Ke Isekai Dengan Rumah

Ke Isekai Dengan Rumah
chapter 15 Lamaran 2


__ADS_3

~Sisi Celestia~


Haah.. Zero tiba-tiba memelukku, apa yang terjadi dan kenapa wajahku agak terasa panas. Harus tenang, yap.. sekarang aku harus tenang dan aku harus pikirkan cara agar kecanggungan diantara kami mereda.


(tes, tes, tes)


Apa yang basah di bahuku ini. Apakah mungkin Zero menangis!? Tidak mungkin itu terjadi!! Terus apa yang basah in!?.


Aku mendongak dan melihat wajah Zero yang kelihatan sedih dan berlinang air mata.


Rasanya aku menjadi menyesal meninggalkannya. Apakah ada cara untuk menenangkan seorang pria!? Oh.. ayolah, dia seorang pria tapi kenapa dia cengeng seperti seorang bayi!?.


Aku memeluk Zero yang kelihatan seperti seorang bayi. Dan aku mengatakan


"Maafkan aku karena telah pergi dan maafkan aku karena aku bersikap egois".


Itulah cara untuk menenangkan bayi. Aku membaca buku yang berjudul "Langkah Yang tepat untuk menenangkan bayi". Dan aku berharap ini akan berpengaruh, tapi sepertinya tidak mungkin berpengaruh pada ORANG DEWASA.


Mungkin tapi itu sedikit.


"Mmm.. Zero bisakah kamu melepaskan saya? Saya sedikit sesak".


"Mmm.."


Zero melepaskan pelukannya dan membersihkan air matanya.


Baju petualang yang baru kemarin aku beli dengan harga yang menguras kantung, sudah rusak akibat serangan dari kobold tadi. Tapi, itu belum seberapa dibandingkan dengan kehilangan nyawa.


"Haa.." Aku menghela napas dalam-dalam dan memeriksa tinggal berapa keping koin yang tersisa.


Satu koin emas dan 4 koin perak, sepertinya ini tidak cukup untuk membeli baju, tapi setidaknya dapat untuk membeli makanan dan menginap.


Aku menaruh kembali koin tersebut dan mengalihkan pandangan ke arah Zero.


"Ada apa, apakah ada yang salah?" Zero memalingkan mukanya.


"Tidak ada apa-apa, hanya saja.." Muka Zero kelihatan merah.

__ADS_1


"Hanya saja apa!?"


"Tidak ada tidak ada" Zero seperti orang yang kesusahan.


"Whuuss"


Dingin, angin sepoi-sepoi tapi terasa seperti angin kencang yang ingin menerbangkan pohon-pohon.


Aku sedikit kedinginan.


Aku melihat Zero sedang melakukan sesuatu, di depan Zero ada sebuah ruang yang berbentuk bulat dan berwarna hitam dan Zero mengambil sesuatu yang mirip seperti gaun tapi kelihatannya juga bukan.


"Nih.. pakailah agar kau tidak kedinginan"


Aku mengambilnya


"Apakah yang tadi itu sihir?"


"Iya, semacam sihir ruang yang bisa menyimpan segalanya"


"Tunggu!? Kau bilang tadi itu sihir ruang, yang bisa menyimpan segala sesuatu yang bukan makhluk hidup!!"


"Setahuku, sihir ruang itu membutuhkan mana yang banyak untuk diciptakan dan hanya penyihir jenius yang bisa menciptakannya!" Aku mendekat sampai muka Zero.


"Itu tidak penting sekarang" Muka Zero lebih merah dari yang tadi. "Sekarang pakai baju itu"


Aku mengangkat baju yang mirip seperti gaun, baju ini berwarna biru dan menurutku ini cantik dan indah tapi cukup imut kalau aku menambahkan aksesoris.


"Zero, bisakah kau berbalik" Aku membuka bajuku. "Hei.. jangan mengintip"


"A.. aku tidak mengintip" Pura-pura tidak melakukan.


"Kalau begitu kenapa kamu gagap"


"Hanya sedikit"


"Aku memaafkan kamu untuk hari ini karena telah menyelamatkan aku tadi, tapi kalau lain kali... aku akan memukulmu!!"

__ADS_1


Cara Zero berbohong seperti anak kecil yang melakukan kesalahan. Menurutku, dia imut juga seperti ini. Kapan-kapan aku jahili dia agar dapat bersikap seperti ini lagi, HEHEHE.


◇◇◇◇


~Sisi Zero~


"Celestia, apakah sudah selesai?"


"Iya, sudah selesai dari tadi dan sekalian mengubur baju itu"


"Zero, ada apa? Kenapa kamu bengong?"


"Tidak, tidak apa-apa hanya saja kamu kelihatan imut dan cantik dengan baju itu" Aku terkesima dengan kecantikannya.


"Gruuuk"


"Apakah kamu lapar"


"I-iya karena dari tadi kita berdiri saja" Muka Celestia yang malu juga imut ternyata.


"Kalau kamu lelah duduk saja, tidak ada masalah kalau kamu duduk" Aku menerangkan.


"Baiklah"


Aku mengeluarkan 10 keping emas dari dan memasukkannya ke kantung.


Aku membayangkan wujud dan penampilanku yang asli.


Cahaya akibat dari perubahan karakter yang terang membuat Celestia menutup matanya.


"C-cahaya a-apa itu tadi" Celestia kaget.


"Itu aku" sambil nyengir. "Apakah ada perubahan dari aku" Aku bertanya.


"Ada sedikit, dan yang lebih penting apa itu!?"


"Itu adalah sihir perubahan" Aku menjelaskan. "Sihir perubahan adalah sihir yang merubah wujud orang".

__ADS_1


Aku mengambil kue dari dan memberikan ke Celestia lalu duduk sampai kue itu habis.


__ADS_2