Ke Isekai Dengan Rumah

Ke Isekai Dengan Rumah
chapter 8 Pengakuan


__ADS_3

Sudah lima hari Celestia terbaring di kasur karena sakit. Sementara aku, aku masih memiliki pekerjaan yaitu berkebun.


Aku sedang berada dikebun untuk memanen padi yang sudah matang.


'Sungguh cepat!! untuk memanen padi yang baru matang. Kalau di duniaku dulu paling cepat memerlukan lima sampai enam bulan untuk memanen padi yang matang!!'


Aku mengambil padi yang berwarna kuning keemasan.



Aku menggulirkannya dengan cara memukulnya di pelepah pohon yang sudah aku tebang.


'Sungguh melelahkan!!. Ternyata ini rasanya orang zaman dulu menggulirkan padi yang baru matang. Apalagi tanpa alat modern dan hanya menggunakan kekuatan tangan!!'


Aku terus menggulirkan padi sampai habis. Aku mengumpulkan padi yang sudah selesai digulirkan di dalam karung (buatan sendiri).


Lalu aku menyiapkan tempat yang bagus untuk menjemurnya. Setelah agak lama menjemur padi tersebut, aku mengumpulkan padi tersebut dilesung (buatan sendiri) yang cukup besar untuk menampung semua bulir padi.


'Fuhh... akhirnya selesai juga!, besok tinggal aku tumbuk dan jadi beras'


Celestia yang sedang duduk menungguku di depan pintu sambil membawakan mie instan untukku.


"Bukakankah kau sedang sakit. Kenapa kau keluar?? nanti tambah parah!!"


"Tidak. Aku sudah sedikit baikkan, karena kau setiap hari memberiku sihir penyembuh"


"Itu kan sedikit!! mending sudah sehat sempurna!!"


"Yah meskipun kau bilang begitu, tapi kau sedang bekerja keras. Sementara aku, aku tidak mau menyusahkanmu. Apalagi aku hanya menumpang"


Lagi, hati Zero terasa sakit setelah mendengar Celestia berkata "Hanya menumpang".


"Yah, baiklah. Bisakah kau berikan mie instan yang sudah kau bawakan itu??"


"Nih"


Zero mengambil mie instan yang sudah disiapkan oleh Celestia dan memakannya.

__ADS_1


"Aku akan kembali lagi ke dalam. Sekarang ini sudah sore, kapan kau akan berhenti??"


"Sebentar lagi, hanya tinggal membersihkan batang-batang padi yang jatuh"


"Ohh... oke"


Celestia pergi ke dalam rumah. Sementara itu Zero menghabiskan mie instan yang sudah disiapkan oleh Celestia.


Zero berdiri dan pergi membuang bungkus dari mie instan tersebut.


'Kapan Celestia berhenti memanggil dirinya hanya penumpang'


Aku bergumam sambil berjalan ke arah sawah.


Aku membersihkan batang padi yang sudah tidak berguna dan mengumpulkannya menjadi satu lalu membakarnya dengan membayangkan api yang seukuran dengan korek.


Aku memandangi batang padi yang terbakar karena api. Api yang bergejolak nampak seperti hatiku yang bergejolak tak karuan karena perkataan yang diucapkan oleh Celestia.


Aku mengambil napas panjang dan menghela.


'Haahh.... bagaimana caranya agar Celestia tidak memanggil dirinya sendiri sebagai penampung yang hanya kebetulan diselamatkan??'


Sementara di dalam rumah, Celestia sedang mengemasi barang-barang dan bajunya yang sudah dia bawa dari rumahnya sendiri di tas milik Zero sebelum bertemu dengan Zero di hutan.


Dia berniat kabur pada saat Zero tertidur dan pergi secara diam-diam tanpa sepengetahuan dari Zero dan hanya meninggalkan sepucuk surat.


"Baiklah, rencananya adalah kabur secara diam-diam pada saat Zero sudah tidur terlelap!!"


Zero mengetok pintu.


"Celestia aku masuk!!"


Celestia buru-buru menyembunyikan tas milik Zero.


"Yaa... masuk saja, pintu tidak dikunci"


"Aku masuk!!"

__ADS_1


Zero masuk ke dalam rumah sambil masih memikirkan cara agar Celestia tidak menganggap dirinya tidak sebagai orang yang hanya menampung.


Zero yang susah menemukan ide bergumam.


"Ahhhh.... bagaimana kalau aku menanyakan padanya makanan apa yang dia sukai!!"


Zero pergi ke kamar Celestia untuk menanyakan makanan apa yang ia sukai.


Celestia yang nampak terbaring membuka matanya ketika Zero membuka pintu kamarnya.


"Apakah kamu sudah selesai bekerja Zero??"


Zero melangkah ke dalam kamarnya sambil membawa kursi.


"Yap, seperti yang sudah kau lihat. Aku sudah selesai bekerja"


Celestia memejamkan matanya.


"Hei... Celestia apa makanan kesukaanmu??"


Celestia yang baru saja memejamkan matanya untuk tidur kembali membuka matanya setelah mendengar pertanyaan dari Zero.


"Makanan kesukaanku?? tidak ada yang spesial. Kalau kau membuatkannya untukku, aku akan menghabiskan semuanya"


"Baiklah, kalau begitu"


Celestia memejamkan matanya untuk tidur. Celestia yang ingin pergi secara diam-diam mempersiapkan dirinya untuk tidur pada sore hari agar tidak mengantuk pada malam hari ketika rencananya nanti.


Aku yang sedang duduk di dekat Celestia mengusap-ngusap rambut Celestia sampai Celestia tertidur.


Aku keluar dari kamar Celestia.


"Makanan apakah yang cocok untuk Celestia??"


Aku pergi ke ruang tamu sambil memikirkan makanan apa yang cocok untukku berikan.


'Makanan, makanan, makanan??'

__ADS_1


Ketika aku sampai di ruang tamu aku mengingat kejadian ketika ibuku menyiapkan kue untukku dan beserta teman-temanku ketika belajar kelompok.


__ADS_2