Ke Isekai Dengan Rumah

Ke Isekai Dengan Rumah
chapter 14 Lamaran


__ADS_3

Yuri tengah-tengah berada di daerah barat. Atas perintah Zero ia membantai para pasukan goblin.


Senjata yang ia pakai adalah sepasang belati yang berwarna hitam yang bercampur warna merah pekat.


Dulu dalam game Yuri adalah penghubung antara Zero dengan orang-orang yang mengikuti Zero.


Yuri membantai para goblin tanpa ampun. Ada yang berlari tanpa karuan, ada yang menyerang dan ada yang takut.


Ia menusuk dan menikam musuh tepat pada titik vital goblin.


(keuk)


Sementara goblin yang berlarian, Ia menambah kecepatan lari sambil memotong kepala atau kaki goblin.


Skill assassin yaitu menambah kecepatan pergerakan dan dengan senjata yang cocok itu sangat-lah berguna.


◇◇◇◇


Sementara itu dirumah Zero


Fleur sedang mengendalikan pasukan mayat hidup dari jarak jauh. Itu sangat berguna untuk menjaga benteng sambil berperang.


Orc itu mempunyai lemak yang banyak dan kulitnya keras sehingga sulit untuk ditembus.


Maka dari itu Fleur memikirkan strategi dengan membunuh satu orc yang jauh dari kelompok lalu menjadikannya mayat hidup, dan itu terus terjadi sampai merasa cukup banyak sehingga siap untuk melawan mereka sekaligus.


pada saat itu, Fleur kedatangan tamu yaitu sang naga merah. Angin kencang yang terjadi akibat kepakan sayap naga merah itu sangat mengganggu.


"Woy.. kadal sialan!! Turun kamu!". Fleur yang sedang berkonsentrasi duduk di teras, bangun dan pergi ke halaman.


"Siapa kamu manusia!?" Naga merah itu turun.


"Yang seharusnya bertanya itu aku! Kenapa kau di sini!? Ada keperluan apa!?"


"Aku adalah familiar dari pemilik rumah ini".


"Ooo.. tapi tuan Zero tidak ada di sini, tunggulah kalau kamu mau". Amarah Fleur mereda setelah mendengar kata 'familiar'.


".... ?".


Fleur pergi ke teras tanpa mengacuhkan naga merah itu dan melanjutkan memerhatikan pasukannya. Sebelum Fleur mengurus naga merah itu, dia mengaktifkan mode otomatis.


◇◇◇◇


Celestia bangun dan melihat matahari sudah terbit dari jendela, ia bersiap-siap untuk pergi dari penginapan ini dan melanjutkan perjalanannya.


Rencana Celestia adalah melanjutkan perjalanan ke ibu kota lalu menemukan pekerjaan dan membuat rumah sendiri.


Ia turun dari tangga dan menyerahkan kunci kamar ke resepsionis.


"Terima kasih telah menginap". Resepsionis membungkukan badan.


Celestia tersenyum dan membalikkan badan lalu pergi keluar. (Resepsionis yang baik). Celestia bergumam.


Celestia melihat pemandangan desa yang ramai oleh petualang dan penduduk yang melakukan aktivitas sehari-hari.

__ADS_1


Ia melihat ke atas langit yang berwarna biru lalu berjalan keluar desa.


(Ahh... aku ingat ketika aku dan Zero naik ke atas langit dengan Dagran, sungguh kenangan yang indah dan menyenangkan).


Celestia sampai di gerbang desa dan diberi peringatan oleh penjaga untuk hati-hati karena ada banyak monster akhir-akhir ini.


"Yaa.. baiklah, terima kasih". Kata Celestia ke penjaga gerbang. Penjaga itu melambai ke Celestia yang pergi jauh ke arah barat.


Di tengah perjalan, Celestia menghadapi beberapa ekor kobold.


Ia membaca mantra sihir, lalu tanah yang di bawah kobold itu retak dan kobold itu terjatuh, terkubur hidup-hidup.


Yang Celestia bacakan adalah mantra sihir tanah tingkat rendah.


Selang beberapa lama Celestia menghadapi kobold lagi, tapi kali ini lebih banyak dari yang sebelumnya.


Celestia membacakan sihir api dan tanah secara bersamaan tapi semakin lama dia menetap semakin banyak kobold tersebut.


(Ukhh.. aku sudah hampir kehabisan mana). Celestia terkena serangan dari belakang yang menyebabkan punggungnya berdarah dan jatuh tersungkur.


"Ini mungkin adalah hari kematianku... aku sudah tak menyesal lagi". Ia menutup mata


"Apakah kamu melupakan aku".


Pada saat Celestia pasrah ada sebuah suara datang yang ia kenal.


Ia membuka mata dan terbelalak. Celestia melihat punggung yang kekar dengan baju yang berwarna merah campur hitam dan celana warna hitam yang tidak ketat.


Yang terpikirkan oleh Celestia adalah (Zero) yang hanya bisa memakai setelan seperti itu.


◇◇◇◇


(Kalau bukan karena game yang aku mainkan, mungkin aku akan kehilangan dia. Ahh...)


Zero menghembuskan napas yang panjang.


"Coba kita lihat apa aja yang bisa aku lakukan untuk sementara ini".


Zero membayangkan karakter utama yang ia mainkan. Karakter tersebut tidak lain adalah karakter yang ia mainkan dan merupakan raja dari kastil yang memerintah pasukan iblis.


"Kalau tidak salah dalam game tersebut aku memiliki tiga perubahan. Yang pertama adalah awal aku bermain, yang kedua adalah setelah mendapatkannya dari dan yang ketiga adalah yang terkuat dari seluruh karakter dan aku mendapatkannya dari ".


Pada tiga perubahan Zero dalam game. Yang pertama adalah karakter umum yang sering dipakai pemain. Karakter pertama Zero memiliki rambut hitam, wajah yang tidak keren maupun tidak jelek.


"Wuussh"


Suara angin karena efek berlari terlalu kencang.


"Waah.. rasanya ringan sekali. ".


Zero melihat layar status dan melihat hal yang tak terduga, yang pastinya semua keterampilannya semua adalah tingkat dan levelnya melebihi pahlawan yang diceritakan oleh Celestia. Zero melihat .


\= 99999.


\= 99999.

__ADS_1


\= 10.


Dan banyak lagi yang ia lihat."Wahh... aku tak menyangka kalau semua item yang aku kumpulkan sangat banyak dan aku tidak menyangka kalau semua item dalam game, ikut ke dunia ini".Zero telah sampai di pedesaan dan bertanya ke penjaga gerbang. Ia berkata kalau ada wanita berambut perak pergi arah barat tadi.Zero bergegas pergi ke barat dan mendengar suara pertarungan yang tidak jauh. Zero naik ke atas pohon dan melihat pertarungan antara wanita berambut perak yang memakai setelan ala petualang yang ia tonton dari anime dengan Kobold."Celslestia sepertinya kelelahan". Zero berkata.Zero melihat Celestia yang terkepung oleh kobold dan kobold yang di belakang menyerang dengan cakar.Celestia menutup matanya. "Ini mungkin adalah hari kematianku... aku sudah tak menyesal lagi".(Ukh).Zero mendengar Celestia dari atas pohon merasa hatinya sakit.Para kobold itu mau melancarkan serangan tetapi Zero sudah duluan memakai sihir es yang berbentuk panah.Zero turun dari atas pohon."Apakah kamu melupakan aku".Zero menggunakan skill yang membidik target sesuai dengan jumlahnya.Zero membayangkan tanah yang berbentuk panah dan melancarkan serangan terhadap para kobold.Dan para kobold itu habis musnah dalam sekali serang."Kau terlambat". Kata pertama Celestia.Zero melihat keadaan Celestia yang kotor akibat tanah dan darah yang mengalir.Zero membuka dan mengambil potion."Nih.. minum"."Umm.. oke"Celestia meminum sampai habis dan lukanya pulih termasuk .Zero memandang Celestia lalu mengulurkan tangan "Berdiri".Suasana yang canggung terasa di antara mereka berdua.Celestia berdiri dan tiba-tiba memeluknya."Apakah kamu tahu berapa lama aku mencari kamu!? Kalau aku telat sedikit saja tadi, mungkin kau sudah akan mati".Celestia merasakan ada yang basah di bahunya.Celestia memeluk balik."Maafkan aku karena telah pergi dan maafkan aku karena aku bersikap egois".


Dan banyak lagi yang ia lihat.


"Wahh... aku tak menyangka kalau semua item yang aku kumpulkan sangat banyak dan aku tidak menyangka kalau semua item dalam game, ikut ke dunia ini".


Zero telah sampai di pedesaan dan bertanya ke penjaga gerbang. Ia berkata kalau ada wanita berambut perak pergi arah barat tadi.


Zero bergegas pergi ke barat dan mendengar suara pertarungan yang tidak jauh. Zero naik ke atas pohon dan melihat pertarungan antara wanita berambut perak yang memakai setelan ala petualang yang ia tonton dari anime dengan Kobold.


"Celslestia sepertinya kelelahan". Zero berkata.


Zero melihat Celestia yang terkepung oleh kobold dan kobold yang di belakang menyerang dengan cakar.


Celestia menutup matanya. "Ini mungkin adalah hari kematianku... aku sudah tak menyesal lagi".


(Ukh).


Zero mendengar Celestia dari atas pohon merasa hatinya sakit.


Para kobold itu mau melancarkan serangan tetapi Zero sudah duluan memakai sihir es yang berbentuk panah.


Zero turun dari atas pohon.


"Apakah kamu melupakan aku".


Zero menggunakan skill yang membidik target sesuai dengan jumlahnya.


Zero membayangkan tanah yang berbentuk panah dan melancarkan serangan terhadap para kobold.


Dan para kobold itu habis musnah dalam sekali serang.


"Kau terlambat". Kata pertama Celestia.


Zero melihat keadaan Celestia yang kotor akibat tanah dan darah yang mengalir.


Zero membuka dan mengambil potion.


"Nih.. minum".


"Umm.. oke"


Celestia meminum sampai habis dan lukanya pulih termasuk .


Zero memandang Celestia lalu mengulurkan tangan "Berdiri".


Suasana yang canggung terasa di antara mereka berdua.


Celestia berdiri dan tiba-tiba memeluknya.


"Apakah kamu tahu berapa lama aku mencari kamu!? Kalau aku telat sedikit saja tadi, mungkin kau sudah akan mati".


Celestia merasakan ada yang basah di bahunya.

__ADS_1


Celestia memeluk balik.


"Maafkan aku karena telah pergi dan maafkan aku karena aku bersikap egois".


__ADS_2