
'Oke, baiklah bukan saatnya untuk bingung' adalah kata pertama yang terucap dalam hatiku.
Pada saat itu aku berada dijendela yang dekat dengan pintu keluar. berpapasan dengan itu, cahaya putih yang sangat amatlah terang ada diteras rumahku.
Maka, aku secara spontan langsung membuka pintu.
"Sekarang kamu sedang berada dalam dunia yang bukan dunia tempat kamu tinggal"
'Wah, ternyata bisa bicara juga ya. Apa yang dia bilang tadi ! bukan dunia tempat aku tinggal!!!???"
"Benar, disini bukan dunia tempat kamu tinggal. Kamu dan rumahmu telah tertelan oleh retakan dimensi ruang dan waktu"
'bisa mendengar kata-kataku ketika berbicara dalam hati dan bisa berbicara, berarti cahaya putih ini bukan cahaya biasa hmmm"
"Baiklah, aku adalah cahaya yang akan menyampaikan apa yang beliau katakan. Sekarang kamu berada dalam dunia pedang dan sihir, semua barang dan perabotan yang menggunakan energi (listrik) telah diubah oleh beliau untuk menyerap aliran yang disebut 'mana' yang ada dialam ketika menggunakan barang atau perabotan tersebut, kamu dapat meminta 3 permintaan sebagai tanda orang yang telah memasuki retakan dimensi."
"Yosh, sekarang jawaban dari kebingungan telah teratasi, sekarang permintaanku adalah: yang pertama semua orang yang pernah berhubungan denganku meski hanya berpapasan, mereka akan melupakanku, yang kedua rumah ini dan semua barang serta perabotan yang ada dijadikan dua setelah itu kembalikan ketempat asalnya sebelum aku memasuki retakan dimensi dan yang terakhir, aku meminta apa yang aku bayangkan akan ada tepat setelah aku membayangkan tata letaknya."
"Permintaanmu akan segera dikabulkan sekian dan sampai jumpa"
'Baiklah, sekarang aku akan cek dulu isi dan perlengkapan dalam rumahku setelah itu akan kucoba cek sekelilingku!!.'
Aku melangkah kedalam rumahku dan mengunci pintu rapat-tapat nanti takutnya monster datang menyerangku.
Ketika sudah berada dalam kamar aku menyalakan televisi dan benar dapat menyala, terus aku mengambil handphone dapat menyala juga serta dapat tersambung dengan internet. Setelah itu aku mengecek seluruh barang dan perabotan yang ada dalam rumahku.
'Sekarang aku tidak khawatir lagi karena semua yang ada dirumahku bisa dipakai termasuk listrik dan air, hahaha.'
Setelah itu aku membuka pintu rumahku dan menuju keluar.
__ADS_1
Setelah aku mengecek didekat rumah dan tidak ada kejanggalan, aku mengatakan "status" sambil membayangkan status yang biasanya ada dalam sebuah game.
Aku membaca isi status dan yang tertulis adalah
"Nama: Muh. Zero (ayep).
Julukan : Penjelajah ruang dan waktu.
Ras : Manusia.
Skill : Apa yang diinginkannya akan terwujud."
'sudah berfungsi, sekarang aku akan merubah isi dari status ini agar bisa terdaftar dalam guild petualang. Yang ingin ku ubah adalah Julukan dan skill. Sekarang bayangkan dan terciptalah'
Pada saat itu yang aku bayangkan adalah 'ubah nama Julukan dengan "Sage" dan ubah skill dengan "Fire, Water".'
Aku berkata "status" pada saat itu muncul layar status tepat didepanku.
Julukan : Sage
Ras : Manusia
Skill : Fire, Water."
Agar tidak terjadi kepanikan saat mendaftar dalam guild petualang, aku mengubah Julukan dan Skill serta memasukkan dua skill.
setelah mengatakan 'sudah selesai' aku melihat beberapa monster. Secara spontan aku mengatakan 'Fireball' sambil membayangkan bola api
__ADS_1
Aku melempar bola api yang aku bayangkan kearah monster tersebut dan "jdar" seluruh hutan terkejut mendengar ledakan yang terjadi dan membakar habis apa yang berada didekat monster tersebut.
'm-mungkin aku perlu melatih sihirku agar berjalan lancar.'
Aku tersenyum pahit sambil gemetaran dengan apa yang kuperbuat.
Aku mengucapkan 'restore' sambil membayangkan apa yang ada disekitar monster sebelum aku membakarnya sampai menjadi abu.
'sudah beres'
Sambil mengatakan perkataan tersebut aku mengunci pintu, membayangkan pelindung terkuat yang aku pernah lihat digame dan kembali kekamar untuk tidur lelap supaya menghilangkan kepenatan dan kebingungan apa yang telah terjadi.
Sekitaran 20 menit setelah aku terlelap, aku mendengar suara
"siapapun tolong aku!!!"
Aku berlari pelan dan membuka pintu. Aku melihat seorang wanita cantik yang diserang oleh sekelompok bandit.
"mana ada orang yang akan menolongmu, lihatlah disini hutan magis woy!!!! hahaaha."
Untungya aku memasang penghalang yang tidak terlihat oleh mata telanjang.
Aku mengatakan sambil membayangkan Ice yang tajam mirip seperti tombak dan pas seperti jumlah bandit itu.
Aku melemparnya kearah para bandit tersebut dan terkapar mati seketika.
"Terima kasih, karena telah menolongku dari para bandit"
Note : Tanda petik satu '...' menandakan orang tersebut berbicara dalam hati / pikiran.
__ADS_1
Tanda petik dua "..." menandakan orang tersebut berbicara / ngomong.