Ke Isekai Dengan Rumah

Ke Isekai Dengan Rumah
chapter 6 Tempat Baru


__ADS_3

Sudah seminggu lebih setelah Draken menyerangku. Celestia sudah mulai terbiasa hidup di rumah ini.


'Ah... bosannya!. Pemandangan itu-itu aja!'


"Hey... Celestia apakah kamu nggak bosan?"


Celestia yang sedang mempelajari cara menggunakan perabotan di rumah ini mendengarku.


"Tidak!!. Soalnya masih banyak yang harus kupelajari !!"


'Aku harus ngapain ya! biar nggak bosan!?"


Aku terus-terusan memandangi hutan dari jendela dalam rumah, sampai


'Bagaimana kalau aku berkebun!. Kan aku bisa menggunakan internet untuk mempelajari cara berkebun !!"


Aku pergi ke luar rumah untuk melihat mana tempat yang cocok untuk berkebun.


'Sepertinya tidak ada yang cocok!. hmm... pikir ayo pikir lagi! di mana tempat yang cocok !'


Aku kembali ke dalam rumah.


'Mungkin Celestia tahu tempat yang cocok untuk berkebun. Coba tanya dulu!'


"Celestia!. Apakah kamu tahu tempat yang cocok untuk berkebun!!??"


"Berkebun??"


"Ya, tempat yang cocok untuk berkebun!!"


"Apakah kamu mau pindah??. Kan ketika kamu melawan Draken, kamu khawatir terhadap rumah ini !!"


"Pindah??. Kapan aku mau pindah !!?"


"Tadi ! kamu mau bilang kamu mau berkebun. Yang artinya, kamu mau pindah!!"


"Tidak! aku tidak mau pindah. Aku cuman nanya aja !!"


Hening untuk sesaat.


"Kalau nanti aku mau pindah, nanti aku akan mengecilkan rumah ini"


"Baiklah. Kalau begitu, kenapa kamu nggak panggil Draken dan terbang untuk mencari rumah baru !!"


'Ohh... benar juga. Aku bisa terbang dengan membayangkan saja tapi... bagaimanakah rasanya terbang dengan naga!!???'


"Ide bagus !!"


Aku pergi mengambil sisiknya Draken yang sudah kusimpan dalam lemari dan mengalirkan sedikit manaku.


Aku menunggu Draken sampai dia tiba.


Selang beberapa saat Draken tiba dan aku sedikit terkejut dengan beberapa naga di belakangnya.


'Apakah dia mau bertarung melawanku lagi !?'


"Draken !!. Apakah kau mau melawanku lagi!!"

__ADS_1


"Tidak !!. Mana mungkin aku mau bertarung lagi !!"


"Terus naga yang ada di belakangmu ?"


"Mereka adalah bawahanku. Karena aku mengira kau berada dalam bahaya!! makanya aku membawa sedikit dari mereka"


'Dia menkhawatirkan aku tenyata!!"


"Tidak, aku cuma ingin kau membawaku pergi untuk melihat tempat yang bagus untuk bercocok tanam !"


"Ohhh..... baiklah. Naik ke atasku!"


Aku membayangkan pijakan udara dan berjalan sampa ke atas tubuh Draken.


"Draken, suruh saja bawahanmu diam di sini untuk sementara dan lindungi rumahku"


"Baiklah kalau kau memerintahkan begitu"


Draken menyuruh para bawahannya untuk tinggal dan melindungi rumahku untuk sementara.


Draken mengepakkan sayapnya dan terbang.


Aku sekarang berada di atas awan. Aku melihat pemandangan dari atas yang sangat indah dan menakjubkan. Awan-awan yang lembut seperti bantal, gunung yang menjulang tinggi, sawahnya para penduduk khas ala isekai yang pernah kutonton di anime DLL (Dan Lain Lain).


Sampai aku melihat tempat yang cocok.


"Draken, coba turun ke tempat itu"


Aku menunjuk ke arah tempat yang menurutku sesuai.


Lalu aku memegang tanah tersebut.


Aku melepas tanah itu dan berkeliling. Yang aku lihat adalah tanah lapang, jauh dari hutan, tidak ada manusia, tempat yang sepi dan agak dekat dengan laut.



'Mungkin ini tempat yang cocok untuk berkebun. Oke.... sudah ku putuskan ini adalah tempat yang cocok untukku'


"Draken, ayo kita kembali dan tandakan tempat ini agar kita tidak lupa"


Aku naik ke atas punggung Draken dan pergi dari tempat ini.


Aku sudah sampai ke rumahku.


"Celestia... Celestia!!"


Aku memanggil Celestia dan dia keluar.


"Wah. Ap-apa-apaan naga sebanyak ini!?"


"Mereka adalah bawahannya Draken"


"Ohh.. ya Draken, kamu belum kenalan sama dia. Dia adalah Celestia dan Celestia dia adalah Draken naga yang menantangku bertarung"


Aku mengenalkan mereka meskipun Celestia sudah melihat Draken tapi, Draken belum melihat Celestia.


"Senang bertemu denganmu. Istri dari tuanku"

__ADS_1


'Tuan..? kapan aku menjadi tuan dan apa yang dia maksud Celestia adalah istriku.


"Kami bukan suami-istri!!"


Kami menjawab secara bersamaan.


"Lalu kenapa kalian tinggal berdua?"


Muka kamipun memerah.


"Sudahlah. Oh ya Celestia, aku sudah menemukan tempat yang cocok untuk berkebun. Sekarang kau naik duluan ke punggungnya Draken dan Draken suruh para bawahanmu pulang !"


"Baiklah"


Ketika Celestia dan Draken melakukan apa yang ku suruh. Aku memegang rumahku dan membayangkan rumahku mengecil.


Ketika rumahku mengecil, aku mendengar suara kepakkan dari para bawahan dari Draken dan semakin lama semakin kecil.


'Sudah selesai'


Aku mengambil rumahku dan melihatnya.


'Rumah ini seperti souvenir saja'


Aku naik ke punggung Draken. Celestia yang di depanku, memeluk erat leher Draken.


'Seperti takut jatuh saja'


Draken mengepakkan sayapnya dan selang beberapa menit. Kami sudah sampai ke area tersebut.


"Wah.... ini indah sekali"


Celestia tampak takjub dengan keindahan tanah lapang ini. Wajahnya yang berseri-seri, rambut peraknya tertiup oleh angin.


'Imutnyaaaa. Aku ingin memegang rambutnya'


Ketika aku hampir memegang rambutnya. Draken malah mengganggu.


"Tuan, apakah tugasku sudah selesai?"


"Iya, kamu boleh pulang"


"Terima kasih tuan"


Draken sudah pergi terbang menjauh.


"Celestia, kira-kira dimana tempat yang tepat untuk menaruh rumah ini?"


"Terserah kau saja!. Yang mana menurutmu benar itulah tempatnya"


"Baiklah!. Kalau begitu aku akan menaruhnya disini"


Aku menaruh rumah yang mirip seperti souvenir ini di tempat yang agak teduh.


Aku memegang dan membayangkan keadaan serta besarnya seperti keadaannya sebelum rumah ini menjadi kecil.


Celestia yang sudah menungguku mengembalikan keadaan rumah ini menjadi normal. Langsung masuk begitu saja tanpa disuruh.

__ADS_1


Aku mengecek barang dan perabotan dalam rumah. Tidak ada yang jatuh apalagi yang rusak.


Note: Namanya diganti menjadi : Muh. Zero. Nama julukan tetap sama.


__ADS_2