Ke Isekai Dengan Rumah

Ke Isekai Dengan Rumah
chapter 10 Pengakuan 3


__ADS_3

Hari sudah mulai menjelang pagi. Zero bangun dari tidurnya sementara Yuri sudah selesai apa yang sudah di suruh oleh Zero.


Zero keluar dari kamarnya dan bergegas pergi ke dapur.


"Selamat pagi Yuri!!."


"Selamat pagi juga, tuanku!!."


"Apakah kue itu sudah jadi?."


"Iya tuanku, kuenya sudah jadi ketika anda tidur."


"Apakah kamu tidur semalam??."


"Saya sebagai orang yang di summon tidak butuh tidur."


"Ohh, baiklah."


"Oke, bisa kau bawakan kuenya ke sini !!??."


"Siap tuan."


Zero duduk di depan dapur sambil menunggu kuenya datang.


Yuri mengambil kue yang sudah jadi di atas rak khusus makanan dan pergi ke tempat Zero menunggu.


"Nih, tuanku!!. Silahkan dicoba."


Yuri mengulurkan kue tersebut lalu Zero mengambilnya.


Zero membuka tudung yang menutupi bagian atas kue dan seketika aroma dari kue tersebut menyebar dari kue ke sekeliling dapur.


Kue yang di depan Zero saat ini adalah kue 'Sarang Semut' yang berwarna coklat dan memiliki lubang seperti sarang semut.


"Baunya enak dan menggugah selera."


"Terima kasih, tuan."


Kemudian Zero menutup Kue tersebut dengan tudung yang ia pegang.


"Yuri, bisakah kau menyimpannya lagi!!??."


"Iya, tuanku."


Zero mengulurkan kue tersebut dan Yuri mengambilnya lalu melangkah untuk menyimpan kue itu ke tempat di mana ia mengambilnya tadi.


"Kau bisa istirahat sekarang."


"Baiklah, tuanku."


Zero berdiri dan melangkah pergi ke depan pintu kamar Celestia.


"Celestia, Celestia ini aku Zero. Bisakah kau membukakan pintu??."


Zero memanggil Celestia sambil mengetok pintu depan kamarnya.


Zero memanggil-manggil Celestia sampai ia bosan karena Celestia tidak menjawab dan tidak membukakan pintu.


"Celestia bisakah kau membukakanku pintu ini!!??. Kalau tidak menjawabnya lagi akan aku dobrak pintu ini."


Kemudian Zero memanggil Celestia tiga kali.


"Akan ku dobrak ya!!."

__ADS_1


Zero mulanya ingin mendobrak pintu tersebut dengan sihir. Tapi, ketika Zero memegang pintu tersebut. Pintu itu terbuka dengan sendirinya.


"Loh, kok??. Pintu ini terbuka. Padahal aku belum mendobraknya??.


Zero bergumam sambil melangkah masuk ke kamarnya Celestia.


Zero masuk ke kamarnya Celestia dan ia melihat kalau Celestia tidak berada di kamar.


"Apakah Celestia sudah bangun dan sedang melihat pemandangan!!??. Tidak, pintu saja belum terbuka. Apakah Celestia sengaja membiarkan pintu terbuka!!??. Atau, apakah Celestia sedang bermain petak umpet!!??"


Zero bergumam panik sambil memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang logis.


Setelah Zero memikirkan beberapa hal yang logis. Ia langsung mengangkat selimut yang ada di atas kasur.


"Tidak ada, di mana ia bersembunyi!!??"


Zero mengira Celestia sedang bermain petak umpet tetapi kenyataannya Celestia tidak berada di dalam maupun di halaman rumahnya.


Setelah Zero mengangkat selimut tersebut. Dia melihat sekeliling yang mungkin bisa bersembunyi untuk orang dewasa.


Zero melihat sekitar, lalu matanya tertuju pada sepucuk surat yang ada di atas meja dan di dekat bungkus mie instan berbentuk cangkir.


Zero mengambil surat tersebut.


"Hmm... Sebuah surat??. Apakah ini petunjuk dari Celestia yang bersembunyi!!??. Coba kubaca dulu."


Zero membuka surat tersebut lalu membaca isinya. Surat tersebut di tulis dengan bahasa dari dunia ini.


"Apakah ini tulisan dari dunia ini!!??."


Lalu Zero membayangkan surat tersebut dengan tulisan bahasa yang ia mengerti.


"Ini baru saya bisa baca"


Zero duduk dikasur dan melihat isi surat tersebut lalu membacanya.


Meski ini baru beberapa minggu kita bertemu. Aku merasa sangat senang dengan apa yang telah kau lakukan. Aku menikmati hari-hari kebersamaan kita.


Kamu telah membuat kenangan terbaik yang pernah aku rasakan.


Apakah kamu tahu sebelum kedua orang tuaku meninggal dan sebelum dikhianati oleh teman-temanku, aku merasakan kebersamaan yang hangat. Itulah yang aku rasakan ketika aku bersamamu


Apakah kamu tahu, ketika aku keluar dari rumah dan bertemu dengan bandit di hutan. Ketika itu, aku sudah tidak bisa melawan bandit tersebut meskipun aku bisa menggunakan sihir, tapi aku takut sekali sampai-sampai tidak bisa melafalkannya dengan benar.


Pada saat itulah kamu datang menyelamatkanku dari bandit. Juga kamu menyelamatkanku dari kekosongan hati yang sudah membeku.


Aku sangat bersyukur dan bahagia bertemu denganmu.


Aku mencintaimu Zero. Sangat mencintaimu.


Mungkin ketika kamu membaca surat ini, aku sudah berada jauh dari rumahmu.


Celestia."


Zero tertegun dan air mata menetes sedikit ketika membaca surat itu.


"Yuri! Yuri!!."


Zero memanggil Yuri dengan sedikit nada keras.


Yuri berlari kecil ke kamar Celestia dan berhadapan dengan Zero.


"Ambil dan duduklah dulu di kursi itu."

__ADS_1


"Iya tuan."


Yuri mengambil kursi tersebut dan duduk.


"Apakah kau mendengar suara membuka pintu dan menutup pintu kemarin malam ketika aku tidur??."


"Iya tuan, aku mendengarnya."


Lalu Yuri menjelaskannya dari awal ketika Celestia membuka pintu kamar ini.


"Karena tuan bilang kalau aku tidak boleh mengganggunya. Karena itulah aku tidak bertanya dan hanya melihatnya saja."


"Yah ini juga salahku karena mengurangi penjagaan."


"Kalau tuan ingin mencarinya. Sebainya tuan memanggil tuan Fleur sang necromancer."


"Rencana yang bagus Yuri!!. Dengan beberapa pasukannya mungkin Celestia segera ketemu. Ikutlah denganku ke luar sebab, aku tidak mau lagi dia melawanku karena tampilanku berubah."


"Baik tuan."


Zero pergi keluar rumah dan Yuri mengikuti dari belakang.


"Jam berapa sekarang Yuri!."


"Masih jam delapan tuan."


"oh... oke."


Zero membuat lingkaran sihir dengan mana sementara Yuri hanya duduk diam di teras rumah.


"Muncullah Fleur sang necromancer!."


Setelah Zero menyebut nama 'Fleur' warna lingkaran sihir itu berubah menjadi hitam dan seseorang yang berjubah merah dan di tangannya ada tongkat serta dipinggang kirinya terdapat tas dan belati muncul di atas lingkaran sihir tersebut.


"Ohhoho... Sudah sangat lama tuanku!!."


"Ya.. sudah lama Fleur."


"Kenapa kau bisa mengenaliku dengan bentuk seperti ini??."


"Tentu saja karena maid pribadi tuan!!."


"Ohh...oke."


"Ada tugas untukmu!!."


"Apa itu tuanku??."


"Bisakah kau mencari seseorang!!??."


"Tentu bisa!!. Dengan beberapa pasukanku tentunya."


Kemudian Zero menjelaskan ciri-cirinya Celestia.


"Cari dengan cepat ya!!."


"Baik, tuanku."


Fleur berbalik dan mengangkat tangan kirinya serta membaca mantra.


"Bangunlah wahai pasukanku!!"


Tiba-tiba langit mulai sedikit gelap, tanah retak dan dari retakan itu muncul pasukan mayat hidup.

__ADS_1



Fleur mulai dengan membagi-bagi pasukannya dan mengirim ke setiap penjuru.


__ADS_2