
Sudah 1 jam lebih Celestia bercerita tentang dirinya. Sekarang ini masih pagi dan baru jam 7 lebih.
Aku mematikan lampu dan mau mengambil mie untuk diseduh.
"Kau mau kemana??"
"Aku hanya ingin mematikan lampu dan menyeduh mie instan untuk kita berdua"
"Mie instan?? apa itu"
"Mie instan adalah sejenis makanan yang panjang dan enak serta midah cara membuatnya"
Aku pergi mengambil mie instan di etalase tempat ibuku jualan.
'Kebetulan Ibu dan Ayahku adalah pedagang yang memiliki toko kecil-kecilan di rumah'
Aku pergi ke dapur untuk mendidihkan air panas, menyiapkan mie instan beserta bumbunya . Aku menuangkan air panas yang sudah mendidih dan menunggu sekitar 3 menit untuk membiarkan mienya meresap air serta bumbunya.
...Aku pergi ke ruang tamu tempat Celestia berada....
"Nih makananlah"
Aku duduk didekatnya sekitaran 3 jengklak tangan.
"Ini cara makannya"
Aku mengajarkan Celestia cara untuk memakan mie.
"Apakah enak"
Aku bertanya padanya untuk memastikan seleranya.
"Ya, ini enak sekali"
Dengan lahap dia memakannya sampai habis bahkan kaldu dari mie tersebut habis tanpa tersisa.
"Apakah kamu masih lapar??"
"Tidak, aku kenyang sekali. Terima kasih atas makanannya"
"Apakah kau akan pergi untuk melanjutkan perjalananmu setelah ini??"
"Ya... aku masih akan pergi ke kota sebelah"
__ADS_1
"Hmm...... bagaimana kalau kamu tinggal disini untuk sementara. Aku masih butuh informasi tentang dunia ini"
"Tinggal disini??"
"Ya, kau boleh tinggal disini untuk sementara. Dirumah ini memiliki 3 kamar. Kau bisa memilihnya dan aku bisa tidur di ruang tamu"
"Ya, baiklah kalau kau memaksa"
'Yahooo..... aku dapat wanita manis dan cantik seperti dia'
Aku kegirangan dan hampir kata-kataku terdengar olehnya.
"Aku akan pergi ke luar sebentar. Untuk sementara istirahatlah"
"Ya, baiklah"
Aku pergi ke luar, membuka pintu dan memandang hutan magis yang indah.
Aku melihat monster bergerombolan dan melemparkan bola api. Seperti biasa suaranya "JDAR" seluruh hutan kaget dan Celesetia keluar dari rumah
"Suara apa itu!?!?"
"Itu hanya Fireball salah satu skillku"
Celestia melihat hutannya.
Sambil Celestia menceramahiku aku mengatakan "restore" sambil membayangi penampakan hutan sebelum terbakar hangus oleh apiku.
"mantra apa itu??"
"itu adalah mantra yang mengembalikan keadaan seperti semula"
"Baiklah, aku akan mengajarimu cara mengendalikan mana dengan benar"
Diapun mengajariku cara mengendalikannya dengan benar sampai aku benar-benar paham. Akupun mencoba memusatkan titik mana dan membayangkan bola api sambil mengatakan "Fireball".
Aku melempar bola api dan "Jdar" suara dan akibat ledakannya menjadi sangat besar. Jauuh lebih besar dari yang sebelumnya.
'Ini mirip seperti bom kalau itu diduniaku yabg sebelumnya'
Celestia yang nampaknya tak berkata-kata, akhirnya sadar ketika aku melambaikan tanganku ke hadapan mukanya.
"Mulai dari sekarang aku akan melarangmu menggunakan mantra api kecuali kalau ada hal yang sangat mendesak!!!"
__ADS_1
Celestia menceramahiku lagi dan sekali lagi aku membacakan mantra "restore" ke hutan tersebut.
◇◇◇◇◇◇
Aku dan Celestia sekarang berada di ruang tamu, kami berdua sedang main PS. Sebelumnya, setelah kejadian aku meledakkan hutan seperti melempar bom.
"hey.... Celestia, ayo kita main PS. Diruang tamu, dibawah TV ada satu PS disana"
"PS??? apa itu"
"Itu adalah hiburan yang seru untuk segala umur. Nanti aku akan mengajarimu cara memainkannya"
"Baiklah, akupun penasaran"
Kami berdua masuk kedalam, menutup pintu, menguncinya dan pergi ke ruang tamu.
Aku menyalakan TV, menyalakan PS dan mengambil stick.
"Tampilan dalam TV itu berubah"
Kesan pertama Celestia tentang PS.
"Nih pegang"
Aku memberinya 1 buah stick.
"Apa ini??"
"Itu namanya stick, alat untuk bermain game"
Aku mengajarinya cara bermain PS sampai dia bisa memggerakkan tangannya sendiri dan sampai dia ngerti.
'Nampaknya dia sudah ngerti'
Ketika kami sedang asik-asiknya main PS, seketika ada bunyi "Duar" seperti ada sesuatu yang besar jatuh dari langit.
"Apa itu!?!? sebaiknya aku mengeceknya dijendela"
Aku melihat apa yang sedang terjadi diluar dari jendela dan nampaknya Celestia mengikutiku ke jendela. Yang kulihat dari jendela adalah naga dengan sisik yang berwarna merah menyala.
"I-itu a-adalah naga kuno!!"
__ADS_1
Celestia yang ketakutan berbicara terbatah-batah.
Naga didepanku berdiri dengan gagah dan menumbangkan beberapa pohon ditempatnya menginjak.