Zero mulai membuat lingkaran sihir dan menyebut "Entoma Yuri". Yuri yang mulanya tertunduk berpindah di mana Zero membuat lingkaran sihir mana.


Yuri tertegun.


"Aku minta maaf tuan. Aku tidak menyadarinya. Sebaga gantinya anda boleh memenggal kepalaku!!"


"Sudahlah, aku pun mengerti kau tidak mengenaliku karena wajah ini!!"


Zero menghilangkan penghalang redup suara.


"Bersihkan kekacauan ini dan buatlah kue sarang semut!!"


"Baik, tuan!"


"Aku akan pergi tidur dulu dan kalau kau bertemu wanita yang sedang tidur di dalam jangan ganggu!!"


Zero pergi tidur sementara Yuri membersihkan kekacauan yang di buatnya dan pergi ke dapur untuk buat kue.


◇◇◇◇◇◇


Celestia bangun tengah malam sesuai rencana yang ia susun. Tapi ada satu kendala yaitu ada seseorang yang masih bangun.


"Apakah Zero masih bangun?? kalau begitu, aku akan keluar dari pintu depan!!"


Celestia begumam sambil melangkah perlahan-lahan ke pintu depan.


Celestia membuka pintu lalu menguncinya dari luar dan kabur sesuai rencana yang ia jadwalkan.


"yaaa, berhasil. Zero aku mencintaimu tapi aku hanya seorang yang hanya akan membebanimu. Sampai jumpa Zero!!!"


Celestia bergumam sambil berlinang air mata lalu pergi dan menjauh dari rumah.

__ADS_1


__ADS_2