Ke Isekai Dengan Rumah

Ke Isekai Dengan Rumah
chapter 11 Pengakuan 4


__ADS_3

Sudah berapa lama yaa aku berjalan? Apakah ini sudah cukup jauh dari rumah Zero? Aku tidak tahu, setidaknya sudah cukup jauh darinya.


Celestia beristirahat di bawah pohon yang teduh sambil memakan makanan yang ia simpan dalam tas.


Aku sudah cukup jauh darinya, setidaknya aku sudah menulis surat. Kalau dia cukup teliti, mungkin dia sudah menemukannya. Kalau aku tetap tinggal di sana aku hanyalah beban dan pengganggu kecil.


Celestia menghabiskan makanan dan melanjutkan perjalanan.


Aku sekarang berada di mana yaa. hah.. itu anak kecil!!.


Celestia melihat anak kecil yang sedang mengumpulkan bunga dan menghampirinya.


"Dek sekarang kita berada di mana?"


Anak kecil itu menoleh ke atas.


"Kita sekarang ada di hutan Xenti"


"Apakah ada desa terdekat di sini?"


"Ada itu adalah tempat tinggalku"


Anak kecil itu menunjuk ke arah utara tempat dia tinggal.

__ADS_1


"Bolehkah antar kakak ke sana?."


"Iya kak, tunggu sebentar yaa."


Celestia menunggu anak itu selesai sambil memandang pemandangan yang indah di sekitar tempat ini.


Pemandangan ini sungguh indah. Diatas ada langit biru yang bersinar cukup terang, rerumputan hijau yang terkena embun pagi, bukit dan gunung-gunung yang menjulang tinggi.


Celestia menghela napas dalam-dalam sambil tersenyum.


Haah... seandainya aku melihat ini bersama Zero. Haduh, kenapa aku memikirkan Zero. Padahal aku hanyalah beban kalau aku bersama dia.


"Kak, aku sudah selesai ayo kita ke sana."


Aku menyingkirkan lamunanku tentang dia dan pergi mengikuti anak itu.


"Berhenti!!" Kata orang yang menjaga pintu masuk gerbang. Anak kecil itu lalu menjelaskan tentang apa yang terjadi.


"Seperti itu?" Sambil menatap Celestia dengan ragu-ragu.


"Maafkan saya. Saya menghentikan anda karena akhir-akhir ini banyak perampok dan bandit yang menyamar jadi petualang."


"Tidak apa-apa. Memang wajar kalau kita bertemu dengan orang asing"

__ADS_1


Penjaga tersebut minta maaf dengan membungkukkan badan.


"Kalau anda mencari penginapan, anda bisa menemukannya di dekat sini yang namanya De Luna." Penjaga tersebut berdiri dan menunjuk penginapan yang dimaksud.


"Terima kasih."


Celestia pergi ke penginapan yang di maksud sementara anak kecil itu pulang ke rumahnya. Celestia melihat ke arah penginapan yang ada di depan matanya, logo penginapan tersebut dibuat dari kayu dan di ukir.


Celestia masuk ke penginapan dan melihat ke kiri dan ke kanan. Di sana ada berbagai macam orang. Ada yang sedang makan, ada yang sedang minum dan ada yang sedang membayar.


Baiklah saatnya untuk menggunakan uang yang tersisa.


Celestia mengantri di depan kasir untuk menyewa kamar. Celestia memandang kasir tersebut ketika mengantri.


Kasir tersebut kelihatannya sangat bosan sampai-sampai dia menghela napas sepanjang waktu, Ya sudahlah itu kan bukan urusanku.


"Tolong satu kamar biasa untuk satu malam."


"Tolong bayar sembilan koin perunggu"


Celestia mengambil uang yang ia simpan di tasnya dan memberikan ke kasir tersebut. Kasir yang bosan tersebut mengambil kunci kamar dan menyerahkannya. Kasir tersebut mengarahkan Celestia ke kamarnya dan menjelaskan.


"Kamarmu berada di lantai dua di pojok utara. Di sana sudah ada satu tempat tidur, satu meja dan terdapat satu kamar mandi. Di lanatai satu kamu bisa memesan makanan dan minuman."

__ADS_1


Celestia pergi ke kamar dan meletakkan tasnya di meja lalu berbaring di tempat tidur.


Apakah Zero baik-baik saja sendirian di sana yaa. Huh... kenapa pikiranku selalu saja ke Zero. Dia kan kuat, kenapa aku harus menghawatirkannya. Sudahlah lebih baik aku tidur terus melanjutkan perjalananku, tapi aku harus ke mana yaa. Sudahlah, nanti pikirkan lagi.


__ADS_2